Keistimewaan dan Tata Cara Sholat Tahajud

Posted on

Hadis Riwayat – Shalat malam dibagi menjadi 2 sifat. Ada yang dikerjakan sebelum tidur dulu, lalu ada yang dikerjakan setelah tidur. Jika dilakukan setelah tidur dulu melangkah untuk bangun mengerjakan shalat maka itu disebut dengan tahajud. Tahajud berasal dari kata (hajada) yang artinya berbaring kemudian bangkit untuk menjemput rahmat Allah.

Allah Ta’ala menjamin dan akan memberikan empat hal kepada orang-orang yang melakukan tahajud dan keempat hal ini tidak akan pernah ini diberikan kepada orang yang tidak melakukan tahajud sekalipun shalat fardhunya khusyuk luar biasa. Dimisalkan ketika kita shalat 5 waktu tepat waktu, dilakukan dengan khusyuk bahkan sambil menangis tersedu-sedu tetapi kita tidak tahajud maka kita tidak akan dapat keempat hal ini:

  1. Allah akan menjamin karir pekerjaannya dan ditempatkan ditempat yang terbaik.
  2. Cara dia bekerja, beraktifitas akan dibimbing supaya mudah.
  3. Jika ada kesulitan dibimbing supaya keluar dengan lancar
  4. Jika ketika sedang bekerja ada yang mengganggunya (ingin menyingkirkannya) Allah akan tolong langsung tanpa perantara.

Dalilnya jelas, disebutkan didalam Al-Quran, Allah Berfirman,

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji [79]. Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong [80]. Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap [81].” –  Al-Isra 79-81.

Tata Cara Sholat Tahajud

Kaidah umumnya tahujud itu tidak memiliki batas rakaat. Nabi pernah menyampaikan pada HR. Ibnu Umar, bahwa “Shalat malam itu cara menunaikannya dua-dua (jadi du rakaat salam, dua rakaat salam). Jika sedang menunaikan shalat tahajud, tiba-tiba tidak sadar sudah dekat ke subuh maka tutup langsung dengan sekali witir.” Jadi aturan umum yang dilakukan pada saat malam hari itu umumnya tak terbatas jumlah rakaatnya. Jika ingin dilakukan maka mulailah dengan (dua rakat dua rakaat).

Jumlah Rakaat yang Dilakukan Nabi

Tata cara sholat Tahajud yang Nabi lakukan kadang shalat dengan 13 Rakaat dikatakan jika beliau tinggal di rumah Maimunah r.a., Terdapat pada hadis shahih (Abu Daud no 1367), Diriwayatkan langsung oleh Ibnu Abas yang pada saat itu menunaikan Shalatnya bersama Beliau. Dan Jika Beliau sedang menginap di rumah Aisyah, jumlah rakaat yang sering dilakukan adalah 11 rakaat (hadisnya Shahih Al bukhari no 3569 muslim no 731). Beliau pun menyampaiakna bahwa jika dilakukan dengan 11 rakaat bisa dengan 2 cara.

Pertama (yang dilihat oleh Aisyah langsung), beliau melakukan shalat tahajud dengan 4 rakaat salam, 4 rakaat salam dan witir 3 rakaat sekaligus (satu salam). Tetapi ketika nabi menyampaikan kepada sahabat yang lain 11 ini diberi pilihan menjadi 2 rakaat kemudian salam. Jadi jika kita ingin menunaikan 11 rakaat boleh 4 rakaat kemudian salam sebanyak (2x) dengan 3 rakaat witir kemudian salam, atau boleh juga  2 rakaat satu salam sebanyak (4x) kemudian dilanjutkan shalat witirnya bisa 3 rakaat satu salam atau 2 rakaat satu salam ditambah 1 rakaat satu salam.

Keutamaan Shalat Tahajud yang Tercantum dalam Al-Qur’an

Orang yang melakukan sholat tahajud itu, disebut sifat shalatnya akan lebih khusuk, mendapat anugerah kebaikan saat didunia, dan langsung dipuji oleh Allah,

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” – Az-Zumar 9

Ayat diatas mempunya maksud bahwa apakah sama diantara orang-orang yang suka bangun malam dengan khusuk kemudian sujud berdiri lama karena Allah Ta’ala dengan orang orang yang tidak beriman. Sedangkan orang yang bangun dimalam hari ini [1] dia takut jika di akhirat dia tidak akan selamat dan [2] dia mengharap rahmatnya Allah. Jadi  Allah memberikan kesempatan bangun untuk kita agar mau  meminta apapun pada-Nya, dan Allah akan memberikannya. Firman Allah,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.-  Al-Mu’min 60

Dan yang terakhir Allah akan sediakan surga khusus bagi orang-orang selalu menunaikan tahajud (Surga di taman surga jika anda butuh apa apa maka langsung Allah yang kasih). Mereka langsung dibalas oleh Allah jika menginginkan apapun dan langsung Allah yang berikan. Sungguh mereka adalah orang yang ihsan di dunia. Dan ternyata ciri surga yang khusus ini akan diberikan kepada orang-orang yang konsisten tahajud yaitu orang-orang yang ketika didunia sedikit tidurnya untuk dia hidupkan malamnya dengan tahajud.

Inilah Tulisan yang dapat sya bagikan pada kalian semua, apabila ada yang ingin ditanyakan silahkan tinggalkan di komentar.

Please follow and like us: