Bagaimana Waktu Sholatmu?

Bagaimana Waktu Sholatmu

Hadis riwayat bagaimana waktu sholatmu? Sholat merupakan bentuk ibadah kepada Allah swt, sholat merupakan bentuk ketaatan suatu bentuk ibadah yang di lakukan oleh umat muslim di seluruh dunia. Sholat diibaratkan sebagi tiang agama, yang apabila ketika seorang muslim tersebut menjalankan ketaatannya dengan menjaga sholatnya, maka ia telah mengokohkan dan memperkuat tiang agamanya tersebut dan apabila ia lalai terhadap sholatnya, maka ia telah membengkokan tiang agamanya sendiri, dan ia termasuk orang yang merugi. Sholat merupakan ibadah serta amalan yang pertama kali di serap ketika kita di hisab di akhirat kelak, lalu bagaimana waktu sholatmu? apakah kamu sudah melaksanakan

Baca Juga: Sahabat Dunia dan Akhirat

Bagaimana Waktu Sholatmu Wahai Saudaraku?

Bagaimana Waktu Sholatmu
Bagaimana Waktu Sholatmu?

Alalh swt telah memposisikan ibadah sholat sebagai ibadah yang utama, yang nantinya ibadah ini akan dihisab pertama kali di akhirat. Ketika seorang muslim di dunia telah menerapkan kewajibannya yaitu dengan sholat lima waktu tepat waktu maka ia adalah orang yang beruntung karena ia berpotensi terhindar dari panasnya api neraka, sebaliknya ketika seorang muslim di dunia lalai terhadap sholatnya maka ia adalah orang yang merugi di dunia dan di akhirat.

Pertanyaannya bagaimana dengan waktu sholatmu, apakah kamu sudah melakukannya dengan baik dan benar? apakah waktu sholatmu sudah tepat waktu?. Sebaiknya ketika seorang muslim melaksanakan sholat maka ia harus khusu dan tahu betul apa yang ia sedang lakukan, hadirkan Allah swt dalam sholatmu karena sholat adalah sebagi bnetuk komunikasi antara tuhan dan hambany, nikmati setiap langkah-langkah sholatmu janganlah kamu tergesa-gesa untuk melaksanakannya agar kamu mendapatkan manfaat dari aktifitas sholatmu tersebut. karena pada dasarnya yang membutuhkan sholat itu adalah Kamu sendiri sebagai bekal ketika di akhirat kelak, maka laksanakanlah sholat dengan ikhlas, khusu dan tenang.

Allah swt berfirman tentang Khusyu sholat:

 قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ [1] الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ [2]

“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu, orang-orang yang khusyu’ dalam sholat mereka” (Al Mu’minun : 1-2)

Ayat di atas menerangkan bahwa ke khusyuan dalam sholat itu amat penting, ke khusyuan dalam sholat juga dapat menjadi bentuk keimanan terhadap Allah swt, ketika keimanan terhadap Allah swt sudah baik maka dapat di pastikan sholat hamba tersebut sudah baik. Ke khusyuan dalam sholat haruslah di jaga misalkan ketika Anda lupa berapa rakaat yang telah Anda laksanakan itu bisa saja karena gangguan syetan dan kurangnya kehusyu an Anda. Maka dari itu selalu hadirkan Allah swt dalam setiap langkah sholatmu agar kamu senantiasa berada di sisinya dan mendapatkan karuniannya

Baca: Dalil Perintah Sholat

Pembagian Waktu sholat

Dalam agama islam ibadah sholat di bagi menjadi dua yaitu Sholat wajib yang harus di kerjakan dan apabila tidak di kerjakan, maka akan mendapattkan dosa contoh dari sholat wajib adalah : sholat lima waktu, Sholat sunnah sholat ini tidak wajib di kerjakan dan apabila di keerjakan akan mendapatkan pahala serta jika tidak di laksanakan tidak mendapatkan dosa. Contoh sholat sunnah adalah : Sholat tahajut, sholat duha.

Kita sebagai umat muslim haruslah sadar betapa pentinggnya sholat untuk kehidupan di dunia maupun diakhirat, jangan sampai Kita menyesal ketika waktu sudah berhenti serta hukum sudah di tetapkan oleh sang pencipta. maka dari itu bagaimana waktu sholatmu wahai sodaraku, semoga kamu selalu melalsanakannya dengan gembira tanpa paksaan apapun. karena sholat adalah kepentingan diri sendiri bukan kepentingan sang pencipta dan hadirkanlah ke khusyuan dalam sholat Kalian

Kewajiban Sholat Jumat Bagi Laki-laki

Kewajiban sholat jumat bagi laki-laki

Kewajiban sholat jumat bagi laki-laki adalah wajib hukumnya, di dalam Al-quran Allah telah menerangkan wajibnya bagi seorang laki-laki muslim untuk melaksanakan sholat jumat, dalil itu terdapat pada Quran firman Allah Swt surat Al Jumu’ah ayat 9 dengan penjelasan sebagai berikut :

“Hai orang – orang yang beriman, apabila diserukan untuk menunaikan shalat jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli.” (QS. Al-Jumu’ah : 9)

Syarat dan Ketentuan Pelaksanaan Sholat Jumat

Dalam pelaksanaan sholat jumat minimal jumlah jamaahnya mencapai 40 orang, biasanya dilakukan di masjid-masjid yang cukup besar untuk menampung jamaah. Rasululoh saw menjelaskan wajibnya sholat jumat dalam hadis berikut:

Jumatan adalah hak yang wajib atas setiap muslim dengan berjamaah, selain atas empat (golongan), yakni budah sahaya, wanita, anak kecil atau orang yang sakit.” (HR. Abu Daud)

”Shalat Jum’at itu adlh kewajiban bagi setiap muslim dg berjamaah kecuali atau tidak diwajibkan atas 4 orang yaitu budak, wanita, anak kecil dan orang yang sedang sakit.” (HR. ABu Daud).

Syarat Sholat Jumat Bagi Laki-laki

1.  Berakal

Berakal yang dimaksudkan adalah sehat secara jasmani dan rohani, maka orang yang sudah tidak waras (orang gila) tidaklah di wajibkan mendirika sholat jumat.

2. Sudah Baliq

Ketika laki-laki sudah mengalami fase mimpi basah maka hal tersebut menandakan bahwa ia sudah baliq dan sudah memenuhi kewajiban dalam mendirikan ibadah sholat jumat. Bagi anak-anak laki-laki yang belum mengalami fase mimpi basah  maka hukumnya tidak wajib bagi mereka, namu ada baiknya Anda mengenalkan  ibadah sholat jumat sejak dini.

3. Memeluk Agama Islam (Muslim)

Syarat yang paling utama adalah Anda adalah seorang muslim (memeluk agama islam).

4. Orang yang Merdeka

Hamba sahaya atau budak tidak diwajibkan melaksanakan sholat jumat. Karena mereka di kuasai oleh majikannnya dalam waktu, sehingga tidak leluasa dan tidak di pungkuri para hamba sahaya terkadang tidak di izinkan atau bahkan tidak memilii waktu karena mereka harus bekerja kepada majikannya.

5. Orang yang Sudah Tinggal Menetap (bukan Musafir)

Rasulullah masa dulu yang sedang melakukan perjalanan (safar) dan beliau tidak menjalankan ibadah sholat jumat dalam proses safarnya tersebut. Kemudia Rasulullah Saw juga tidak menjalankan ibadah shalat jumat melainkan menjama’ dua shalat wajib yakni dzuhur dan azar pada saat sedang melakukan ibadah haji wada’ di wilayah padang Arafah.

6. Orang yang Tidak  ada Halangan

Ketika seseorang hendak melaksanakan sholat jumat tetapi tiba-tiba ia terhalang oleh suatu urusan yang penting dan tidak dapat di tunda, maka kewajiban melaksanakan sholat jumat baginya akan gugur, dan ia hanya diwajibkan menjalankan sholat dzuhur.

Hendaklah orang-orang yang sering meninggalkan shalat Jumat segera menghentikan kebiasaan mereka itu, atau Allah akan mengunci mati hati mereka sehingga mereka termasuk golongan orang-orang yang lemah.” (HR Muslim).

7. Orang yang Dalam Keadaan Tidak Sehat (Sakit)

Ketika seorang muslim dalam keadaan sakit dan ia tidak sanggup melaksanakan ibadah sholat jumat karena penyakitnya maka tidak wajib hukumnya bagi ia untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat.

Bagi kaum laki-laki yang sudah memenuhi syarat di atas maka hukumnya wajib menjalankan ibadah sholat jumat dan apabila meninggalkannnya maka hukumnya haram

Barang siapa yang meninggalkan shalat jumat 3 (tiga) kali tanpa sebab maka Allah akan mengunci mata hatinya.” (H.R.Malik)

“Barang siapa yang tidak mengerjakan shalat jumat tiga kali karena meremehkannya maka Allah akan mengunci mata hatinya.” (H.R.At Tirmidzi)

Keistimewaan Hari Jumat

Hari jumat merupakan hari yang istimewa karena pada hari ini dahulu nabi Adam datang ke bumi dan nantinya pada hari jumat pula kiamat akan datang. Selain itu Rasululoh saw menganjurkan agar kita memperbanyak beramal, bersholawat, membaca al-quran, dan berdoa pada hari jumat.

Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku setiap jumat. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaq).

Dalil Hadis Sholat Jumat Bagi Laki-laki

Tidaklah seorang laki-laki mandi pada hari jum’at, lalu bersuci dengan sebaik-baiknya . setelah itu memakai wangi-wangian dari rumahnya. Kemudian keluar (menuju masjid), tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sunnah semampunya. Lantas diam ketika imam berkhutbah,melainkan diampuni dosanya antara jum’at itu dan jum’at lainnya.” [HR. Bukhari (II/883)]

“ Jika salah seorang di antara kalian telah melaksanakan shalat jum’at, maka hendaklah shalat empat raka’at sesudahnya.” [HR. Muslim (II/882)]

“ Sesungguhnya panjangnya shalat dan singkatnya khutbah seorang menunjukan kefaqihannya (kefahamannya). Maka panjangkanlah shalat dan persingkatlah khutbah. Sesungguhnya kata-kata yang indah ibarat sihir.” [HR. Muslim (II/869)].

Dalil-dalil diatas menerangkan bahwa pentingnya sholat jumat bagi laki-laki dan harus ditegakan bagi laki-laki yang sudah memenuhi syarat di atas

Datang lebih awal untuk melaksanakan sholat jumat bagi laki-lakitentunya juga menjadi utama agar mereka akan lebih dekat dengan Allah di rumah Allah (masjid)

Demikian mengenai pembahasan sholat jumat bagi kaum laki-laki, semoga Anda dapat menerapkannnya dalam kehidupan sehari-hari.

Hadist Tentang Sholat Jumat

Bagi seorang muslim sholat jumat merupakan suatu kewajiban yang harus di kerjakan dan tidak boleh ditinggalkan. Seorang muslim yang berumur 20 tahun setidaknya telah menunaikan jumat kurang lebih sebanyak 650 kali dalam hidupnya. Bila seorang berusia 30 tahun setidaknya telah menunaikan jumat kurang lebih 1150 kali dalam hidupnya. Jika seorang berusia 40 tahun setidaknya telah menunaikan jumat kurang lebih sebanyak 1650 kali dalam hidupnya. Namun pertanyaannya, dari sekian ratus dan ribu jumat itu, adakah diantara yang telah menunaikan jumat itu paham akan hakikatnya?.

Hadist Tentang Sholat Jumat
Tunaikanlah Sholat Jumat Sebelum Terlambat

Hadist tentang Sholat Jumat Tentang Wajib Ditunaikannya

Hadist tentang sholat jumat yang menyeru kewajiban dilaksakannya bagi kaum muslim terdapat pada HR. Abu Daud:

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ

Shalat jumat adalah kewajiban bagi setiap muslim dalam jama’ah terkecuali bagi keempat orang ini: budak yang dimiliki, wanita, anak kecil dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud no. 1067. Kata Syaikh Al Albani).

Hadist tentang sholat jumat lainnya terdapat pada HR An-Nasai:

رَوَاحُ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

 “Pergi sholat jumat adalah wajib bagi setiap orang yang telah mimpi basah.” (HR. An Nasai no. 1371. Kata Syaikh Al Albani)

Hadist Tentang Sholat Jumat Terkait Hukum Meninggalkannya

Sholat Jumat adalah sholat yang wajib bagi orang yang tidak memiliki uzur (halangan). Barangsiapa meninggalkan sholat jumat, ia terjerumus dalam dosa besar. Barangsiapa yang meninggalkan sholat Jumat sebanyak tiga kali karena meremehkannya, hatinya akan tertutupi. Dan ia termasuk orang-orang yang lalai. Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, keduanya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata ketika beliau memegang tongkat di mimbarnya,

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ

Hendaklah orang yang suka meninggalkan shalat jumat menghentikan perbuatannya. Atau jika tidak Allah akan menutup hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan tergolong ke dalam orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim no. 865).

Hadist tentang sholat jumat lainnya terkait hukum meninggalkannya terdapat pada HR. Abu Daud:

مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Barangsiapa meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena lalai terhadap shalat tersebut, Allah akan tutupi hatinya.” (HR. Abu Daud no. 1052, An Nasai no. 1369, dan Ahmad 3: 424. Kata Syaikh Al Albani).

Itulah beberapa hadist tentang sholat jumat yang bisa kami sampaikan pada tulisan ini, semoga bermanfaat bagi kalian. Terimakasih

Dalil Perintah Sholat

Dalil Perintah Sholat – Sebagai umat islam yang bertaqwa dan selalu mencari keridhaan Allah Ta’ala, maka kita akan selalu menjalankan segala perintah yang di perintahkan dan akan selalu menjaga diri kita dari perintah larangan-Nya. Salah satu perintah Allah Ta’ala adalah perintah untuk mengerjakan Sholat, baik itu sholat wajib 5 waktu ataupun sholat sunnah lainnya seperti sholat rawatib, sholat duha, sholat tahajud dan lainnya. Nah, pada kesempatan ini kami akan menyampaikan beberapa dalil perintah sholat yang ada pada Al Qur’an. Berikut dalil perintah sholat yang akan kami sampaikan:

1. Qur’an Surah Al-Baqarah [2]: 43

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.

2. Qur’an Surah Al-Baqarah [2]: 83

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

3. Qur’an Surah Al-Baqarah [2]: 110

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

4. Qur’an Surah An-Nisa [4]: 77

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوٓا۟ أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ ٱلنَّاسَ كَخَشْيَةِ ٱللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوا۟ رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا ٱلْقِتَالَ لَوْلَآ أَخَّرْتَنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ ۗ قُلْ مَتَٰعُ ٱلدُّنْيَا قَلِيلٌ وَٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.

5. Qur’an Surah An-Nisa [4]: 103

فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

6. Quran Surah Al-An’am [6]: 72

وَأَنْ أَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ ٱلَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

dan agar mendirikan sembahyang serta bertakwa kepada-Nya”. Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.

7. Qur’an Surah Yunus [10]: 87

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّءَا لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَٱجْعَلُوا۟ بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman”.

8. Qur’an Surah Hud [11]: 114

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

9. Qur’an Surah Ibrahim [14]: 31

قُل لِّعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَٰلٌ

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.

10. Qur’an Surah Al-Isra [17]: 78

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

11. Qur’an Surah Taha [20]: 144

إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

12. Qur’an Surah Al-Haj [22]: 78

وَجَٰهِدُوا۟ فِى ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦ ۚ هُوَ ٱجْتَبَىٰكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَٰهِيمَ ۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِى هَٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ ۚ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعْتَصِمُوا۟ بِٱللَّهِ هُوَ مَوْلَىٰكُمْ ۖ فَنِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

13. Qur’an Surah An-Nur [24]: 56

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.

14. Qur’an Surah Al-Ankabut [29]: 45

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

15. Qur’an Surah Ar-Rum [30]:31

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

16. Qur’an Surah Al-Luqman [31]: 17

يَٰبُنَىَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱنْهَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

17. Qur’an Surah Al-Ahzab [33]: 33

وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

18. Qur’an Surah Al-Maujadila [58]: 13

ءَأَشْفَقْتُمْ أَن تُقَدِّمُوا۟ بَيْنَ يَدَىْ نَجْوَىٰكُمْ صَدَقَٰتٍ ۚ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُوا۟ وَتَابَ ٱللَّهُ عَلَيْكُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

19. Qur’an Surah Al-Muzzammil [73]: 20

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِن ثُلُثَىِ ٱلَّيْلِ وَنِصْفَهُۥ وَثُلُثَهُۥ وَطَآئِفَةٌ مِّنَ ٱلَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَٱللَّهُ يُقَدِّرُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَٱقْرَءُوا۟ مَا تَيَسَّرَ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ ۚ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَىٰ ۙ وَءَاخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِى ٱلْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ ۙ وَءَاخَرُونَ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ فَٱقْرَءُوا۟ مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَقْرِضُوا۟ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَٱسْتَغْفِرُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌۢ

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

20. Qur’an Surah Al-Bayyinah [98]: 15

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Itulah tulisan yang bisa kami sampaikan mengenai dalil perintah sholat. Semoga dengan tulisan yang saya sampaikan ini bisa membuat kalian semua untuk lebih menjaga sholat kita agar tidak tertinggal baik dalam keadaan lupa ataupun sibuk dengan urusan dunia. dan jika kalian mengganggap bahwa tulisan ini “dalil perintah sholat” bermanfaat maka sebarkanlah dengan tautan share yang kami sediakan di bawah tulisan ini. Terimakasih

Kultum Singkat Tentang Sholat 5 Waktu

Kultum Singkat Tentang Sholat 5 Waktu

Hadis Riwayat – Hari ini kami akan membagikan sebuah kultum yang bisa teman-teman bawakan saat ada suatu acara yang mengharuskan untuk dibawakan kultum. Nah untuk tema yang akan kami bagikan pada tulisan ini adalah Kultum Singkat Tentang Sholat 5 Waktu, langsung saja ke isi tulisan ini.

Kultum Singkat Tentang Sholat 5 Waktu

Kultum Singkat Tentang Sholat 5 Waktu

Assalamu’alaikum warahmatullah Wabarakatuh

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Segala puji hanya milik Allah Ta’ala, dimana Dialah yang telah memberikan segala rahmat dan kenikmatan kepada hambanya sehingga segala urusan aktifitas kita didunia ini masih diberikan kemudahan. Tidak hanya itu, Allah pun berjanji akan meninggikan derajat hambanya terutama bagi hambanya yang selalu melangkah untuk menggapai keridhaan Allah. Ini terbukti bahwa diantara jutaan manusia di dunia ini, kalianlah yang masih melangkahkan kaki kalian kesini untuk mencari keridhaan Allah baik dalam hal ibadah maupun mencari ilmu dan ataupun baik dalam hal dunia maupun akhirat. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang ini.

Shalawat dan salam senantiasa kita sanjungkan kepada Nabi Agung kita, Muhammad Shallallahu ‘alaihiwassalam, dimana syafaat pertolongan Beliau lah yang kita nantikan di akhir zaman kehidupan dunia ini pada hari perhitungan (Yaumul hisab). Semoga kita termasuk dalam golongan yang mendapat syafaat Beliau. Amin.

Materi kultum yang ingin saya sampaikan pada teman-teman kali ini adalah kultum singkat tentang sholat 5 waktu. Umat islam sendiri dalam kehidupan kesehariannya diwajibkan untuk melaksanakan sholat 5 waktu. Dalam islam sendiri sholat mempunyai banyak fadilah (janji Allah Ta’ala bagi hamba yang melaksanakannya) dimana janji-janji itu benar adanya dan terdapat pada firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. Q.s Al-Fatir ayat 5

Lalu apa janji Allah terhadap orang yang menunaikan amalan shalat 5 waktu?, Allah Ta’ala berjanji pada hambanya bahwa surgalah balasan yang akan didapatkan pada hamba yang menunaikan sholat ini. Hal ini terdapat pada hadis Qudsi bahwa,

Telah bersabda Rasulalla, menyampaikan firman Allah Swt Telah berfirman: ‘Bahawasanya Aku Allah Ta’ala mewajibkan atas umat engkau (Muhammad untuk menunaikan sholat fardhu 5 waktu dan Janjiku (Allah Ta’ala) disisiKu ‘Bahwasanya barangsiapa menjaga dia atas sholat (yang lima itu) pada waktunya, maka akan Aku (Allah Ta’ala) masukkan dia ke dalam syurga, dan barangsiapa tidak menjaga (lima sholat itu) maka tidak ada janji Aku (Allah Ta’ala) bagi mereka di sisiKu. [Hadith Ibnu Majah][Hadith Qudsi]

Manfaat Menunaikan Sholat Fardhu

Adapun selain janji Allah diatas, sholat juga mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari kita sebagai umat yang bertaqwa. Diantara manfaat yang akan kami paparkan pada tulisan kali ini antara lain

1. Suatu upaya ikhtiyar kita untuk selalu mengingat Allah SWT
Sebagai seorang hamba tentu kita diwajibkan untuk mengingat bahwa kita adalah hamba yang harus selalu mengingat karunia-Nya. Tetapi hal ini bukanlah tugas yang mudah bagi seorang hamba, mengingat syetan selalu mencoba untuk membuat kita jauh dari Allah Ta’ala dengan godaan dunia yang menyesatkan. Dari sinilah peranan sholat dalam upaya benteng pertahanan imam kita dalam goadaan syetan karena sholat merupakan interaksi antara hamba dengan Sang Pencipta.

Firman Allah Ta’ala,

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ – وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,[45] (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. [46] Al-Baqarah 45:46

2. Menunjukan rasa taat secara mutlak pada Allah
Seperti suatu pekerjaan dimana ketika kita diperintah atau diberi tugas pada piminan maka kita harus mematuhi dan melaksanakannya. Demikian pula dengan Sholat, ketika seorang dipanggil oleh sang pencipta (Allah Ta’ala) maka kita harus melaksanakannya. Termasuk juga sholat, ketik adzan telah dikumandangkan maka manusia yang berimam langsung menghentikan segala aktifitas dunianya dan melangkahkan kakinya menuju masjid untuk menunaikan shalat.

3. Meningkatkan kesadaran akan kehidupan di dunia
Ketika hamba menyatakan dirinya beriman maka seorang hamba akan terikat oleh suatu kontrak (perintah Allah mengenai kebaikan dan larangan terhadap segala sesuatu yang berdosa) termasuk dalam mengerjakan sholat wajib 5 waktu yang tidak boleh untuk ditinggalkan. Bagi seorang muslim sejati tentu akan menyadari di dalam hatinya bahwa sholat merupakan hal yang akan diminta pertanggungjawaban pada hari kiamat kelak.

4. Meningkatkan pengetahuan kita
Ketika kita sedang mengerjakan sholat tentu saja kita akan membaca suatu hafalan surat atau ayat dalam rakaat. Apalagi jika kita memahami arti dari bacaan ayat dibacakan maka akan memberikan suatu ilmu pengetahuan terkait ayat tersebut. Dalam ayat Al-Qur’an juga merupakan bentuk petunjuk bagi hamba yang ingin mengetahui segala hukum dan perintahnya.

5. Menghasilkan kekompakan sosial umat islam
Dalam sholat berjamaah tentu akan terbentuk suatu kesatuan dan kekompakan yang nyata diantara umat islam. Bagaimana tidak?, setiap hari umat islam akan berkumpul duduk bersama, sholat bersama dan berdzikir bersama. Tentu hal ini akan menciptakan suasana saling sapa (sosialisasi) yang akan mengakibatkan terbentuk kekompakan yang kokoh.

Demikianlah Kultum Singkat Tentang Sholat 5 Waktu yang bisa kami sampaikan pada kalian semua. Semoga dengan mendengarkan/membaca kultum ini bisa mengantarkan kita satu langkah menuju keridhaan Allah Ta’ala.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh . . .