Hijab bukan Sekedar Fashion, Melainkan Kewajiban Ibadah Seorang Muslimah Sejati

Hadis Riwayat Hijab bukan Sekedar Fashion, ungkapan ini sering kita dengar sebagai seorang muslim, terlebih lagi seorang muslimah. Islam mengajarkan umatnya agar selalu menjaga kehormatannya baik itu laki-laki maupun perempuan.

Bagi seorang perempuan sifat kehormatan lebih banyak melekat jika dibandingkan dengan laki-laki. Banyak sekali bagian kehormatan yang harus dijaga, bahkan dari ujung kaki sampai ke ujung kepala merupakan kehormatan bagi seorang muslimah. Bahasan atau Bab tentang Hijab juga sudah Kami bahas secara jelas di tulisan sebelumnya. Bagi Kalian yang penasaran dan inginmengetahui lebih banyak lagi, silahkan baca Mengapa Wanita Muslim Harus Memakai Hijab?.

Hubungan Fashion Berhijab dan Kewajiban Ibadah

Fashion berhijab sudah sangat mengental di era serba teknologi sekarang ini. Banyak sekali berbagai model yang sudah dibuat untuk menunjang nilai keanggunan seorang muslimah. Para desainer terkenalpun berlomba-lomba untuk menciptakan inovasi model terbaru agar tidak ketinggalan minat para pemakainya. Walaupun ini merupakan persaiangan antara para desainer, bukan berarti persaingan ini menimbulkan dampak yang buruk. Justru dengan adanya berbagai model yang diciptakan membuat muslimah lebih tertarik lebih jauh lagi untuk mengikuti arus perubahan modern ini.

Baca: Sahabat Dunia dan Akhirat

Beberapa faktor yang membuat perkembangan fashion ini berkembang pesat adalah pergeseran makna hijab bagi muslimah dalam islam. Hal ini disebabkan karena masuknya modernisasi dari negara bagian timur yang memunculkan beberapa ide-ide model hijab dengan ciri khusus tertentu. Modernisasi inilah yang membuat berhijab bukanlah hanya sekedar menutup aurat, melainkan suatu trend fashion atau penampilan yang merebah di kalangan masyarakat.

Berbagai Model Hijab untuk Muslimah

Dalam berhijab sebenarnya tidak hanya dilihat dari sudut modelnya saja, melainkan dari fungsi utama hijab yang menyeluruh dengan maksud menutup segala perhiasan (aurat) seorang muslimah. Hijab juga selalu berkaitan dengan perilaku dan akhlak seorang muslimah, karena seorang muslim akan memandang seorang perempuan berhijab lebih terhormat daripada seorang perempuan yang mngumbar auratnya. Inilah yang kemudian menjadikan hijab selalu mengikuti trend modern dengan perkembangan antara minat muslimah dan model hijab yang muncul.

Berbagai Model hijab kemudian muncul dengan desain terbaru guna untuk menarik minat muslimah terhadap hijab bernuansa islami. Salah satu produk yang ditawarkan dari toko offline maupun online (Hijab.id) ialah penyediaan berbagai macam koleksi pakaian dan hijab muslimah. Koleksi Hijab.id dirancang dengan tampilan yang anggun dan nyaman dengan memperhatikan kualitas yang sangat baik. Pemilihan bahan berkualitas dan jahitan yang rapih membuat hijab ini menjadi sangat nyaman ketika digunakan. Berikut ini beberapa contoh hijab dari Hijab.id:

Model Hijab Casual Scarf

Hijab Casual Scarf
Model Casual Scarf dari Hijab.id

Model casual adalah hijab yang selalu identik dengan gaya berpakaian yang dikenakan ketika sedang bersantai. Walaupun casual selalu identik dengan celana, kaos, sandal dan sneakers ternyata Hijab.id menerapkannya kedalam model hijab. Dengan adanya model ini maka waktu bersantai kalian akan terasa lebih nyaman karena hijab ini sangat cocok untuk dibawa dalam suasana bersantai.

Model Hijab Syar’i Scarf

Model hijab Syar'i Scarf dari dropship hijab
Model Syar’i Scarf dari Hijab.id

Hijab dengan model syar’i menjadi populer akhir-akhir ini. Model hijab syar’i ini sebenarnya memiliki fungsi yang sama saja dengan hijab pada umumnya, hanya saja memiliki ciri yang berbeda secara khusus. Perbedaan inilah yang membuatnya semakin populer belakangan ini. Kata hijab syar’i yang selalu melekat dengan seorang muslimah tentu bisa membuatnya tertarik untuk menggunakannya karena istilah syar’i merujuk pada cara berpakaian yang muslimah yang baik sesuai dengan ajaran islam. Kedua model hijab diatas baik itu model casual scarf maupun model syar’i scarf yang Hijab.id sediakan tentu sudah memenuhi syariat islam, dimana fungsi utamanya untuk menutup perhiasan (aurat) seorang muslimah.

Baca: Keistimewaan Kedudukan Wanita dalam Islam

Tidak hanya menyediakan hijab saja, Hijab.id juga menyediakan berbagai macam pakaian bernuansa islami seperti atasan, bawahan dan dress yang begitu lengkap. Bahkan Hijab.id juga membuka pendaftaran dropship hijab jika Kalian ingin menjadi partner bisnis mereka. Banyak sekali keuntungan yang kalian dapatkan nanti karena Hijab.id juga akan memberikan harga khusus untuk Kalian para dropshiper. Kalian juga akan mendapatkan keuntungan yang bersifat ibadah karena Kalian akan mengajak muslimah lainnya untuk tetap menjaga perhiasannya (aurat) sebagai bentuk perlindungan diri dari Api Neraka. Ayo buruan bergabung menjadi bagian muslimah pengejar surga bersama Hijab.id 🙂

Keistimewaan Kedudukan Wanita dalam Islam

Hadis Riwayat – Wanita mempunyai kedudukan yang istimewa dalam islam, secara jelas islam menetapkan kedudukan wanita dalam islam dengan baik dan istimewa, namun terlepas dari itu banyak sekali stigma atau pandangan orang barat yang mengatakan bahwa islam menetapkan kedudukan wanita tidaklah adil, mereka mengatakan bahwa islam tidaklah adil, membatasi pergerakan dan aktifitas wanita, me no duakan kedudukan wanita setelah laki-laki, membatasi aktifitas mereka dan lai-lainnya. Anggapan tersebut tentunya sangatlah tidak benar, justru islam sangatlah mengistimewakan dan memuliakan kedudukan wanita, menjaganya serta menghormati wanita, islam pula telah menjelaskan kesetaraan antara laki-laki dengan perempuan dalam beramal sholeh.

Baca: Mengapa Wanita Muslim Harus Memakai Hijab?

Pandangan orang barat yang mengganggap bahwa islam tidak adil terhadap kedudukan perempuan mungkin bisa saja mereka belum mengetahui secara benar bagaimana islam memuliakan kedudukan wanita, orang barat tersebut terlalu awam terhadap islam bisa saja mereka hanya mendengar tentang isu-isu islam tanpa tahu kebenaran yang sesungguhnya. Berikut penjelasan megenai kedudukan wanita dalam islam.

Kedudukan Wanita Dalam Islam

Kedudukan Wanita dalam Islam

Sebelum cahaya islam datang, seluruh umat manusia memandang rendah dan hina terhadap kaum wanita, orang-orang Romawi bahkan membolehkan seorang suami membolehkan menjual istri dan anak perempuannya, orang-orang Yunani menganggap wanita hanyalah kesenangan semata, orang-orang Arab membolehkan seorang anak mewarisi istri ayahnya. Kaum wanita dahulu tidak berhak mendapatkan suatu harta warisan, bahkan di Arab ketika seorang wanita melahirkan bayi perempuan mereka akan mengubur hidup-hidup bayi perempuan tersebut, hanya karena alasan bayi tersebut berjenis kelamin perempuan!.

Cahaya islam pun datang dengan membawa risalah-risalah yang di bawa nabi Muhammad saw dan menerangi masa-masa kegelapan tersebut serta menjamin hak-hak  manusia tanpa memandang jenis kelamin

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa [4]: 19)

Dr. Abdul Qadir Syaibah berkata, “Begitulah kemudian dalam undang-undang Islam, wanita dihormati, tidak boleh diwariskan, tidak halal ditahan dengan paksa, kaum laki-laki diperintah untuk berbuat baik kepada mereka, para suami dituntut untuk memperlakukan mereka dengan makruf serta sabar dengan akhlak mereka.” (Huqûq al Mar`ah fi al Islâm: 10-11).

Islam sangat memuliakan kedudukan wanita , wanita sangatlah mulia kedudukannya oleh karena itu islam menerapkan aturan-aturan bagi kaum wanita yang tujuannya menjaga kaum wanita dari bahaya aturan-aturan tersebut bukan untuk membatasi aktifitas seorang wanita melainkan untuk menjaga wanita dari bahaya. Contohnya saja wanita muslim hendaknya berjilbab dan menutupi auratnya, aturan tersebut bukan untuk membatasi gerak-gerik atau aktifitas seorang wanita justru aturan tersebut untuk menjaga wanita tersebut.

Baca: Pengantin Bidadari Akhirat

Wanita juga dipandang sebagai madrasah pertama untuk anak-anaknya kelak, ya seorang wanita yang sudah menikah dan memiliki anak tentunya dia akan menjadi madrasah pertama untuk anaknya , maka dari itu wanita juga harus mendapatkan pendidikan baik dalam agama, pengetahuan dan keterampilan, agar ia kelak dapat membesarkan anaknya menjadi anak yang sholeh serta bertanggung jawab.

Hak dan Kedudukan Wanita Dalam islam

Islam telah menerapkan hak wanita sebagaimana hak laki-laki, islam telah menjamin hak, kedudukan, kehormatan, harta, jiwanya, dan perilakunya, semua itu sudah di lindungi oleh syariat islam

Dalam suatu ayat di Al-Quran menerangkan bahwa hak dalam beribadah dan mendapatkan pahala antara laki-laki dan perempuan itu sama.

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS. An Nisâ [4]: 124)

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi laki-laki, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Baqarah [2]: 228)

Ibnu Katsir berkata, “Maksud ayat ini adalah bahwa wanita memiliki hak atas laki-laki, sebagaimana laki-laki atas mereka. Maka, hendaknya masing-masing dari keduanya menunaikan hak yang lainnya dengan cara yang makruf.” (Tafsîr al Qur`ân al Adzîm: 1/609)

Muhammad al Thâhir bin ‘Asyûr berkata, “Ayat ini adalah deklarasi dan sanjungan atas hak-hak wanita.” (al Tahrîr wa al Tanwîr: 2/399).

Keistimewaan Wanita

Wanita merupakan mahluk Allah yang paling istimewa, maka dari itu selain menjamin hak-hak untuk wanita islam juga menerapkan aturan-aturan utuk wanita agar wanita terhindar dari bahaya. Seperti mutiara yang indah dan harus dijaga maka aturan-aturan dalam islam dimaksudkan untuk melindungi, menjaga kehormatan wanita, menjamin atas hak-haknya, mejaga martabat serata harga dirinya. Salah satu aturan yang sudah sedikit Saya singgung di atas yaitu tentang adab berpakain seorang wanita muslim yang harus menjga auratnya. Syariat-syariat tersebut telah di tetapkan Allah swt untuk kebaikan wanita tersebut karena wanita adalah mahluk yang istimewa dan mulia.

Mengapa Wanita Muslim Harus Memakai Hijab?

Hadis Riwayat – Beberapa tahun terakhir ini, selembar kain kecil yang sering kita sebut dengan hijab menimbulkan kegemparan yang berujung dengan konflik. Hijab yang digunakan untuk menutup aurat dibagian kepala wanita muslim ini menjadi berita utama di berbagai belahan dunia.

Sebagi seorang muslim sejati, ketika muncul persoalan konflik yang seperti ini Kita harus menanggapi dengan pikiran yang jernih. Kita harus tahu dimana letak kebenaran dan kesalahan yang timbul akibat perbedaaan pendapat dari berbabagi individu maupun kelompok. Sebab itu, Hadisriwayat membuat tulisan dengan tema hubungan antara hijab dan wanita dala islam.

Baca: Sosok 4 Wanita Terbaik Sepanjang Masa Dalam Islam

Mengapa Wanita Muslim Harus Memakai Hijab di Dalam Al-Quran
Mengapa Wanita Muslim Harus Memakai Hijab

Definisi Hijab Dalam Islam

Hijab adalah pakaian yang menutupi perhiasan (aurat) seorang wanita muslim. Islam juga mendefinisikan hijab sebagai pakaian yang menutupi apapun yang mungkin akan membangkitkan syahwat atau naluri negatif. Inilah yang akan membuat wanita muslimah akan merasa aman didalam lingkungan masyarat dan bahkan dimanapun dia sedang berada.

Islam juga sangat memeperhatikan dalam pemakaian hijab yaitu tidak membangkitkan naluri syahwat secara seksual bagi pria dan wanita. Sebagai wanita muslim sebaiknya sangat berhati-hati karena hijab selalu di arahkan kepada sikap baik dan buruk. Allah juga sangat jelas memerintahkan setiap muslim untuk menjaga dirinya sesuai dengan firman-Nya:

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Q.S An-Nur 24:31)

وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اٰبَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَاۤىِٕهِنَّ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التَّابِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَاۤءِ ۖوَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّۗ وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (hijab) ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (Q.S An-Nur 24:31)

Ayat diatas jelas memiliki gagasan yang jelas dan gamblang bahwa bahwa seorang muslimah harus memakai hijabnya sesuai dengan perintah Allah Subhanahuwata’ala. Allah mengatakan pada ayat ini, bahwa bentuk memakai hijab merupakan bentuk perlindungan diri atau benteng keimanan seorang wanita muslim agar terjaga dari berbagai fitnah dunia yang marak terjadi di era modern ini.

Baca: Amalan Ringan yang Dicintai Allah SWT

Hijab di Era Modern dan Milenial

Majunya teknologi dan informasi maka seorang muslim harus dipaksa mengikuti perkembangan zaman yang ada pada saat ini. Hijab pada saat ini ternyata bukan sekedar sepotong kain saja, melainkan juga sebagai gaya berpakain (fashion) yang perkembangannya terus meningkat diseluruh negara islam seperti Indonesia.

Islam sangat peduli dengan nilai kohesi yang bersifat kemoralan, kode etik, kesopanan dan penghormatan. Nilai ini yang menjadikan hijab sebagai bentuk batasan moral antara laki-laki dan perempuan.

Era modern ini menjadikan hijab sangatlah mudah didapatkan dengan berbagai teknologi yang sudah berkembang pesat, salah satunya dengan cara membelinya melalui toko online hijab.id yang menyediakan banyak sekali model hijab seperti model Casual Scarf dan Syar’i Scarf . Bahkan tidak hanya hijab saja, disini juga menyediakan produk pakaian seperti atasan, bawahan dan dress yang sangat bagus tentunya. Hijab.id juga menerima dropship hijab buat kalian yang ingin menjadi partner bisnis penjualan mereka, tentu saja banyak keuntungan jika kalian menjadi partner bisnis mereka. Jika Kalian ingin tahu lebih banyak lagi mengenai Hijab.id Kami sudah membahasnya secara terpisah Disini.

Perkembangan Muslim di Seluruh Dunia

Perkembangan Muslim di Seluruh Dunia – 1400 tahun yang lalu, Allah mengirim Malaikat Jibril untuk mewahyukan agama Islam kepada Muhammad (saw). Allah menjadikan Dia (Muhammad) dari manusia biasa menjadi Nabi yang terakhir. Muhammad diberikan tanggung jawab untuk membimbing umat manusia menuju kebenaran dengan menyembah satu Tuhan saja (Allah Ta’ala).

Muhammad (saw) menyarankan sesama Arab di Mekah untuk melepaskan penyembahan berhala mereka menuju Keesaan Allah. Muhammad memperingatkan mereka tentang kehidupan setelah kematian di mana mereka akan bertanggung jawab atas kejahatan yang mereka lakukan seperti paganisme, pergaulan bebas, dan kesukuan kecil.Muhammad juga memberikan kabar baik tentang surga kepada mereka yang menaati Allah dan Nabi-Nya dan menjalani kehidupan sosial dengan penuh kebaikan.

Awal Mula Persebaran Muslim di Seluruh Dunia

Peta Persebaran Muslim di Dunia
Peta Persebaran Muslim di Seluruh Dunia

Nabi Muhammad (saw) dan sekelompok kecil pengikutnya mengalami penganiayaan, boikot, pengasingan, dan peperangan sebelum mereka akhirnya menerima penerimaan dan kesuksesan. Delapan tahun setelah Muhammad dan para pengikutnya meninggalkan Mekah, mereka kembali ke kota asalnya 10.000 orang dalam revolusi damai dan spiritual.

Pesannya yang kuat dan kepribadiannya yang luar biasa telah mengalahkan musuh-musuh Islam yang paling kuat. Terkesan oleh relevansi, resonansi, dan rasionalitas pesan tersebut, orang-orang Arab memeluk Islam dalam secara serentak. Pada saat Muhammad (saw) meninggal, dua puluh tiga tahun yang lalu ia pertama kali mulai menyebarkan tugas yang diberikan oleh Allah Ta’ala, seluruh Semenanjung Arab telah menjanjikan kesetiaan mereka kepadanya.

Islam telah berubah dari peradaban masyarakat yang bodoh menuju peradaban yang paling tercerahkan dalam sejarah. Iman mereka memberi batu loncatan kepada kaum Muslim dengan pencapaian yang tak tertandingi dalam hak asasi manusia, seperti pemberian hak terhadap perempuan, ekspedisi militer, beasiswa, penemuan, institusi, hukum dan seni, dan kemajuan lainnya.

Komitmen Islam Terhadap Kebebasan Menganut Kepercayaan

Sejak awal, Islam berkomitmen terhadap kebebasan beragama. Oleh karena itu, kerajaan Muslim, dari Bani Umayyah hingga Abbasiyah hingga Ottoman, terkenal karena toleransi dan hidup berdampingan secara damai dengan orang-orang dari agama yang berbeda. Palestina, sebidang tanah untuk orang Yahudi, Kristen, dan Muslim, berfungsi sebagai ciri khas sifat Islam ini: ketika Muslim menaklukkan Palestina pada 637 Masehi, mereka mengundang orang-orang Yahudi untuk menetap di tanah suci setelah 500 tahun pengasingan; ketika umat Islam merebut kembali Palestina dari Tentara Salib pada tahun 1187 Masehi, mereka memastikan jalan yang aman bagi orang-orang Kristen yang sangat kontras dengan pertumpahan darah yang dialami para Tentara Salib pada tahun 1099.

Lebih jauh lagi, Islam berakar secara bertahap pada orang-orang yang ditaklukkan meskipun kecepatan yang digunakan Muslim memperluas kekuasaan mereka, memperkuat kebebasan yang digunakan orang untuk mempraktikkan agama mereka di negara Muslim. Bahkan, di banyak daerah di dunia, Islam menyebar melalui perdagangan, interaksi, dan pernikahan antar suku maupun ras. Hingga akhirnya, Islam memengaruhi kehidupan ke mana pun ia pergi, menghasilkan warisan yang telah membentuk dunia seperti yang kita kenal sekarang. (Lihat Sepuluh Populasi Muslim Terbesar)

Dalam pidatonya tahun 1993 tentang “Islam dan Barat” di Teater Sheldonian, Oxford, Pangeran Charles mengakui warisan ini dan menyesalkan pengabaian historisnya dengan kata-kata berikut:

Jika ada banyak kesalahpahaman di Barat tentang sifat Islam, ada juga banyak ketidaktahuan tentang hutang budaya dan peradaban kita ke dunia Islam. Itu adalah suatu kegagalan, yang berasal, dari jaket lurus sejarah, yang telah kita warisi. Dunia Islam abad pertengahan, dari Asia Tengah hingga Atlantik, adalah dunia tempat para cendekiawan dan pria yang belajar untuk berkembang. Tetapi karena kita cenderung melihat Islam sebagai musuh Barat, sebagai budaya asing, masyarakat, dan sistem kepercayaan, kita cenderung mengabaikan atau menghapus relevansinya yang besar dengan sejarah kita sendiri.

Dengan semangat dan harapan untuk mengangkat lelang kontribusi 1000 tahun dan dampaknya bagi dunia modern kita, bagian ini menyoroti warisan sejarah Islam sebagai penyebaran ke Asia, Eropa, dan Afrika.

Selain itu, selama beberapa abad terakhir, minoritas Muslim telah muncul di setiap area di dunia, dari Amerika hingga Australia. Sekitar tujuh juta Muslim tinggal di Amerika Serikat, mewakili komunitas Muslim paling beragam di dunia. Kehadiran Muslim ini juga dieksplorasi dalam bagian ini untuk menunjukkan keterlibatan berkelanjutan umat Islam di seluruh dunia.

Tata Cara Bersuci Saat Istihadhah

Darah istihadhah seringkali membuat bingung kaum hawa. Pasalnya, darah ini datang diluar kebiasaan haid namun sulit membedakannya dengan darah haid. Kebingungan pun makin menjadi ketika hendak beribadah, mengingat keduanya memiliki hukum fiqh yang berbeda.

Keabsahan ibadah yang berkaitan dengan keduanya sangatlah berbeda. Jika haid dihukumi seperti nifas, yakni dilarang shalat, puasa dan ibadah lain, maka istihadhah tidaklah demikian. Muslimah yang mengalami istihadhah masih diwajibkan shalat dan puasa layaknya saat suci. Hanya saja, ada aturan-aturan bersuci sebelum melakukan shalat.

Namun sebelum melakukan tata cara bersuci istihadhah, hendaklah dipastikan terlebih dahulu bahwa darah yang keluar bukanlah darah haid. Hal ini terkait dengan mandi wajib yang memisahkan haid dengan istihadhah. Perhitungan hari juga patut dilakukan dalam kondisi tertentu.

Menurut Syaikh As Sa’di ada tiga kondisi yang perlu diperhatikan terkait haid dan istihadhah. Berikut ketiganya secara berurutan;

1. Pertama yakni menyesuaikan kebiasaan tanggal haid

Jika darah keluar bukan di tanggal biasa haid, maka itu adalah istihadhah. Begitu pula jika darah keluar terus menerus melebihi tanggal biasa haid, maka sisa hari dihitung sebagai istihadhah. Usai tanggal biasa haid, diharuskan bersuci dan mandi wajib. Jika darah tetap keluar, maka itu istihadhah dan tetap dianggap telah suci.

2. Kondisi kedua yakni jika wanita tak memiliki kebiasaan haid yang teratur

Tanggal biasa haid nya selalu berubah. Untuk kondisi ini, maka cara membedakan istihadhah dan haid dengan melihat sifat darah. Darah haid identik kental, berbau busuk dan berwarna gelap. Sementara darah istihadhah nampak cair, tak berbau dan merah terang.

3. Kondisi terakhir yakni jika tak dapat membedakan sifat darah dan tak memiliki kebiasaan haid teratur

Hal ini tentu menyulitkan untuk mengetahui perbedaan antara haid dan istihadhah. Menurut As Sa’di, jika terjadi kondisi demikian maka hitunglah enam hingga tujuh hari setiap bulannya. Hitungan tersebut dianggap sebagai waktu haid. Selepas itu, mandi wajib dan menjalankan ibadah seperti biasa meski masih keluar darah. Karena selepas hitungan sepekan dianggap darah istihadhah.

Lalu bagaimana bersuci dari istihadhah? Pada dasarnya istihadhah layaknya saat suci tak keluar darah apapun. Semua hukum fiqh wanita istihadhah pun sama dengan wanita suci. Hanya saja, ada pengecualian saat hendak shalat. Ada aturan ataupun tata cara yang perlu dilakukan wanita istihadhah sebelum beribadah.

Cara pertama yakni dengan mencuci bekas darah istihadhah setiap kali hendak shalat. Pastikan tidak ada bekas darah yang menempel di tubuh saat shalat. Kemudian selanjutnya, berwudhu setiap kali hendak shalat. Maksudnya, wanita istihadhah tidak dapat melakukan satu kali wudhu untuk beberapa waktu shalat. Ia diharuskan berwudhu setiap hendak shalat meski tidak ada yang membatalkan wudhunya. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah kepada Fatimah Bintu Abis Hubaisy ketika sang shahabiyah bertanya perihal istihadhah, “Kemudian wudhu’lah engkau setiap kali hendak shalat,” (HR. Al Bukhari).

Lalu tata cara berikutnya, yakni menyumbat aliran darah agar tidak keluar. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan kain, kapas ataupun pembalut. Hamnah bintu Jahsyin bertanya kepada nabi mengenai istihadhah yang selalu menimpanya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun memberikan tuntunan, “Aku arahkan agar kau menggunakan kapas, karena dia akan bisa menahan darah,” sabda nabi. Namun kemudian Hamnah berkata, “Sesungguhnya alirannya deras sekali”. Nabi kemudian bersabda, “Jikalau begitu pakailah kain.” Namun Hamnah berkata masih terlalu deras. Beliau bersabda, “Ikatlah dengan kuat,” HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dan Ahmad.

Dalam hadits lain, Rasulullah bahkan memaklumi jikalau darah istihadhah terlalu deras dan tak dapat disumbat saat shalat. Beliau bersabda kepada Fathimah bitu Abi Hubaisy, “Kemudian shalatlah walaupun darah tetap keluar dan menetes di alas shalat,“ (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Sosok 4 Wanita Terbaik Sepanjang Masa Dalam Islam

Apa kalian mengetahui siapa wanita yang akan menjadi pemimpin bagi para wanita ahli surga? Sebagai seorang muslim pastinya sudah mengetahui siapa mereka? Mereka adalah empat wanita yang atas keteguhan imannya, ketabahan dirinya, kesetiannya kepada Allah dan kemuliaan akhlaknya terhadap Allah SWT sudah tidak diragukan lagi. Keempat wanita ini adalah permata dunia yang terpuji, tersanjung lagi terbaik derajatnya di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Wahai para muslimah, inilah keempat wanita itu :

1. Khadijah binti Khuwalid

Dialah istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Sang Ummul Mukminin, ibunda bagi kaum mukmin. Pejuang Islam pertama yang selalu berdiri di sisi Rasulullah, baik di kala suka maupun duka, sampai Izrail menjemput ruhnya dengan berita yang indah—surga tempat kembalinya.

Khadijah merupakan wanita yang lahir dari keluarga yang kaya raya dan terpandang. Namun, berkat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, kecerdasan yang tinggi dan mampu menghindari dari hal-hal yang tercela, membuat dirinya dikenal sebagai Ath-Thahirah (wanita suci).
Sebagai seorang istri, sosok Khadijah tidak pernah lepas dari gambaran wanita yang setia, sebab ia rela mengorbankan harta, pikiran, jiwa dan raga bagi kepentingan dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sekalipun ia harus menderita karenanya. Semua perjuangan itu menjadikan Khadijah sebagai salah satu wanita yang paling mulia di hadapan Allah.

Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa Jibril pernah menemui Rasulullah dan berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, Khadijah sebentar lagi akan datang sambil membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka, jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dariku. Dan sampaikan pula kabar gembira untuknya, yaitu sebuah rumah dari mutiara-mutiara di surga. Tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.” (HR. Bukhari)

Begitu teguhnya iman Khadijah pada Allah, kemuliaan akhlaknya sebagai seorang istri dan ketulusan cintanya kepada Rasulullah membuat Rasulullah tak dapat melupakannya sekalipun Khadijah telah lama wafat.

Diriwayatkan dari Aisyah Radiyallahu ‘Anha, bahwa ia berkata, “Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari.

Aku cemburu dan berkata, ‘Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah menggantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau?’
Maka Rasulullah marah sampai berkerut dahinya, kemudian bersabda, ‘Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya! Sungguh ia telah beriman saat manusia mendustakanku, menolongku dengan hartanya di saat manusia menjauhiku dan dengannya Allah mengkaruniakan anak padaku, tidak dengan wanita (istri) yang lain.’

Aku pun berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.”

2. Fatimah binti Muhammad

Dalam shahih Muslim, menurut syarah An-Nawawi, Rasulullah pernah bersabda, “Fatimah merupakan belahan jiwaku. Siapa yang menyakitinya, berarti ia telah menyakitiku.”

Fatimah merupakan wanita yang terpandang, bukan hanya sebab keturunannya, melainkan kemantapan agamanya pula. Fatimah mewarisi sifat mulia Rasulullah sabar, berakhlak mulia, dan cerdas sehingga membuatnya disegani oleh banyak kalangan, terutama oleh kaum adam.

Namun, hanya Ali bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu saja yang berhasil mendapatkan cinta sucinya. Dari keluarga mulia inilah, lahir dua sosok yang amat pemberani lagi bijaksana; Hasan Radiyallahu ‘Anhu dan Husein Radiyallahu ‘Anhu, cucu-cucu Rasulullah yang tercinta.

Dalam suatu riwayat di sebutkan, Fatimah datang ke hadapan Rasulullah dan beliau menyambutnya dengan gembira. Kemudian, Rasulullah menyuruhnya duduk di sebelah kanannya (atau kiri) dan berbisik di telinganya. Seketika, Fatimah menangis keras. Namun, ketika Rasulullah berbisik untuk kedua kalinya, Fatimah justru tersenyum dan berhenti bersedih. Siti Aisyah yang melihatnya segera bertanya kepada putri Rasulullah itu,

“Wahai Fatimah, apa yang dikatakan oleh Rasulullah, sehingga engaku menangis dan tertawa?”

Fatimah menjawab, “Sesungguhnya, aku tidak akan menyiarkan rahasia yang telah Rasulullah sampaikan kepadaku.”

Beberapa waktu setelahnya, Rasulullah wafat, kemudian Aisyah bertanya lagi kepada Fatimah perihal bisikan Rasulullah kepada putri tersayangnya itu. Kali ini, Fatimah menjawab, “Bisikan yang pertama, Rasulullah mengabarkan kepadaku bahwa Jibril biasanya memeriksa bacaannya terhadap Al-Qur’an sekali dalam setahun kepada beliau, dan saat itu ia memeriksanya dua kali. Maka, Rasulullah bersabda, ‘Sungguh ajalku sudah dekat. Takutlah kepada Allah dan bersabarlah. Aku adalah sebaik-baiknya orang yang mendahuluimu.’

Mendengarnya, aku pun menangis sebagaimana yang engkau ketahui. Lalu, beliau berbisik lagi, ‘Wahai putriku, Tidakkah engkau senang menjadi penghulu wanita ahli surga dan menjadi orang pertama dari keluargaku yang akan menyusulku?’ Setelahnya, aku pun tertawa seperti yang engkau lihat.”

3. Maryam binti Imran

Siti Maryam merupakan wanita mulia yang lahir dari rahim Hannah binti Yaqudz. Ayahnya adalah seorang imam Masjid Aqsha yang terkenal akan kesholehannya. Sayang, Maryam harus rela ditinggalkan oleh sang ayah sebab ajal yang menjemputnya tiba-tiba. Sementara sang bunda, sudah mengikhlaskan anak semata wayangnya demi kepentingan agama dan menyerahkannya kepada Nabi Zakariya, pamannya, untuk dirawat dan dididik ilmu agama di Baitul Maqdis. Maka, dimulailah perjalanan hidup Maryam yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan.

Maryam yang tumbuh menjadi wanita suci dan tak pernah berani mendekati zina, kedatangan seorang tamu pria. Ia berparas sempurna, membuat Maryam menjadi was-was dan terus mengingat-Nya. Ternyata, dia adalah malaikat Jibril yang diutus Allah untuk mengkaruniakan kepadanya seorang anak yang mulia dan bertugas untuk memperjuangkan agama Allah—Nabi Isa ‘Alaihissalam. Atas kekuasaan Allah, Maryam yang tak pernah tersentuh oleh lelaki bukan mahramnya bisa hamil dan melahirkan Nabi Isa.

Masyarakat curiga melihat keanehan itu dan menuduh Maryam sebagai seorang pezinah. Kemudian, Allah menjadikan Nabi Isa yang masih dalam ayunan berkata, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikanku seorang nabi,” (QS. Maryam: 30). Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakan Maryam binti Imran dari seluruh wanita di zamannya.

4. Asiyah binti Muzahim

Asiyah adalah wanita berakhlak mulia yang harus menjadi istri dari seorang Fir’aun yang zhalim. Asiyah yang mendapat pentunjuk dari Allah, menemukan Nabi Musa ‘Alahissalam yang masih bayi di pinggiran sungai Nil. Sebab dirinya merindukan seorang anak, maka diangkatlah Nabi Musa menjadi anak dari Asiyah dan Firaun sebagai bapaknya.

Karena ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Nabi Musa menentang kezhaliman ayah angkatnya sendiri dan menyiarkan kebenaran tauhid yang sejati. Asiyah yang melihat kebenaran itu menjadi takjub dan beriman atas Allah sebagai Tuhannya dan Nabi Musa sebagai utusan-Nya. Tak peduli apa kata orang kala itu, Asiyah berkata apa adanya di hadapan sang tiran. Tentu saja, Fir’aun naik pitam dan menghukum Siti Asiyah dengan seberat-beratnya.

Namun, di tengah siksaan dunia yang kejam itu, para malaikat menaunginya dan Asiyah berdoa, “Ya Rabb, bangunkanlah sebuah rumah bagiku di sisi-Mu dalam surga.” Maka, seketika Allah memperlihatkan rumah baginya yang telah di sediakan. Sesaat sebelum para algojo membunuhnya, Allah memerintahkan malaikat-Nya untuk membawa ruh Asiyah, sehingga ia tidak tersiksa lebih lama lagi.

Itulah kisah para wanita termulia sepanjang zaman. Tidakkah kita semua merindukan kemuliaan di sisi-Nya? Maka, mulailah meneladani sikap dan perjuangan kaum-kaum terdahulu. Jangan sampai terlena oleh manisnya dosa-dosa dunia yang semakin marak di akhir zaman ini, agar tak merugi di akhir waktu nanti. Wallahu’alam.