Cara Paling Sederhana Menghafal Al-Qur’an yang Cepat dan Mudah

Mempunyai ingatan yang kuat adalah suatu keinginan yang sering ingin dicapai oleh setiap manusia di dunia ini. Bahkan, tidak hanya untuk menghafal materi yang berhubungan dengan dunia saja, dalam urusan menghafal Al-Qur’an juga merupakan keinginan yang kuat bagi setiap muslimin dan muslimah. Namun, bukan perkara yang mudah jika semua itu tidak disertai dengan niat ikhtiyar yang teguh dan istiqomah.

Cara Menghafal Al-Qur’an

Jika, hanya suatu keinginan saja maka hanya akan mendatangkan hasil yang nihil. Bahkan orang yang seperti ini juga tidak akan bisa menghafal sedikit ayat-ayat Al-Qur’an yang ia baca berulag-ulang kali. Oleh sebab itu, marilah kita teguhkan hati dengan niat kokoh agar mampu untuk menghafal Al-Qur’an (ayat-ayat suci Allah).

Cara Menghafal Al-Qur’an yang Cepat dan Mudah

Sebenarnya cara menghafal Al-Qur’an ini sudah ada caranya dizaman Rasulullah, terbukti di masanya banyak sekali penghafal Ayat-ayat Al-Qur’an dan bahkan ribuan hadis yang hidup di masanya. Namun seiring dengan berkembangnya zaman, maka para ahli/pakar/ulama yang sudah mendalami cara-cara menghafal sudah banyak sekali bermunculan. Oleh karenanya pada tulisan ini, kami akan membagikan suatu tips/cara menghafal Al-Qur’an secara sederhana didalam islam.

Tingkatkan Takwa, Disini kami tidak akan membahas metode, melainkan pesan-pesan Al-Qur’an. Hal ini karena metode tidak menentukan keberhasilan dalam menghafal, walaupun jika ada metode sehebat apapun ketika Allah tidak berkehendak maka tidak akan masuk. Maka tipsnya adalah tingkatakan takwa, dekati Allah Ta’ala yang mempunyai firmannya karena Al-Qu’an bukan makhluk.

Ikhlaskan Niat, Jangan pernah belajar menghafal Al-Qur’an dengan tujuan menjadi hafidz. Walupun hal itu dipersalahkan tetapi hal itu sudah mengurangi keikhlasan. Jika Anda ingin menghafalkan Al-Qur’an maka hafalkan saja, semua terserah Allah apakah akan diridhoi ataupun tidak. Bahkan ada sebuah kasus dimana Allah membuatnya tidak hafal-hafal dalam waktu yang sangat lama, berarti Allah sangat menyayangi hambanya karena hamba yang sedang menghafalkan Al-Qur’an pasti akan mengulang setiap hurufnya (bukankah setiap huruf itu 10 kebaikan).

Yakinkan pada diri kita, yakinkan pada diri kita bahwa kita sanggup untuk menghafalkannya. jangan pernah sesekali merasa patah semangat dan ingin berhenti untuk melanjutkan menghafal Al-Qur’an.

Mulai Berikhtiyar, mulalilah mencoba menghafal dari segala metode. Pertama kenali terlebih dahulu metode yang mudah diterapkan pada diri Anda, misal saja Anda lebih menyukai dan lebih nyaman ketika menerapkan metode membaca sebanyak-banyaknya dan menghafal kemudian maka itulah yang dianggap lebih baik dari metode yang lain.

Keutamaan Menghafal Al-Qur’an

Apa saja keutamaan menghafal Al-Qur’an? Sebenarnya sangat banyak sekali manfaatnya. Namun disini Kami akan menjelaskan secara poin-poinnya saja.

  1. Alllah akan meridhai para penghafal Al-Qur’an
  2. Al-Qur’an akan menjadi syafaat dan penolong
  3. Perisan dan benteng kehidupan
  4. Mendapatkan mahkota dari cahaya di hari kiamat
  5. Kedua orang tua diberikan jubah kemuliaan yang tidak bisa ditukarkan dengan seisi dunia
  6. Ditempatkan di surga tertinggi
  7. Menjadi orang yang berilmu dan tidak sombong
  8. Menambah keimanan pada jiwa
  9. Kenikmatan yang tiada bandingannya
  10. dan masih banyak lainnya.

 

Esensi Taqwa akan Memudahkan dari Segala Persoalan Kehidupan

Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk sekedar dibaca saja, melainkan untuk dipahami isinya dan diterapkan pada kehidupan kita. Didalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa siapa saja yang ingin meningkatkan takwanya kepada Allah Ta’ala, Maka setiap kesulitan yang engkau alami dalam hidup akan Allah mudahkan dan berikan solusinya. Firman Allah Ta’ala,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

Ayat diatas menjelaskan bahwa semua manusia yang hidup akan lekat pada persoalan dan masalah, jadi tidak ada manusia hidup yang tidak mempunyai masalah. Allah Ta’ala menciptakan masalah untuk membuat hidup kita lebih berkualitas bukan jadi bermasalah.Allah akan menguji kalian yang hidup dengan persoalan kehidupan. Termasuk orang yang dalam kesehariannya terlihat tenang-tenang saja, tersenyum dan gembira pasti akan Allah uji dengan persoalan kehidupan.

Al Qur’an mengatakan bahwa orang yang takwa sebenarnya mudah menuntaskan masalah (tidak ada biaya yang mahal ataupun tenaga yang sulit), yaitu cukup tingkatkan takwa maka solusi akan datang.

Takwa Akan Memudahkanmu dalam Urusan Rezeki

Tidak hanya dalam urusan masalah saja, bahkan urusan rizki pun Allah juga akan mudahkan persoalannya. Firman Allah,

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ

Artinya: Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya.

Pada umumnya jika seseorang menginginkan rezeki maka ia akan mencari, namun dalam ayat diatas menjelaskan bahwa sesuatu yang tidak dicaripun akan datang menghampirinya. Teori rezeki sebenarnya terbagi menjadi dua di dalam Al-Qur’an, yaitu rezeki yang kita cari (keadilan Allah) dan rezeki yang mencari-cari kita (keutamaan Allah). Untuk lebih jelasnya kan Kami muat dibawah ini,

  1. Rezeki yang kita cari (عدالة الله)/keadilan Allah, maksudnya semua manusia diberikan kesempatan yang sama untuk mencari rezeki. Manusia diberikan kesempatan mencari rezeki dengan peluang yang terbuka.
  2. Rezeki yang mencari-cari kita ((فضيلة الله)/keutamaan Allah, yaitu dikatakan dalam Al-Qur’an ketika orang yang meningkatkan takwa maka rezeki akan datang menghampiri, bukan mereka yang mencarinya.

Hubungan Takwa dengan Rezeki

Takwa Akan Menghantarkan pada kunci persoalan hidup

Jangan beranggapan bahwa rezeki itu selalu dalam bentuk materi (uang, barang maupun jabatan). Dalam Al-Qur’an diterangkan bahwa hal-hal yang bisa disebutkan dengan rezeki juga bisa seperti keturunan, ketenangan, ketentraman, kesehatan dan sebagainya. Kenapa bisa begitu?, karena dalam persoalan tertentu ketenangan, kesehatan dan ketentraman jauh lebih penting daripada dengan rezeki yang kita pegang. Misalnya belum tentu orang yang mempunyai harta benda (materi) yang melimpah juga akan mempunya rasa ketenangan dalam jiwa dan hatinya, berkebalikan seperti halnya dengan orang mempunyai ketenangan dalam jiwanya tetapi mereka tidak mempunyai harta yang melimpah. Dari persoalan diatas maka persoalan ketenangan akan lebih berharga dari harta yang dipegang.

Bagaimana Cara Meningkatkan Takwa Agar Hidup Mudah

Sebelum kita menuju pada pembahasn ini maka perhatikan dengan jeli permasalahan berikut ini,
Jika ada seseorang dalam hidupnya mengalami persoalan dan tidak pernah tuntas, padahal dari sisi yang lain barangkali kedudukan tinggi, harta benda melimpah tapi ketika mendapatkan masalah tidak pernah selesia persolannya. Ketika dikantor mungkin bisa jadi juara, namun ketika dirumah selalu saja tidak bisa apa-apa atau sebaliknya.” Jadi silahkan Anda cek lagi takwanya, lalu bagaiman cara meningkatnya?, pokok pembahasannya ada dala Al-Qur’an Al-Baqarah ayat 2-3;

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Pada ayat kedua tidak dikatakan sholat saja, melainkan (يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ) yang menyempurnakan shalatnya. Jadi dikatakan dalam Qur’an pertama sederhana, jika ingin meningkatkan takwa maka tunaikan sholat. Secara logika maka ketika orang yang menunaikan sholat maka segala persoalan dan masalah akan terselesaikan. Namun persolannya, kenapa didapati orang yang setiap hari sholat bahkan 5 kali dalam sehari yang fardhu dan ditambah dengan yang sunnah banyak sekali masalah masih saja tidak selesai-selesai?. Jawabannya ada pada kata (يُقِيمُونَ), yaitu ketika seseorang menunaikan sholat tidak sempurna dalam menunaikannya. Ada kisah tentang orang yang salah sholatnya, kemudian diangkat didalam hadis yang diriwiyat Abu Hurairah,

عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ وَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَرَجَعَ يُصَلِّي كَمَا صَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلَاثًا فَقَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِي فَقَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا وَافْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا

Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke masjid, kemudian ada seorang laki-laki masuk Masjid lalu shalat. Kemudian mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menjawab dan berkata kepadanya, “Kembalilah dan ulangi shalatmu karena kamu belum shalat!” Maka orang itu mengulangi shalatnya seperti yang dilakukannya pertama tadi. Lalu datang menghadap kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberi salam. Namun Beliau kembali berkata: “Kembalilah dan ulangi shalatmu karena kamu belum shalat!” Beliau memerintahkan orang ini sampai tiga kali hingga akhirnya laki-laki tersebut berkata, “Demi Dzat yang mengutus anda dengan hak, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari itu. Maka ajarkkanlah aku!” Beliau lantas berkata: “Jika kamu berdiri untuk shalat maka mulailah dengan takbir, lalu bacalah apa yang mudah buatmu dari Al Qur’an kemudian rukuklah sampai benar-benar rukuk dengan thuma’ninah (tenang), lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak, lalu sujudlah sampai hingga benar-benar thuma’ninah, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga benar-benar duduk dengan thuma’ninah. Maka lakukanlah dengan cara seperti itu dalam seluruh shalat (rakaat) mu”. [HR. Bukhari (793), Muslim (397)]

 

Sudahkah Shalat Membuatmu Menjadi Taat?

Kaidah Sholat Bagi Orang Muslim

Orang yang sholatnya benar dijamin langsung oleh Al-Qur’an akan dijadikan orang yang baik dalam kehidupan. Singkatnya orang sholat pasti jadi orang baik, sikap dan sifatnya baik. Dalilnya terdapat pada QS. Al-Ankabut: 45,

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Artinya: “…Sungguh sholat yang dikerjakan dengan benar itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar…” (QS. Al-Ankabut: 45)

Tafsir ayat diatas mempunyai kata sifat ma’rifah yang diartikan mempunyai artian khusus, yaitu penunaian shalat harus dikerjakan sesuai aturannya. Sebenarnya kata yang menggunakan makna ibadah di Al-Qur’an itu menggunakan makna ma’rifah. Ada sebuah riwayat bahwa pada zaman Nabi ada seorang sahabat yang sedang mengerjakan sholat di masjid Nabawi, dan ketika sholat keluar dari aturan belum maksimal mengerjakannya, kata Nabi “Ulangi Sholatnya”. Apalagi kita yang hidup dizaman ini bahwa kita bukan sahabat Nabi, bukan tetangga nabi, jauh dari nabi sholatnya bukan dimasjid di masjid Nabi. Merasa aman dengan sholatnya maka itu mustahil. Nah, sekarang jika anda benar mengerjakan sholatnya maka sholat akan mencegah dirinya dari dua sumber keburukan.

Sholat akan mencegah dirimu terhadap perilaku buruk dan munkar
Sholat akan mencegah dirimu terhadap perilaku buruk dan munkar

Sholat Mencegah dari 2 Sumber Keburukan

Orang yang sikapnya dan sifatnya buruk hanya dua sumbernya yaitu,

  1. (فَحْشَا) keburukan yang bersumber dari syahwat seperti kata-kata jorok, pornografi, pornoaksi. Jadi sangat mustahil jika orang yang mengerjakan sholat lisannya masih berkata perkataan yang kotor. Namun masih terdapat juga hal yang aneh, ketika orang sholat tetapi lisannya masih berkata perkataan yang kotor sehingga bisa dipastikan pasti ada yang salah dengan sholatnya. Orang sholat pandangan masih belum bisa diatur, semuanya dilihat maka ada yang salah dengan sholatnya
  2. (مُنْكَرِ) keburukan yang diingkari oleh hati yang  bersumber dari nafsu perut dan akal seperti mencuri, korupsi, merampok, membunuh (tingkat kemungkaran paling tinggi yang balasannya neraka jahannam). Apalagi membunuh orang-orang yang beriman, maka jelas balasannya neraka jahannam. QS. An-Nisa: 93,

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Artinya: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa: 93)

Siapa yang dengan sengaja merencanakan pembunuhan terhadap seorang beriman (satu saja nyawa orang beriman tumpah) maka tempatnya adalah neraka jahanam, Allah Murka terhadap orang itu, akan dilaknat olehh Allah dan sediakan siksa yang berlipat. Bahkan orang-orang semacam ini akan masuk neraka tanpa hisab, QS. Al-Kahf: 100-101,

الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَنْ ذِكْرِي وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا – وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضًا

Artinya: dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas, yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar.

Sholat yang benar
Sudahkah Sholatmu Sudah Benar?

Pada hari kiamat nanti Allah akan tampilkan neraka jahanam sejelas-jelasnya pada orang yang ingkar. Ada orang-orang yang sibuk memikirkan kitab/raportnya di yaumul hisab (ada yang ditangan kanan, tangan kiri dan punggungnya). Tiba-tiba ada yang bertanya-tanya dan memikirkan tentang kitabnya akan seperti apa dan dimana, maka Allah mengatakan kepadanya untuk tidak memikirkannya dan langsung menunjukan neraka jahanam sebagai tempatnya. Selanjutnya pada ayat 101 dikatakan bahwa bukan hanya orang kafir saja, melainkan ada orang-orang yang diberikan penglihatan namun tidak mau melihat-Nya, diberikan pendengaran tidak mau mendengar yang baik-baik, bahkan diantaranya ada orang yang munafik. Munafik disini mempunyai artian bahwa mereka mengetahui ayat-ayat Allah tapi di ingkari isinya dengan melakukan maksiat walaupun paham dengan isinya, maka orang seperti ini akan masuk neraka terlebih dahulu dibandingkan dengan orang kafir seperti yang telah Allah firmankan:

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا

Artinya: Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” (QS. An-Nisa: 140)

Hadist Tentang Sholat Jumat

Bagi seorang muslim sholat jumat merupakan suatu kewajiban yang harus di kerjakan dan tidak boleh ditinggalkan. Seorang muslim yang berumur 20 tahun setidaknya telah menunaikan jumat kurang lebih sebanyak 650 kali dalam hidupnya. Bila seorang berusia 30 tahun setidaknya telah menunaikan jumat kurang lebih 1150 kali dalam hidupnya. Jika seorang berusia 40 tahun setidaknya telah menunaikan jumat kurang lebih sebanyak 1650 kali dalam hidupnya. Namun pertanyaannya, dari sekian ratus dan ribu jumat itu, adakah diantara yang telah menunaikan jumat itu paham akan hakikatnya?.

Hadist Tentang Sholat Jumat
Tunaikanlah Sholat Jumat Sebelum Terlambat

Hadist tentang Sholat Jumat Tentang Wajib Ditunaikannya

Hadist tentang sholat jumat yang menyeru kewajiban dilaksakannya bagi kaum muslim terdapat pada HR. Abu Daud:

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ

Shalat jumat adalah kewajiban bagi setiap muslim dalam jama’ah terkecuali bagi keempat orang ini: budak yang dimiliki, wanita, anak kecil dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud no. 1067. Kata Syaikh Al Albani).

Hadist tentang sholat jumat lainnya terdapat pada HR An-Nasai:

رَوَاحُ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

 “Pergi sholat jumat adalah wajib bagi setiap orang yang telah mimpi basah.” (HR. An Nasai no. 1371. Kata Syaikh Al Albani)

Hadist Tentang Sholat Jumat Terkait Hukum Meninggalkannya

Sholat Jumat adalah sholat yang wajib bagi orang yang tidak memiliki uzur (halangan). Barangsiapa meninggalkan sholat jumat, ia terjerumus dalam dosa besar. Barangsiapa yang meninggalkan sholat Jumat sebanyak tiga kali karena meremehkannya, hatinya akan tertutupi. Dan ia termasuk orang-orang yang lalai. Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, keduanya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata ketika beliau memegang tongkat di mimbarnya,

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ

Hendaklah orang yang suka meninggalkan shalat jumat menghentikan perbuatannya. Atau jika tidak Allah akan menutup hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan tergolong ke dalam orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim no. 865).

Hadist tentang sholat jumat lainnya terkait hukum meninggalkannya terdapat pada HR. Abu Daud:

مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Barangsiapa meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena lalai terhadap shalat tersebut, Allah akan tutupi hatinya.” (HR. Abu Daud no. 1052, An Nasai no. 1369, dan Ahmad 3: 424. Kata Syaikh Al Albani).

Itulah beberapa hadist tentang sholat jumat yang bisa kami sampaikan pada tulisan ini, semoga bermanfaat bagi kalian. Terimakasih

Bacaan Sholawat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam

BACAAN SHOLAWAT NABI

Hadis Riwayat – Sholawat adalah suatu bentuk pujian kita sebagai umat Muslim kepada Rasulullah Muhammad SAW dan menjawab sholawat pun merupakan suatu kewaiban bagi setiap muslim. Bacaan sholawat Nabi sebaiknya dijadikan sebagai amalan sehari-hari agar kita mendapatkan suatu pertolongan kelak di akhirat. Bagi seorang muslim yang dalam hidupnya selalu membaca/melantunkan bacaan sholawat tentu akan mendapatkan pertolongan syafaat di akhirat kelak.

Ketika seorang muslim melantunkan membacakan Sholawat secara otomatis setiap hari maka  akan mengurangi beban dan menjadikan hidup lebih tentram setiap harinya, karena Sholawat dapat menentramkan dan membuka hari yang gelisah.

Pengertian Sholawat Secara Bahasa dan Istilah

Secara bahasa Sholawat adalah bentuk jamak dari kata Salla yang memiliki arti; doa, keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan, dan ibadah. Jadi bisa disimpulkan bahwa Sholawat secara bahasa bisa diartikan sebagai do’a.

Sedangkan Shalawat menurut istilah adalah pujian kepada Nabi. Dalam surat Al-ahzab ayat 56 Firman Allah menyebutkan,

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. – Al-Ahzab: 56.

Kemudian dari ayat tersebut Ibnu Katsir menyebutkan dalam tafsirnya ketika manafsirkan ayat tersebut, bahwa Imam Bukhari meriwayatkan Abu Aliyah berkata:
Shalawat adalah:

  • Apabila Shalawat dari Allah.SWT kepada Nabi berarti memberikan rahmat dan kemuliaan (Rahmat Tadhim)
  • Apabila Shalawat dari Malaikat kepada Nabi berarti memohonkan ampunan
  • Apabila Sholawat dari golongan yang beriman (Jin dan Manusia) berarti berdoa supaya diberikan rahmat dan kemuliaan

Dalil Tentang Membaca Shalawat Nabi

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian kuburan dan jangan lah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, bersholawatlah kepadaku karena sesungguhnya ucapa sholawat kalian akan sampai kepadaku di manapun kalian berada.” – (H.R. Abu Daud No. 2044 dengan Sanad Hasan)

Hukum Membaca Sholawat Nabi

Berbicara hukum membaca Sholawat ada berbagai pendapat dari Ulama, ada yang Wajib Bil Ijmal, Wajib satu kali seumur hidup, ada juga yang berpendapat Sunnah. Pendapat yang paling mayshur adalah Sunnah Mu’akkad, akan tetapi membaca sholawat pada akhir Tasyahud Akhir dari Sholat adalah wajib, oleh karena itu sudah menjadi rukunnya sholat.

Macam-macam Bacaan Sholawat

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ

“Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad An Nabiyyil Ummiyyi.” (Ya Allah, berilah Shalawat kepada Muhammad Nabi yang Ummi)”. Fadhlu Ash Sholah ‘Alan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam no. 60 Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini shohih.

اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad Wa’Ala Ali Muhammad Kama Shollaita ‘Ala Ali Ibrahim, Innaka Hamidun Majid.” (Ya Allah, berilah Shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya, karena engkau memberi shalawat kepada kerabat Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia). Fadhlu Ash Sholah ‘Alan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam no. 56 Syaikh Al Albani mengatakan bahwa Sanad hadist ini shohih.

“Allahumma Shollu Wa Sallim ‘Ala Nabiyyina Muhammad” (Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada nabi kamu Muhammad) dibaca sebanyak 10 kali, pada pagi hari maupun sore hari. “Barang siapa yang bersholawat untukku 10 kali pada pagi hari dan 10 kali pada sore hari, maka ia mendapat syafa’atku pada hari kiamat. (H.R. At-Thabrani)

10 Keutamaan Menunaikan Sholat Subuh Berjamaah Bagi Seorang Muslim

SHOLAT SUBUH BERJAMAAH

Hadis Riwayat – Bagi kaum muslim yang mengaku bahwa dirinya islam tapi tidak melangkahkan kakinya ke masjid untuk menunaikan sholat berjamaah maka sangat rugi besar. Dan diantara sholat 5 waktu ini bagi kaum muslimin yang paling berat untuk ditunaikan secara berjamaah adalah sholat subuh berjamaah. Padahal, bila kita mau untuk melihat pada keutamaannya, justru sholat subuh berjamaah memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, berikut ini sebagian keutamaan yang terdapat di dalamnya:

  1. Allah akan memberikan berkah pada hamba yang menunaikannya

Sholat Subuh berjamaah berpeluang mendapatkan berkah dari Allah Ta’ala. Sebab, aktivitas yang dilaksanakan pada waktu pagi, terlebih aktivitas wajib dan dilaksanakan berjamaah seperti sholat Subuh, telah didoakan agar mendapatkan berkah. Yang mendoakannya adalah Rasulullah shallallahualaihiwasallam:

اللهمَّ باركْ لأمتي في بكورِها

“Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya”. – (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Majah)

  1. Mendapatkan cahaya yang akan menerangi di hari kiamat kelak

Keadaan waktu subuh subuh yang masih gelap merupakan faktor utama yang membuat sebagian umat merasa malas untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid. Padahal dalam suatu hadis disampaikan bahwa Allah Ta’ala akan menerangi hambanya yang ketika di dunia menunaikan sholat subuh berjamaah, berikut bunyi hadisnya,

عن بريدة الأسلمي رضي الله عنه عن النبي – صلى الله عليه وسلم قال :بشِّرِ المشَّائين في الظُّلَم إلى المساجد بالنور التام يوم القيامة

Dari Buraidah al-Aslami radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” – (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

  1. Mendapatkan ganjaran sholat malam sepenuh waktunya.

Allah Ta’ala akan memberikan ganjaran sholat malam sepenuh waktunya bagi hambanya yang menunaikan sholat subuh berjamaah. Tetapi perlu di garis bawahi bahwa seorang muslim yang taat kepada Allah tentu tidak hanya akan menunaikan sholat subuh berjaah saja, seorang muslim sejati akan menyempurnakan seluruh perintah Allah dalam melakukan ibadahnya baik itu sholat wajibnya ataupun sunnahnya. Dalam hal ini Rasulullah pernah mengatakan dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu yang bunyinya,

مَن صلى العشاء في جماعة، فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح في جماعة، فكأنما صلَّى الليلَ كلَّه

“Barang siapa yang melakukan sholat Isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan sholat setengah malam. Barang siapa yang melakukan sholat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan sholat malam sepanjang waktu malam itu.”(HR. Muslim, dari Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu)

  1. Berada dalam jaminan AllahTa’ala.

Artinya, orang yang melaksanakan sholat subuh dengan sempurna, antara lain dengan melaksanakannya berjamaah, maka dia berada dalam jaminan dan perlindungan Allah Azzawajalla., maka Allah Ta’ala akan menjaganya dari orang-orang yang bersifat jahat padanya dengan memberikan pertolongan dan akan memberikan azab bagi orang yang berbuat jahat padanya di neraka kelak, dalam haditsnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَن صلَّى الصبح، فهو في ذمة الله، فلا يَطلُبَنَّكم الله من ذمَّته بشيء؛ فإن من يطلُبهُ من ذمته بشيء يدركه، ثم يَكُبه على وجهه في نار جهنم

“Barang siapa yang melaksanakan sholat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian sesuatu apa pun pada jaminan-Nya. Karena barangsiapa yang Dia tuntut pada jaminan-Nya, pasti Dia akan mendapatkannya. Kemudian dia akan ditelungkupkan pada wajahnya di dalam Neraka.”-  (HR. Muslim, dari Jundubibn Abdillah al-Bajali Radhiallahu ‘anhu)

  1. Dibebaskan dari sifat orang munafik.

Sholat Subuh berjamaah adalah salah satu upaya yang bisa kita tempuh agar bisa terhindar dari terjangkit penyakit kemunafikan. Bagaimana bisa?, apa kalian pernah berfikir ketika seorang hamba yang melangkahkan kakinya untuk pergi ke masjid ditengah aktifitas dunianya yang semu dia masih mau melangkahkan kakinya untuk menunaikan sholah berjamaah. Bagi golongan orang munafik hal paling berat dilakukan adalah sholat subuh berjamaah,  disebutkan dalam hadits:

ليس صلاة أثقل على المنافقين من الفجر والعشاء، ولو يعلمون ما فيهما، لأتَوهما ولو حبوًا، ولقد هممتُ أن آمُرَ المؤذِّن فيُقيم، ثم آخُذَ شُعلاً من النار، فأحرِّقَ على من لا يخرج إلى الصلاة بعد

“Tidak ada Sholat yang lebih berat (dilaksanakan) bagi orang munafik daripada sholat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu (keutamaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak. Sungguh aku telah hendak memerintahkan kepada petugas azan untuk iqamat (Sholat) kemudian aku mengambil bara api dan membakar (rumah) orang yang belum tidak keluar melaksanakan Sholat (di masjid).”- (HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah)

  1. Sholat subuh berjamaah disaksikan oleh malaikat.

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

يتعاقبون فيكم ملائكةٌ بالليل وملائكةٌ بالنهار، ويجتمعون ف ي صلاة الفجر وصلاة العصر، ثم يعرُجُ الذين باتوا فيكم، فيسألهم ربُّهم – وهو أعلم بهم: كيف تركتم عبادي؟ فيقولون: تركناهم وهم يصلُّون، وأتيناهم وهم يصلون

“­Malaikat bergantian melihat kalian pada siang dan malam. Para malaikat itu bertemu di sholat Subuh dan sholat Ashar. Kemudian yang bermalam dengan kalian naik (ke langit) dan ditanya oleh Rabb mereka, dan Dia lebih tahu keadaan hamba-hambanya, Bagaimana kondisi hamba-hambaku ketika kalian tinggalkan?’ Para malaikat menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami mendatangi mereka dalam keadaan sholat. (HR. Bukhari-Muslim)

  1. Berpeluang mendapatkan pahala haji atau umrah bila berzikir hingga terbitnya matahari.

Dari hadist dalam keterangan  Anasibn Malik Radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:

مَن صلى الغداة في جماعة، ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين، كانت له كأجر حجة وعمرة تامة، تامة، تامة

“Barang siapa yang sholat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas sholat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna. ” – (HR. Tirmidzi)

  1. Berkesempatan menunaikan sholat Sunnah yang pahalanya lebih baik dari dunia dan isinya.

Kesempatan lain yang bisa didapatkan dengan mengupayakan sholat Subuh secara berjamaah adalah menunaikan sholat sunah dua rakaat. Sholat Sunnah dua rakaat ini  yang ditunaikan mempunyai kelebihan tersendiri yang disebutkan dalam hadits.

ركعتا الفجر خيرٌ من الدنيا وما فيها

“Dua rakaat (sholat sunah) Subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” –  (HR. Muslim dari Ummul MukmininAisyah Radhiallahu ‘anha)

  1. Selamat dari siksa neraka

Bagi hamba Allah Ta’ala yang menunaikan sholat subuh berjamaah akan mendapat kabar gembira, yaitu terbebas dan selamat dari siksa api neraka. Hal ini terdapat pada hadis, bahwa Rasululullah pernah bersabda,

عن عُمارة بن رويبة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (لن يلج النارَ أحدٌ صلى قبل طلوع الشمس وقبل غروبها) رواه مسلم

Dari Umarah Radhiallahu ‘anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak akan masuk Neraka seorang yang sholat sebelum terbitnya matahari (Subuh) dan terbenamnya matahari (Ashar).”- (HR. Muslim)

  1. Kemenangan dengan melihat Allah Ta’ala pada hari Kiamat nanti.

Impian seorang muslim yang taqwa adalah bertemu dengan sang pencipta. Meraka inilah yang akan mendapatkan kemenangan untuk bertemu dengan Allah Ta’ala secara langsung pada hari kiamat nanti, Hadis ini adalah bukti bahwa kemenangan akan diraih oleh umatnya yang menunaikan sholat subuh berjamaah,

عن جرير بن عبد الله البجلي رضي الله عنه قال: كنا جلوسًا عند رسول الله صلى الله عليه وسلم إذ نظر إلى القمر ليلة البدر، فقال: (أمَا إنكم سترَون ربَّكم كما ترَون هذا القمر، لا تُضَامُّون في رؤيته، فإن استطعتم ألا تُغلبوا على صلاةٍ قبل طلوع الشمس وقبل غروبها، فافعلوا) رواه البخاري ومسلم

Dari Jarir Bin Abdullah al-Bajali Radhiallahu ‘anhu berkata, “Kami pernah duduk bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, kemudian beliau melihat ke bulan di malam purnama itu, Rasulullah bersabda, ‘Ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan melihat kepada Rabb kalian sebagaimana kalian melihat kepada bulan ini. Kalian tidak terhalangi melihatnya. Bila kalian mampu untuk tidak meninggalkan sholat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah!” (HR. Bukhari-Muslim)

Bagaimana saudaraku, apakah kalian masih tidak ingin menggapai kesempurnaan dunia dan akhirat?, Ingatlah bahwa kita diciptakan oleh Allah agar kita senantiasa bertaqwa kepada Allah Ta’ala untuk mempersiapkan kehidupan abadi kita kelak di akhirat. Oleh sebab itu, marilah kita selalu melangkahkan kaki kita untuk pergi ke masjid menunaikan sholat berrjamaah. Semoga tulisan ini bisa menjadi motivasi bagi saudaraku yang membaca tulisan ini.

Kultum Tentang Berbakti Kepada Orang Tua

KULTUM TENTANG BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Assalamu’alaikum wr.wb

Puji syukur atas nikmat karunia, hidayah kesehatan, hidayah iman dan taqwa yang Telah Allah berikan pada kita, untuk senantiasa berkumpul dalam hal kebaikan seperti saat ini. Mudah-mudahan setiap langkah kita untuk mencari segala urusan dunia ini didasarkan oleh akidah iman dan takwa yang akan mengantarkan kita pada derajat seorang hamba yang jika kita kembali dalam keadaan membawa amalan yang dirahmatinya.

Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan pada baginda Nabi kita Muhammad Saw., semoga shalawat ini bersambung kepada keluarga beliau, para sahabatnya, dan kepada seluruh umatnya sehingga akan mengantarkan suatu perubahan dari jaman kesengsaraan ke jaman yang penuh dengan pertolongan.

Tema kultum yang akan kita bahas pada tulisan ini adalah Kultum Tentang Berbakti Kepada Orang Tua,

Dalam keadaan apapun seorang anak harus tetap berbakti kepada orang tua, baik dalam keadaan wafatnya apalagi hidupnya, baik dalam muslim ataupun belum dalam keadaan islamnya. Namun kebanyakan bagi seorang anak ketika dewasa dia menganggap bahwa tanggung jawab dia terhadap orang tua sudah lepas begitu saja, apalagi bagi yang sudah berkeluarga mempunya istri dan anak. Maka hilangkanlah anggapan ini, karena pemikiran dan perbuatan seperti hanya akan membawa kalian ke pintu neraka dan membuat kalian melakukan dosa durhaka kepada orang tua.

Islam menjadikan perbuatan yang berbakti kepada orang tua sebagai kewajiban yang sangat besar dan mulia. Rasulullah pernah ditanya oleh sahabat mengenai apa saja amalan-amalan shaleh yang kedudukannya paling tinggi dan mulia. Maka beliau menjawab

“Shalat tepat pada waktunya … berbuat baik kepada kedua orang tua … jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadis ini kita dapat menyimpulkan bahwa kedudukan orang tua dalam islam sangatlah agung, karena Rasulullah sampai menempatkannya dalam yang amalan yang paling mulia (Dalam afsir lain disebutkan bahwa amalan ini merupakan kunci pintu surga).

Dalam Hadis lain juga terdapat suatu keharusan kita agar berbakti kepda kedua orang kita yang di riwayatkan oleh HR. Bukhari dan Muslim yang berbunyi,

“Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ibumu.” Laki-laki itu bertanya kembali, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Lagi-lagi beliau menjawab, “Ibumu.” Orang itu pun bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Maka beliau menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lantas masihkah kalian ragu dan bimbang untuk berbakti kepada orang tua kalian?
Lantas masihkah kalian ingin menjadi anak yang durhaka kepada orang tua kalian?
Dan Lantas, apakah kalian sudah berbakti kepada kedua orang tua kalian?

Ingatlah saudaraku, hidup ini hanya sebentar. Kita harus mengetahui dan menyadari bahwa hidup yang abadi adalah diakhirat nanti, dan di akhirat hanya ada dua pilihan yaitu surge dan neraka. Apakah kita tidak pernah membayangkan betapa besar nikmat yang Allah Ta’ala berikan di suraga?, dan apakah kita tidak pernah membayangkan siksa neraka yang sangat mengerikan?, oleh sebab itu jemput surge kalian dengan berbakti kepada orang tua kalian.

Demikianlah kultum tentang berbakti kepada orang tua yang bisa saya bagikan kepada teman-teman sekalian. Semoga dengan kultum ini, kita bisa untuk mengejar pahala kebaikan kita agar kita senantiasa berbakti kepada kedua orang tua kita.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Tanda-Tanda Kemunculan Dajjal (Menguak Misteri Hadits AI-Jassasah Dan Hadits-Hadits Tentang Ibnu Shayyad)

Termasuk keyakinan para salaf tentang Dajjal adalah bahwa ia sudah ada sejak zaman Nabi Saw. Bahkan sebagian menyebutkan bahwa keberadaan Dajjal sudah ada sejak sebelum kedatangan Rasulullah Saw. Hal itu berangkat dari satu asumsi bahwa para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad Saw, telah memberikan peringatan kepada umatnya akan bahaya fitnah Dajjal. Dan rasul pertama yang memberikan peringatan terhadap fitnah Dajjal adalah Nabi Nuh.

Dalil yang menguatkan keberadaan Dajjal sejak zaman nabi adalah hadits Tamim Ad-Dari yang diriwayatkan oleh Fatimah binti Qais dalam riwayat Muslim. Juga hadits tentang Ibnu Shayyad yang sebagian ulama menyebutnya sebagai Dajjal yang dijanjikan akan muncul di akhir zaman.

Tentang penentuan keberadaan Dajjal di masa Rasulullah Saw, para ulama memiliki perbedaan pendapat yang sangat tajam tentang hakikat Dajjal yang sesungguhnya, apakah ia adalah seorang laki-laki sebagaimana yang disebutkan oleh Tamim ad Dari atau Ibnu Shayyad sebagaimana yang disebutkan dalam banyak riwayat. Nampaknya riwayat Fatimah binti Qais tentang hadits Tamim Ad Dari ini lebih popular daripada riwayat Ibnu Shayyad. Ada beberapa sebab yang membuat hadits Tamim lebih terkenal dari Ibnu Shayyad’ di antaranya:

  1. Riwayat Tamim Ad-Dari lebih banyak bersesuaian dengan riwayat-riwayat lain yang mendukungnya, terutama riwayat yang membicarakan tentang ciri fisik Dajjal.
  2. Hadits Tamim Ad Dari diriwayatkan oleh Imam Muslim yang status keshahihannya tidak diragukan lagi.
  3. Hadits Tamim Ad Dari yang berbicara tentang keberadaan Dajjal di pulau Yaman tidak memiliki kontradiksi dengan hadits lain yang membicarakan tentang Dajjal (versi Tamim Ad-Dari).
  4. Apa yang diceritakan oleh Tamim Ad Dari merupakan berita yang sangat-sangat menakjubkan bagi para sahabat saat itu. Bahkan Rasulullah sendiri sangat takjub dengan apa yang diceritakan oleh Tamim Ad-Dari, sehingga beliau mengumpulkan banyak para sahabatnya baik laki maupun perempuan. Dan kitapun sangat takjub dengan apa yang diceritakan oleh Tamim Ad-Dari, karena ia berbicara tentang sesuatu yang sedikit berbau mistik, misteri dan di luar kebiasaan dan kewajaran.
  5. Pengakuan Tamim Ad-Dari mendapatkan rekomendasi dari Rasulullah Saw, di mana Rasulullah menyatakan kesesuaian apa yang dilihat Tamim Ad-Dari dengan kisah kisah-kisah Dajjal yang beliau ceritakan.
  6. Tidak terlihat adanya perbedaan pendapat mengenai kisah Dajjal yang dibawakan oleh Tamim Ad-Dari di kalangan para sahabat.

Setidaknya, itulah beberapa alasan mengapa kisah Dajjal versi Tamim Ad Dari lebih popular. Berbeda halnya dengan riwayat-riwayat tentang Ibnu Shayyad. Riwayat-riwayat tersebut meskipun jauh lebih banyak, akan tetapi tenggelam dengan kepopuleran hadits Tamim Ad-Dari. Ada beberapa alasan mengapa hadits tentang Ibnu Shayyad tidak begitu terkenal di kalangan penulis fitnah akhir zaman:

  1. Tidak sedikit di antara ulama yang merasa musykil dengan kisah-kisah Ibnu Shayyad. Mereka memandang banyak kontradiksi jika hadits tersebut dibenturkan dengan riwayat Tamim Ad Dari. Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Nawawi, “Para ulama mengatakan, “Kisahnya sangat musykil (sukar difahami) dan masalahnya samar-samar, apakah dia itu Al-Masih Ad-Dajjal yang terkenal itu ataukah lainnya? Tetapi tidak disangsikan lagi bahwa dia adalah salah satu Dajjal (pendusta besar) di antara dajjal-dajjal.”
  2. Riwayat tentang Ibnu Shayyad tidak menggambarkan hal-hal yang menunjukkan peristiwa khawariqul ‘adah (keluarbiasaan), Ibnu Shayyad tidak ubahnya seperti manusia Iain yang tidak memiliki keistimewaan selain beberapa Ciri fisiknya mirip dengan apa yang disebutkan oleh Rasulullah Saw.
  3. Para ulama merasa kesulitan untuk mengambil kesimpulan tentang hakikat Ibnu Shayyad, benarkah dia adalah Dajjal yang dijanjikan? Sebab apa yang terjadi pada Ibnu Shayyad justru menunjukkan yang sebaliknya. Ibnu Shayyad menikah, masuk islam, ikut haji dan umrah, tinggal di Madinah, bahkan juga sempat berjihad. Ibnu Shayyad pun memiliki seorang anak yang kemudian menjadi tabi’in yang baik.
  4. Sebagian besar para penulis fitnah akhir zaman -terutama penulis masa kini- ketika sudah memasuki bab Dajjal, selalunya hanya membicarakan hadits tentang Al-Jassasah yang diriwayatkan oleh Tamim Ad-Dari, dan tidak menyebutkan hadits tentang Ibnu Shayyad. Sehingga banyak sekali di antara kita yang tidak mengerti hal ihwal tentang Ibnu Shayyad, bahkan sekedar mendengar namanya merasa asing. Padahal hadits-hadits tentang Ibnu Shayyad jumlahnya jauh lebih banyak dan lebih shahih daripada hadits Al-Jassasah. Bahkan sebagian ulama ada yang menghukumi hadits Tamim Ad-Dari adalah hasan gharib, karena hanya diriwayatkan dari jalur Fatimah binti Qais.

Mengingat banyaknya syubhat dan penyamaran tentang Dajjal, maka memahami dengan baik kedudukan riwayat Tamim Ad Dari dan riwayat Ibnu Shayyad menjadi sangat penting. Yang demikian agar kita memiliki pemahaman yang utuh tentang keduanya.

Peringatan Rasulullah SAW Terhadap Fitnah Akhir Zaman

Al-Qur’an menjelaskan bahwa hakikat hidup dan mati manusia adalah ujian. Dunia adalah negeri amal dan akhirat adalah negeri untuk memetik hasilnya. Dunia adalah ladang untuk bekerja, dan akhirat adalah tempat menuai semua yang telah diperbuat oleh manusia. Seorang muslim yang memahami hakikat ini akan sadar, bahwa semua aktivitas yang ia lakukan adalah ujian.

Apapun yang menimpanya, entah keberhasilan atau kegagalan yang diperolehnya, maka semua itu hanya ujian yang diberikan Allah i kepadanya. Allah ingin melihat, apakah ia berhasil dalam menjalani ujian ini atau gagal di dalamnya. Allah berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Artinya : “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2)

Namun demikian, seorang mukmin menyadari bahwa ujian yang akan diberikan Allah kepada para hamba-Nya yang beriman jauh berbeda dengan ujian yang akan ditimpakan kepada orang-orang kafir. Orang mukmin akan mendapatkan ujian yang lebih berat, musuh yang akan dihadapinya sangat banyak, rintangan dan cobaan yang akan ditemui juga berlapis dan sangat bervariasi. Jika orang kafir hanya memiliki satu musuh, yaitu orang yang beriman, maka orang mukmin memiliki musuh yang lebih dari satu. Setidaknya seorang mukmin memiliki 5 musuh dalam hidupnya, diantaranya:

  1. Setan yang selalu menjerumuskannya
  2. Hawa nafsu yang selalu menggodanya
  3. Orang-orang kafir yang selalu memeranginya
  4. Orang-orang munafik yang senantiasa mengintainya, dan
  5. Orang-orang Islam lain yang hasad /dengki kepadanya

Adapun orang kafir, maka semua musuh orang mukmin itu bisa menjadi kawannya. Mereka menjadikan setan sebagai pemimpin, hawa nafsu sebagai tuhan, orang kafir lain sebagai sekutu, dan orang munafik sebagai kawan dekatnya. Dengan demikian, setiap mukmin menyadari bahwa sangat berat memilih keimanan sebagai jalan hidup. Sebab, sudah merupakan sunnatullah bahwa ujian kepada orang mukmin sangatlah berat. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, maka semakin berat pula ujian yang akan dipikulnya. Dan jika Allah menghendaki kebaikan pada suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Allah berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ (٢)وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (٣)

Artinya : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 2-3)

Salah satu dari sekian bentuk ujian yang harus dihadapi oleh setiap mukmin adalah banyaknya fitnah kehidupan di akhir zaman. Rasulullah sendiri mengkhabarkan bahwa nasib orang-orang beriman di akhir zaman nanti bagai para penggenggam bara. Jika bara itu dilepas maka ia akan padam, namun jika tetap pegang, maka tangannya akan terbakar.

Maka sudah sepatutnya bagi setiap muslim untuk mengetahui apa saja bentuk fitnah yang mungkin akan dialaminya. Sebab kejahilan seseorang tentang hal itu bisa menyeretnya kepada hal-hal yang memudharatkan dirinya.

Salah Satu Upaya Memperdalam Agama Islam

Kefahaman dalam agama merupakan sebab untuk mengetahui diri sendiri. Siapa pun yang mengenal Allah ‘Azza wa Jalla, maka ia akan mengenal segala sesuatunya. Dengan makrifat itu, ubudiyahnya menjadi benar dan ia terbebas dari penyembahan kepada selain-Nya. Tak ada keberuntungan dan keselamatan bagimu hingga engkau lebih mementingkan Dia daripada selain-Nya, lebih mengedepankan agamamu daripada keinginan-keinginan nafsumu (syahwat), lebih mengutamakan akhiratmu daripada duniamu, Penciptamu daripada makhluk. Engkau akan binasa bilamana mendahulukan keinginan-keinginan nafsu atas agamamu, duniamu atas akhiratmu, makhluk atas Khalikmu. Laksanakan hal ini, niscaya itu cukup untukmu.

Engkau adalah orang yang terhalangi dari Allah ‘Azza wa Jalla, maka pantaslah kalau engkau tidak terkabul doanya. Doa akan diterima bila engkau menerima Dia sebagaimana mestinya. Apabila engkau menunaikan perintah-Nya dengan beramal, niscaya Dia akan kabulkan permintaanmu. Tanaman itu ada setelah engkau menanam. Maka tanamlah agar engkau bisa memanennya. Rasulullah saw., bersabda :

الدُّنْيَا مَزْرَعَةُ الآخِرَةِ

Artinya : “Dunia adalah ladang bagi akhirat. ”

Tanamlah tanaman ini dengan hati dan badan. Tanaman itu adalah iman dan amal. Siramilah tanaman itu dengan amal-amal saleh. Apabila hati itu memiliki kelembutan dan rasa kasih sayang, maka tanaman itu akan tumbuh dengan baik. Namun apabila hati iłu keras, bengis dan kasar, maka tanah akan menjadi gersang, dan tanah gersang itu tidak dapat ditumbuhi tanaman. Apabila engkau menanam di atas puncak gunung, maka tanaman itu tidak akan tumbuh, bahkan akan rusak. Pelajarilah ilmu pertanian ini dari petani yang berpengalaman, jangan mengandalkan pendapatmu sendiri. Rasulullah saw. bersabda, “Mintalah bantuan atas setiap pekerjaan dengan ahlinya yang terbaik.”

Tapi nyatanya engkau hanya sibuk dengan tanaman dunia, bukan tanaman akhirat. Tidakkah engkau tahu bahwa pencari dunia itu tidak akan berhasil di akhirat? Ia tidak akan melihat Allah ‘Azza wa Jalla. Jika engkau menginginkan akhirat, maka hendaknya engkau tinggalkan dunia. Dan jika engkau mencari Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Agung, maka hendaknya engkau meninggalkan akhirat, bagian-bagiannya, dan makhluk, karena itu semua akan mengikutimu. Sebab, jika engkau telah pegang batangnya, semua cabang akan mengikutimu.

Wahai anak muda, hadirlah di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla saat cobaan turun kepadamu. Maka engkau akan berubah pendirian dan tidak akan lenyap diterpa angin atau hujan. Engkau akan tegar secara lahir dan batin, berdiri pada satu maqam yang tidak ada makhluk di dalamnya, tak ada dunia, akhirat, hak, bagian, sakit dan kata “bagaimana” di dalamnya, dan tiada apa pun selain Allah ‘Azza wa Jalla di tempat itu. Janganlah engkau terganggu oleh pandangan atas makhluk dan nafkah keluarga. Jangan pula berubah dengan Yang sedikit maupun yang banyak, dengan celaan ataupun pujian, dengan kedatangan dan keberpalingan. Engkau berada bersama-Nya di luar batas logika manusia, jin, malaikat dan makhluk.

Kesabaran, keikhlasan dan kejujuran merupakan fondasi bagi apa Yang telah aku jelaskan itu. Apakah engkau menginginkan aku berpura-pura kepadamu dan bersikap lunak dalam berbicara kepadamu? Engkau menyenangkan nafsumu dan mengaguminya, dan mengira bahwa ia memperoleh sesuatu. Tidak, tidak ada kemuliaan baginya. Aku adalah api, dan tidak ada yang tahan terhadap api itu kecuali burung Samandal yang bertelur dan menetas, berdiri dan duduk di dalam api. Oleh karena itu, berusaha keraslah agar engkau menjadi Samandal yang tahan berada di dalam api cobaan dan mujahadah (berperang melawan nafsu), mukabadah (menyengsarakan nafsu), serta bersabar atas setiap pukulan-pukulan qadha dan qadar, agar engkau bisa bersabar dalam menemaniku, mendengar ucapanku, dan menjalankannya secara lahir dan batin, baik di saat sepi maupun ramai. Pada awalnya dalam kesunyianmu, lalu dalam keramaianmu, dan akhirnya dalam wujudmu. Apabila hal ini benar terjadi padamu, maka engkau akan memperoleh keberuntungan dunia dan akhirat dengan seizin Allah ‘Azza wa Jalla dan takdir-Nya.