Nama Malaikat dan Tugasnya

Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah yang diberi keistimewaan dan wewenang tertentu. Malaikat tidak mempunyai nafsu seperti manusia. Ketika Allah memerintahkan malaikat dan iblis untuk bersujud (memberi hormat) kepada Nabi Adam, malaikat langsung menuruti perintah Allah, tetapi iblis justru sebaliknya. 10 Nama nama malaikat perlu diketahui oleh umat Islam, karena meng-imani malaikat juga termasuk menjadi salah satu rukun Islam, yaitu tepatnya rukun Iman yang kedua. Meng-imani malaikat berarti kita meyakini di dalam hati dan pikiran bahwa Malaikat itu ada, bahwa Malaikat mempunyai tugasnya masing-masing.

Nama nama malaikat masing-masing mempunyai tugas untuk melakukan yang terkait dengan kegiatan manusia. Nah, ini dia nama dan tugas malaikat yang sudah selayaknya kita pahami sebagai umat Muslim. Nama Malaikat yang wajib kita ketahui ada 10, diantaranya yaitu:

Jibril
Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu. Jadi, para Nabi dan Rasul menerima wahyu berdasarkan perantara malaikat Jibril. Ketika Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu AL Quran dengan yang pertama kali adalah surah AL Alaq maka perantaranya juga Malaikat Jibril. Jibril menyampaikan wahyu dari Allah kepada para Nabi dan Rasul ke dunia.

Mikail
Nah, nama malaikat berikutnya adalah Malaikat Mikail. Malaikat yang satu ini mempunyai tugas membagikan rezeki dari Allah kepada seluruh umat yang ada di penjuru dunia ini. Rezeki sifatnya tidak melulu berupa uang atau materi, tetapi bisa juga kesehatan, keluarga yang sholeh dan sholehah, kedamaian hati, dan sebagainya. Ini adalah tuga Malaikat Mikail.

Israfil
Israfil adalah malaikat yang kelak bertugas meniup sangkakala terompet ketika hari kiamat tiba. Hari kiamat itu sendiri merupakan suatu yang wajib kita imani sesuai dengan Rukun Iman yang keenam, atau rukun iman yang terakhir. Nah, malaikat Israfil ini mempunyai peran yang besar dalam hadirnya hari kiamat.

Izrail
Malaikat Izrail bertugas pada kiamat kecil, yaitu pada hari kematian seseorang. Malaikat Izrail mempunyai tugas untuk mencabut nyawa. Kita harus mempercayai bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Maka kita harus senantiasa membekali diri karena kematian datangnya kita tidak tahu pasti kapan dan di mana, hanya Allah yang tahu.

Munkar
Malaikat Munkar bertugas ketika kita ada di alam kubur, yaitu menanyakan tentang amal kita selama kita masih hidup di dunia.

Nakir
Begitu juga dengan Malaikat Munkar, Malaikat Nakir mempunyai tugas yang sama berupa menanyakan amal perbuatan kita di dunia.

Raqib
Sebagai manusia, tentu kita pernah melakukan perbuatan baik maupun buruk, terlepas apakah itu sengaja atau tidak sengaja. Nah, salah satu dari nama nama malaikat juga bertugas untuk mencatat setiap amal baik kita di dunia, dia adalah Malaikat Raqib.

Atid
Jika Malaikat Raqib mencatat amal baik, maka Malaikat Atid mencatat amal-amal buruk kita selama di dunia. Malaikat Atid berada di sebelah kiri dan Malaikat Raqib di sebelah kanan.

Malik
Malaikat Malik mempunyai tugas menjaga sesuatu yang menakutkan bagi kita, yaitu neraka. Sebagai umat Islam tentunya kita ingin mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah, ketika kita kembali padaNya nanti. Nah, ternyata Malaikat Malik ini menjaga neraka.

Ridwan
Berkebalikan dengan Malaikat Malik, bahwa Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga. Surga adalah tempat impian terbaik kita.

Dari nama nama malaikat tersebut yang wajib kita imani, maka juga sudah selayaknya kita juga meng-imani tugas-tugas mereka, baik tugas menyangkut bagaimana kita di dunia maupun tugas yang menyangkut ketika kita sudah mati nanti. Jika sudah demikian, maka kita sudah dapat mengira-ira amal-amal kita akan dicatat oleh malaikat siapa atau nanti ketika di alam kubur sana kita akan ditanya oleh malaikat siapa.

Nah, itulah tadi 10 nama nama malaikat beserta tugasnya yang hendaknya kita ketahui dan kita pahami. Nama-nama Malaikat tersebut mempunyai tugas dan sudah seharusnya kita selalu melakukan amalan perbuatan yang terbaik yang bisa kita lakukan. Malaikat selalu menurut kepada Allah, tidak diberikan rasa lelah seperti manusia, tidak makan dan tidak minum, tidak pula diberi nafsu apapun seperti yang manusia miliki. Sejatinya, manusia di dunia ini ada untuk diuji oleh Allah.

Sifat Malaikat Maut

Dalam suatu hadits disebutkan : Ketika Allah menciptakan malaikat maut, maka beberapa makhluk ditutupi dengan satu juta hijab, sedangkan besarnya hijab itu melebihi besarnya beberapa langit dan bumi. Jika dituangkan seluruh air lautan dan sungai diatas kepalanya, maka tidak setetes pun air itu jatuh ke bumi. Sesungguhnya bumi timur dan barat berada diantara dua tangannya, seperti meja yang ada di mukanya, dimana di atas meja tersebut telah diletakkan segala sesuatu yang akan dimakan seseorang, lalu orang itu bebas memakan hidangan yang ada di atas tersebut menurut apa yang ia kehendaki.

Demikian itu gambaran malaikat maut dalam membolak-balikan dunia, seperti anak Adam membolak-balikkan uang dirham yang ada dihadapannya. Malaikat Maut diikat dengan 70.000 rantai, setiap rantai panjangnya kira-kira perjalanan 1000 tahun. Sedangkan para malaikat yang lain tidak bisa mendekati Malaikat Maut, karena mereka tidak mengetahui tempatnya, tidak mendengar suaranya, tidak bisa melihat keadaannya, juga tidak mengetahui kemana waktu ia pergi.

Ketika Allah menciptakan Malaikat Maut, Allah memerintahkan kepadanya bertugas untuk mencabut nyawa seluruh makhluk Allah. Malaikat Maut lalu berkata: “Wahai Tuhanku, apa mati itu ?”. Allah lalu memerintahkan hijab untuk membuka diri sehingga malaikat maut bisa melihat mati. Setelah itu, Allah Ta’ala berfirman pada para malaikat : “Mendekatlah kalian, dan lihatlah malaikat maut ini”. Maka seluruh malaikat itu mendekati. Allah Ta’ala kemudian berfirman kepada malaikat maut : “Terbanglah di atas mereka dan bentangkan sayapmu, serta bukalah seluruh matamu”. Tatkala malaikat maut terbang dan para malaikat dapat melihat dirinya, maka para malaikat itu tersungkur dan pingsan lamanya 1000 tahun. Tatkala para malaikat sudah sadar dari pingsannya, mereka betkata : ‘Wahai Tuhan kami, kenapa Engkau menciptakan makhluk yang besar ini”. Allah lalu menjawab : “Aku memang menciptakan dirinya sebagai makhluq yang besar, namun Aku tetap lebih besar dari dirinya, seluruh makhluk akan merasakan mati darinya”.  Setelah itu, Allah Ta’ala berfirman : “Ya Izrail ! cabutlah nyawa, Aku pasrahkan kepadamu untuk mencabut nyawa mahkluk-Ku”. Malaikat Maut (Izrail) lalu bertanya : “Wahai Tuhanku, dengan kekuatan apa aku mencabut nyawa makhluk-Mu, karena mati itu lebih besar dari pada aku?”.

Allah kemudian memberi kekuatan Izrail untuk mencabut nyawa (mati), maka berdiamlah maut (mati) ditangannya. Mati itu kemudian berkata : “Wahai Tuhanku, izinkanlah aku untuk kngmemanggil seluruh isi langit dengan satu kali panggilan”. Allah-pun mengizinkan kepadanya, maka maut memanggil dengan suara keras: “Aku adalah maut yang memisahkan setiap kekasih, aku adalah maut yang memisahkan suami istri, aku adalah maut yang memisahkan anak dan ibunya, aku adalah maut yang memisahkan saudara laki-laki dan saudara wanita, aku adalah maut yang meramaikan kubur, aku adalah maut yang memburumu dan menemukanmu, meskipun kamu berada di gedung besi yang terkunci rapat, dan tidak ada seorang makhluk pun kecuali akan merasakan aku.

Bahwasannya orang kafir dan munafiq termasuk orang yang celaka, ketika maut mendatangi mereka, maka maut itu turun disisi kanannya malaikat adzab yang hitam wajahnya dengan melototkan matanya, ia juga memakai pakaian adzab. Malaikat adzab ini duduk menjauh dari orang kafir itu sampai malaikat maut datang. Ketika malaikat maut mendatangi orang-orang kafir, maka ia berdiri dihadapannya dengan bentuk yang menkautkan. Kemudian jiwa orang itu bertanya : “siapa engkau ? dan apa yang engkau kehendaki?

Malaikat maut lalu menjawab : “Aku adalah malaikat maut yang akan mengeluarkan kamu dari dunia ini, dan menjadikan anakmu yatim, istrimu menjadi janda, hartamu menjadi harta warisan diantara ahli warismu yang tidak kamu senangi sewaktu kamu masih hidup. Sesungguhnya kamu tidak mendahulukan kebaikan untuk akhiratmu, maka pada hari ini aku datang untuk mencabut nyawamu. Tatkala orang kafir itu mendengar ucapan malaikat maut,  maka ia berpaling ke arah dinding (pagar), maka tampaklah malaikat maut berdiri dihadapannya. la lalu memalingkan wajahnya ke arah lain, maka tampaklah malaikat maut sudah berdiri dihadapannya. Kemudian malaikat maut berkata . “apakah kamu tidak mengetahui aku?, Aku adalah malaikat maut (lzrail) yang mencabut nyawa kedua orang tuamu, engkau melihat keduanya meninggal dan keberadaanmu tidak bisa memberi kemanfaatan sedikit pun kepada orang tuamu. Pada hari ini aku akan mencabut nyawamu sehingga bisa dilihat oleh anak-anakmu, kerabat-kerabatmu, teman-temanmu agar mereka memberi nasehat kepadamu. Pada hari ini aku adalah malaikat maut yang memiliki lebih banyak kekuatan dari pada kamu, yang memillki banyak harta dibanding dengan hartamu, yang memiliki banyak anak dibanding dengan anak-anakmu”.

Kemudian malaikat maut berkata Iagi kepada orang kafir tersebut : “Bagaimana engkau melihat dunia?”. Orang kafir itu menjawab : “Aku melihat dunia sebagai tipu daya yang mengingkari janji”. Kemudian Allah Ta’ala menciptakan dunia dalam bentuk suatu makhluk, maka dunia itu berkata: “Wahai orang yang bermaksiat, apakah kamu tidak malu, bahwa kamu berbuat dosa di dunia ini, dan kamu tidak mencegah dirimu dari perbuatan durhaka, sesungguhnya kamu mencariku tetapi aku tidak mencarimu, dan kamu tidak memisahkan antara yang halal dan yang haram, kamu menyangka bahwa dirimu tidak akan pisah dari dunia ini, maka sesungguhnya aku akan bebas dari kamu dan dari amal perbuatanmu”.

Ketika orang kafir itu melihat hartanya telah jatuh menjadi milik orang lain, maka hartanya berkata : “Hai orang yang durhaka ! engkau mencari aku dengan jalan yang tidak baik, juga tidak menasarufkan aku, tidak mensedekahkan aku pada orang fakir miskin, maka pada hari ini aku telah jatuh menjadi milik orang lain”. Sebagaimana yang dikatakan dalam firman Allah Ta’ala:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ – إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Artinya : “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy-Syu’ara: 88-89)

Maka orang itu berkata : “Wahai Tuhanku, kembalikan aku supaya aku bisa berbuat amal shalih yang pernah aku tinggalkan. Maka Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya : “Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).” (QS. Yunus: 49)

Kemudian malaikat maut mencabut nyawanya, jika orang itu beriman akan merasa bahagia, sebaiknya jika orang tersebut kafir atau munafiq mereka akan celaka. Karena ada firman Allah yang mengatakan :

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ

Artinya : “Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.” (QS. Al-Muthaffifin: 7)

Sifat Mulia Empat Malaikat Allah SWT

Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah menciptakan empat malakat yang mulia, keempat malaikat tersebut adalah : Israfil, Mikail, Jibril dan Izrail. Allah menyerahkan ditangan para malaikat itu untuk mengurus para makhluk di seluruh alam ini. Lalu Allah menjadikan malaikat Jibril sebagai malaikat yang bertugas menurunkan wahyu kepada para nabi. Allah menjadikan malaikat Mikail bertugas untuk menurunkan hujan dan rizqi. Allah menjadikan malaikat Izrail bertugas mecabut nyawa para makhluk Allah. Dan menjadikan malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala (yang bentuknya seperti tanduk) pada hari kiamat nanti.

Malaikat Israfil

Ibnu Abbas ra berkata : Malaikat Israfil memohon kepada Allah agar dirinya diberi kekuatan supaya bisa membawa langit ketujuh, maka Allah memberinya kekuatan hingga ia bisa membawa bumi dan langit ketujuh, ia juga diberi kekuatan sehingga bisa menguasai angin, mencabut gunung, membawa dua beban yang berat, memegang segala binatang buas. Allah memberi rambut malaikat Israfil mulai dari bawah ke dunia telapak kakinya sampai kepalanya, sedangkan beberapa mulut dan lisannya ditutup dengan beberapa hijab, lisannya selalu membaca tasbih. kepada Allah dengan seribu bahasa. Allah Ta’ala menjadikan dati diri malaikat Israfil 1000 malaikat Iagi yang sama membaca tasbih kepada ta’ala sampai hari kiamat nanti.

Bagi malaikat yang membawa Arasy dan malaikat Kiraman Katibin (malaikat yang menulisi amal perbuatan) mereka semua bentuknya seperti malaikat Israfil. Malaikat Israfil ini setiap sehari semalam tiga kali melihat ke neraka. la merendahkan diri dan menangis sampai lemas, karena lemasnya itu tubuhnya bagaikan tali tambur. Tangisan Israfil adalah tangisan yang sangat memilukan dan menyedihkan, jika Allah tidak mencegah linangan air matanya, maka bumi ini akan penuh dengan air mata Israfil yang banyaknya bagaikan banjir taufan nabi Nuh. Hal ini menunjukkan betapa besarnya bentuk malaikat Israfil. Seandainya seluruh air laut dan sungai itu ditumpahkan diatas kepalanya, maka air tersebut jatuh bagaikan setetes air dari bumi.

Malaikat Mikail

Adapun malaikat Mikail, Allah menjadikan dirinya setelah Allah menciptakan malaikat Israfil dalam jarak masa 500 tahun. Mulai dari kepalanya sampai kedua telapak kakinya ditumbuhi beberapa rambut dari za’faran sayapnya dari zabarjab hijau. Pada setiap rambutnya ada satu juta wajah, pada setiap wajah ada satu juta mata. Menangisnya setiap mata itu adalah rahmat bagi orang-orang yang berbuat dosa dari orang-orang mukmin. Dalam setiap wajah ada satu juta mulut, dalam mulut ada satu juta lidah (lisan), setiap lisan mengucapkan satu juta bahasa, setiap lisan itu juga memohonkan ampunan pada Allah untuk orang-orang mukmin yang berbuat dosa. Setiap matanya meneteskan 70.000 tetesan air mata. Maka Allah menjadikan pada setiap tetesan itu satu malaikat yang menyerupai Mikail yang selalu membaca tasbih kepada Allah sampai hari kiamat. Mereka ini disebut “Malaikat Karrubiyyun”, malaikat inilah yang membantu malaikat Mikail yang diserahi untuk mengatur turunnya hujan, tumbuh-tumbuhan dan rizqi, termasuk menumbuhkan buah-buahan.

Karena itu, tidak ada sesuatu yang ada di laut dan di darat, termasuk buah-buahan yang melekat di pohon dan segala tetumbuhan yang ada di permukaan bumi ini kecuali ada malaikat yang diserahi untuk mengurusnya.

Malaikat Jibril

Allah menciptakan malaikat Jibril setelah Allah menjadikan malaikat Mikail dengan selisih waktu 500 tahun. Malaikat Jibril ini mempunyai 600 sayap, mulai dari kepalanya sampai kedua telapak kakinya terdapat beberapa rambut dari za’faran, sedangkan matahari berada diantara dua matanya. Setiap rambutnya itu seperti bulan dan taburan bintang.

Setiap hari Jibril masuk kedalam lautan cahaya sebanyak 370 kali, ketika ia keluar dari lautan cahaya maka meneteslah pada setiap sayapnya satu juta tetesan. Lalu Allah menjadikan dari setiap tetesan satu malaikat yang serupa dengan malaikat Jibril yang selalu membaca tasbih pada Allah Ta’ala sampai hari kiamat. Mereka itu adalah malaikat “Ruhaniyyun”.

Malaikat Maut (Izrail)

Bentuk malaikat maut ini seperti malaikat Israfil dalam bentuk wajahnya, termasuk beberapa Iisannya, sayapnya, kebesarannya dan kekuatannya tanpa menambah dan mengurangi sedikit pun. Pembahasan mengenai sifat malaikat maut bisa dilihat disini dan bagaimana cara malaikat maut mencabut ruh (nyawa) bisa dilihat disini.