Diet yang Islami: (Makanan Halal dan Haram)

Halal dan Haram

Diet yang Islami: (Makanan Halal dan Haram) – Kali ini Kami akan memberikan informasi dasar tentang pembatasan diet Islami (Makanan halal dan haram dalam islam). Kami akan menjelaskan jenis makanan apa yang bisa dikonsumsi oleh Seorang Muslim menurut hukum Islam yang sudah ditetapkan. Meskipun Islam adalah agama yang Rahmatan lil’alamin, Kita juga harus mengakui bahwa ada 1,3 miliar Muslim di dunia. Karena itu, umat Islam bukanlah kelompok yang homogen dan sehingga orang akan menemukan praktik-praktik yang berbeda di antara mereka. Beberapa individu dan budaya akan lebih dekat dengan ajaran Islam seperti yang kita temui pada saat ini.

Apa arti halal?

Halal berasal dari kata Arab untuk sesuatu yang diizinkan atau sah menurut hukum. Kata haram berarti melanggar hukum atau dilarang dan oleh karena itu digunakan sebagai kebalikan dari halal. Meskipun biasanya digunakan dalam konteks makanan, kata halal juga digunakan untuk menggambarkan hal-hal lain yang diizinkan. Misalnya, pendapatan halal menyiratkan bahwa seseorang memperoleh uang mereka dengan jujur, tanpa curang, mencuri, atau riba.

Baca: Hukum Riba Dalam Islam

Makanan apa yang halal?

Halal mengacu pada produk makanan apa pun yang tidak dilarang. Faktanya, sebagian besar makanan adalah halal dan karena itu terlalu banyak untuk disebutkan. Hampir semua makanan non-daging dan non-alkohol adalah halal.

Apa yang membuat daging binatang halal?

Ketika datang ke daging, halal atau zabiha berarti hewan itu disembelih sesuai dengan ketentuan Islam. Islam sangat menekankan bagaimana kehidupan binatang berakhir dan bagaimana diperlakukan pada saat penyembelihan. Semua kehidupan, termasuk kehidupan binatang, dianggap suci dan harus diperlakukan secara manusiawi. Untuk lebih lanjut tentang hak-hak binatang tentang Islam, bisa Anda pelajari Disini.

Adabnya dalam penyembeliihan dengan cara menyebutkan nama Allah ketika menyembelih hewan, menyembelih dengan memotong tenggorokan dengan benda tajam, dan mengeringkan darahnya. Seseorang tidak dapat memakan binatang yang mati karena sengatan listrik, dipukul, atau dengan cara lain.

Apa saja Aturan Penyembelihan Hewan di Dalam Islam?

Federasi Dewan Islam Australia telah menetapkan aturan untuk pengorbanan hewan menurut hukum Islam:

  1. Penyembelih hewan haruslah seorang Muslim dewasa yang waras.
  2. Penyembelih harus menyebutkan nama Allah sebelum memotongnya.
  3. Nama Allah dipanjatkan untuk menekankan kesucian hidup dan bahwa hewan itu dibunuh untuk dimakan dengan persetujuan Allah.
  4. Hewan itu harus dibunuh dengan cara memotong tenggorokan dan arah pisau satu gerakan terus-menerus (menggunakan pisau yang tajam).
  5. Proses penyembelihan setidaknya memutus tiga dari trakea, kerongkongan, dan dua pembuluh darah di kedua sisi tenggorokan.
  6. Tali tulang belakang tidak boleh dipotong.
  7. Hewan harus dirawat dengan baik sebelum disembelih.
  8. Hewan tidak boleh melihat hewan lain yang sedang disembelih.
  9. Pisau tidak boleh diasah di hadapan binatang.
  10. Bilah pisau harus bebas dari noda.
  11. Hewan itu tidak boleh dalam posisi yang tidak nyaman.
  12. Hewan itu harus dibiarkan mengeluarkan darah dan benar-benar mati sebelum diproses yang lebih lanjut.

Apakah ada daging yang tidak bisa dikonsumsi Muslim?

Secara umum, hewan apa pun yang tidak dibunuh berdasarkan kriteria di atas tidak diperbolehkan dikonsumsi oleh umat Islam. Namun, ada beberapa jenis daging yang tidak boleh dikonsumsi oleh umat Islam seperti daging babi. Daging babi atau daging non-halal tidak terbatas pada produk daging, tetapi ini juga mencakup beberapa bahan makanan yang mungkin mengandung bahan daging babi atau non-halal. Misalnya, gelatin sering dibuat dari sumber non-halal seperti babi. Gelatin sering digunakan dalam produk bergetah, marshmallow, dan beberapa makanan penutup. Ini akan membuat barang tersebut dilarang. Namun, terkadang gelatin berasal dari sumber halal seperti ikan yang membuatnya menjadi halal.

Bagaimana dengan makanan laut?

Makanan laut itu halal dan umat Islam umumnya bisa makan apa saja dari laut. Ada beberapa pengecualian untuk ini seperti larangan mengonsumsi buaya atau daging katak.

Bisakah Muslim minum alkohol?

Islam menghargai pelestarian pikiran dan kesadaran seseorang. Karena itu, alkohol dan anggur dilarang keras. Ini termasuk memasak makanan dengan anggur.

Islam adalah cara hidup yang sempurna. Islam membekali pemeluknya dengan wawasan tentang makanan, minuman, pernikahan, warisan, bisnis, politik, dan interaksi anatar individu.