Alasan Mengapa Islam Melarang Mengkomsumsi Alkohol

alkohol haram

Islam Melarang Mengkonsumsi Alkohol – Alkohol sudah menjadi momok yang menakutkan di di kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Harga yang cukup menguras menjadikan uang yang berputar di dalam nya tak terhitung lagi jumlahnya. Bahkan dari segi kehidupan jasmani alkohol dapat menyebabkan penyakit yang mengerikan bagi jutaan manusia di seluruh dunia.

Baca: Bedah Tuntas Fikih Islam Kenapa Babi Haram Menurut Al Quran

Fakta di dalam kehiupan menyebutkan bahwa alkohol adalah akar penyebab dari beberapa masalah yang dihadapi masyarakat. Naiknya statistik tingkat kejahatan meningkat karena gangguan penyakit mental. Akibatnya seluruh dunia menjadi kesaksian atas dampak kerusakan dari alkohol. Bahkan masih banyak lagi kerusakan (dampak negatif) yang bisa ditimbulkan oleh alkohol, sehingga Allah mengharamkan manusia untuk meminum khamr (alkohol).

Mengapa Islam melarang Minum alkohol
Alasan Mengapa Islam melarang Minum alkohol

Alasan Mengapa Islam Melarang Minum Alkohol

Larangan Alkohol Dalam Al-Qur’an

Larangan alkohol dalam Islam berasal dari ayat Al-Quran yang berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. ” [Al-Qur’an 5: 90]

Larangan Alkohol Dalam Kitab Bible

Bible juga melarang konsumsi alkohol, beberapa ayat ditemukan dengan bunyi:

  1. “anggur adalah mocker, minuman keras yang berkobar-kobar. dan barangsiapa tertipu sangatlah tidak bijaksana.” [Amsal 20:1]
  2. “Dan janganlah kalian mabuk dengan anggur.” [Efesus 5:18]

Apakah Alkohol Mempunyai Manfaat?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi terbatas dapat memiliki beberapa manfaat kesehatan, tetapi dalam sudut pandang yang lebih luas banyak menimbulkan keburukan. Hal ini sesuai dengan ayat Al-Quran:

۞ يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ

Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkannya. [Al-Qur’an 2:219]

Alkohol Menggangu Pusat Kesadaran Manusia

Manusia memiliki pusat kesadaran di otak mereka. Pusat kesadaran ini berfungsi untuk mencegah manusia dari hal-hal yang dia menganggapnya salah. Misalnya seseorang tidak biasanya menggunakan bahasa kasar ketika berbicara dengan orang yang lebih tua. dengan demikian otak akan merespon dengan cepat ketika sedang berbicara karena pusat kesadaran otak masih bisa terkontrol.

Ketika orang mengkonsumsi alkohol, Pusat kesadaran sendiri dihambat. Itulah alasan mengapa orang mabuk sering ditemukan terlibat dalam perilaku yang tidak baik. Misalnya seseorang yang sedang mabuk dapat menggunakan bahasa kasar dengan orang yang dia hormati atau dapat melakukan rayuan seksual terhadap lawan jenis mereka. Setelah mereka sadar baru bisa untuk menyesali atas perbuatan sebelumnya.

Apakah Benar Alkohol dapat Menghilangkan Stres Berat?

Beberapa berpendapat bahwa meminum alkohol dapat melatih pengendalian-diri. Namun, investigasi mengungkapkan bahwa sebagian pecandu alkohol justru malah kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Dalam keadaan mabul pecandu mungkin dapat melakukan kejahatan yang mengerikan, dengan konsekuensi yang mengubah hidup. Angka dari kematian dan cedera akibat kecelakaan yang melibatkan pengemudi mabuk membawa kesedihan yang tak terhitung untuk ribuan keluarga setiap tahun.

Menurut US Department of Justice pada tahun 1996 sendiri dalam sehari angka pemerkosaan mencapai 2,713. Statistik mengatakan bahwa sebagian besar para pemerkosa melakukan kejahatannya pada keadaan mabuk.

Banyak Penyakit yang Ditimbulkan oleh Alkohol

Ada beberapa alasan mengapa allah mengharamkan manusia untuk mengkonsumsi khamr. Jumlah kematian yang terlampau banyak selama ini penyebabnya adalah karena konsumsi alkohol. Jutaan orang mati setiap tahun hanya karena mengkonsumsi alkohol. Dibawah ini adalah beberapa penyakit yang dapat diakibatkan oleh konsumsi alkohol:

  1. sirosis hati (dikenal sebagai kanker hati karena menyerang bagian hati).
  2. kanker Oesophagus, kepala dan leher, liveri (Hepatoma) dan usus.
  3. koroner Artherosclerosis, Angina dan serangan jantung yang berhubungan dengan asupan alkohol yang terlalu banyak. Begitu juga dengan stroke dan kelumpuhan sejenis yang berhubungan dengan konsumsi alkohol.
  4. Beri-beri dan kekurangan vitamin yang berhubungan dengan pecandu alkohol.
  5. Delerium Tremens adalah komplikasi serius yang mungkin terjadi selama infeksi bagi para pecandu alkohol. Infeksi ini cukup serius dan dapat menyebabkan kematian.
  6. Infeksi yang terjadi secara berulang sangatlah umum di kalangan pecandu alkohol kronis. Perlawanan terhadap penyakit dan sistem pertahanan imunologis terganggu oleh asupan alkohol.
  7. Infeksi dada atau radang paru-paru, Abcess paru-paru, emfisema dan TBC paru-paru yang semua umum di pecandu alkohol.
  8. Radang paru-paru abses yang dapat menyebabkan rasa lemas bahkan kematian.
  9. Perempuan juga lebih rentan terhadap alkohol. Selama kehamilan mengkonsumsi alkohol dapat menimbulkan efek yang merugikan pada janin.
  10. Penyakit kulit yang berkaitan dengan alkohol indulgensi.
  11. Eksim, Alopecia, distrofi kuku, paronisia (infeksi di sekitar kuku) dan Stomatitis (peradangan sudut mulut) adalah penyakit umum bagi pecandu alkohol.

Apakah Alkoholisme Itu Penyakit?

Simpang siur tentang alkohol menimbulkan perdebatan antar umat manusia. Namun di dalam islam jelas disebutkan bahwa hukum meminum minuman keras Haram. Lalu Jika alkohol menimbulkan banyak penyakit, mengapa alkohol:

– Diijual dalam botol
– Diiklankan di Surat Kabar, majalah, radio dan televisi
– Memiliki lisensi outlet untuk menyebarkan
– Menghasilkan pendapatan
– Membawa kekerasan kematian di jalan Raya
– Menghancurkan kehidupan keluarga dan meningkatkan kejahatan
– Tidak memiliki kuman atau virus.

Alkohol Bukanlah Penyakit, Itu adalah Minuman Iblis (Syetan)

Islam disebut “Dien-al-Fitrah” atau agama yang fitrah untuk manusia. Semua perintah yang bertujuan untuk melestarikan keadaan fitrah manusia. Alkohol adalah sebuah penyimpangan dari keadaan fitrah ini, untuk individu serta untuk masyarakat. Oleh karena itu konsumsi alkohol dilarang dalam Islam.

Mengenal Sistem Ekonomi Islam (Pengertian, Jenis, Sejarah dan Manfaatnya)

Sistem Ekonomi islam

Hadisriwayat Ekonomi islam dapat diartikan sebagai sistem ekonomi islam merupakan suatu sistem ekonomi yang di dasarkan pada ajaran dan nilai-nilai Islam, bersumber dari Al-quran, As sunnah, Ijma, dan Qiyas (ketetapan ulama). Ekonomi islam merpakam perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan  aturan agama islam dan di dasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun imam dan rukun islam

Perbedaan Ekonomi Islam dengan Ekonomi Kapitalis dan Ekonomi Sosial

Pada perekonomian islam sistem yang di gunakan adalah sistem yang berlandaskan dari Al-quran dan Hadis, baik aktifitasnya maupun barangnya, dan cirinya  adalah larangan terhadap pengambilan riba, tidak adanya penguasa tertentu oleh individu.

Ekonomi Kapitalis

Sistem ekonomi kapitalis di kelnal sebagi sistem perusahaan bebas, di bawah sisitem ekonoi kapitalis seorang individu berhak menggunakan dan mengawal barang-barang ekonoi yang di peroleh. Dan sifat utama dalam ekonomi kapitalis yaitu menolak akidah-akidah, syariat islam, pengambilan riba, faktor-faktor ekonomi dikuasai oleh individu tertentu secara terus-menerus (pemodal-pemodak bank yang besar mempunyai kuasa yang lebih, dan memilik unsur memonopoli karena menjadikan setiap pemodal untuk menguasai segalanya dan menghapus semua persaingan dengannya.

Ekonomi Sosial

Ciri utama yang terapat paa ekonomi sosial adalah mengembalikan kekuasaan ekonomi dari pada golongan Borjuis (kapitalis) kepada golongan proliter (petani dan buruh), menyerahkan sumber alam dan sumber ekonomi kepada negara untuk di alihkan sama rata kepada rakyat, negara memilii kuasa sepenuhnya atas pekerjaan yang di hasilkan oleh rakyat

Sejarah Singkat Ekonomi Islam

  • Berawal ketika nabi Muhammmad saw berhijrah ke Madinah
  • Penataan ulang sistem ekonomi
  • Nabi mengumpulkan saudagar muslim utuk menelola pasar bagi kaum muslim di sinilah cikal bakal ekonomi islam

Dalil Praktek Ekonomi Islam

  • Hendaknya dilakukan dengan cara yang baik (Qs An-nisa:29)
  • Hendaknya teradministrasikan dengan tertib (Qs Al-baqaroh:282)
  • Mengutamakan faktor keahlian dalam mengelola ekonomi (HR: Bukhori)
  • Dilakukan secara terencana dan profesional
  • Dilakukan dengan penuh amanah (Qs: Al-mu’minun:8)
  • Dilakukan dengan penuh tanggung jawab (HR: Bukhori)
  • Dilakukan secara adil (Qs Al-maidah:8)

Hal-hal yang di Larang dalam Ekonomi Islam

  •  Tidak boleh menggunakan cara yang batil
  •  Tidak boleh melakukan kegiatan riba
  •  Tidak boleh dengan cara zalim
  •  Tidak boleh mempermainkan takaran timbangan, kualitas, dan keadaan suatu barang
  •  Tidak dengan cara berjudi
  •  Tidak melakukan transaksi jual beli barang haram

Tujuan Prinsip Praktik Ekonomi islam

  • Agar manusia dapat melakukan ekonomi secara islami
  • Agar manusia dapt endapatkan kesejahteraan di dunia dan di akhirat
  • Agar manusia dapat memberikan manfaat kepada manusia yang lain
  • Agar manusia dapat melakukan kegiatan ekonomi yang dapat menyelamatkan keyakinan agama, menyelamatkan jiwa, menyelamatkan akal, menyelamatkan keturunan, dan menyelamatkan akhirat
  • Hikmah dan Prinsip praktik Ekonomi dalam islam
  • Dapat mewujudkan kesejahteraan umat
  • Dapat menangkat ekonomi umat islam menjadi umat yangkuat
  • dapat mewujudkan pola hidup masyarakat yang rukun dan damai
  • terhindar dari praktek riba dan Gharar (ketidak jelasan)
  • Memperoleh pahala dan di ridhai Allah swt

Demikian pembahasan mengenai sistem ekonomi islam, pada dasarnya eonomi islam ini mempunyai ilmu yaitu manusia sosial namun religius, menangani masalah dengan prioritas pilihan alternatif kebutuhan di tuntut dengan nilai islam, dan sistem pertukaran di tuntut oleh etikal islam. Dan pada sistem ekonomi islam juga mengajarkan toleransi yang baik yaitu dengan cara tidak dirugikannya salah satu pihak ini berarti maka kerugian dan keuntungan ditanggung bersama-sama.

Hukum Kredit Barang Dalam Islam

Hadisriwayat – Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan sistem ekonomi pada masa moderen ini sudah berkembang sangat pesat. Beragam sistem perekonomian perekonomian ditawarkan oleh banyak niagawan dengan tujuan untuk menggait pelanggan atau konsumen. Sebagai seorang niagawan muslim sejati maka harus cerdik dalam menganalisa fenomena yang ada dalam perkembangan ekonomi pada saat ini, agar  tidak terjerumus pada akidah yang sesat seperti riba.

ilustrasi pembayaran jual beli menggunakan alat pembayaran

Islam sudah mengatur segala hukum dan urusan didalam dunia dan akhirat untuk terciptanya kemaslahatan umat. Diantaranya yaitu sistem ekonomi terkait hukum kredit barang dalam islam. Pengertian kredit sendiri merupakan suatu sistem pembayaran non tunai (tidak tunai) dengan sifat angsuran.

Hukum Kredit Barang Dalam Islam

Secara garis besar sebenarnya sistem kredit barang dalam islam diperbolehkan oleh syariat. Hal ini didasarkan dari beberapa dalil, diantaranya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai (kredit) untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. (QS. Al-Baqarah: 282)

Ayat diatas merupakan dalil bolehnya akad hutang-piutang, sddangkan akad kredit merupakan suatu bentuk hutang-piutang, sehingga ayat diatas dapat di jadikan dasar bolehnya suatu akad jual beli kredit. Bahkan dalam suatu hadits, Rasulullah juga pernah membeli bahan makanan dengan sistem dihutang.

اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا بِنَسِيئَةٍ، وَرَهَنَهُ دِرْعَهُ

Artinya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membeli sebagian bahan makanan terhadap seorang yahudi dengan pembayaran dihutang dan beliau juga menggadaikan perisai kepadanya.” (HR. Bukhari:2096 dan Muslim: 1603)

Hukum Kredit Barang Dalam Islam

Walaupun hukum kredit barang dalam islam diperbolehkan, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankannya, diataranya adalah:

Obyek jual beli bukan komoditi ribawi yang sejenis dengan alat tukar

Sebagian besar ulam telah membagi komoditi ribawi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama adalah kategori barang yang menjadi alat ukur atau standar harga seperti uang, perak, emas dan lainnya. Sedangkan unruk kelompok kedua adalah kategori bahan makanan yang mempunyai daya tahan lama seperti beras, gandum, kurma dan lainnya.

Hal yang harus diketahui tekait akad barter atau jual beli antara dua komoditi ribawi yang masih dalam satu kelompok (misalkan uang dengan emas, atau kurma dengan gandum) harus dilakukan secara tunai. Artinya tidak boleh ada kredit didalamnya agar terhindar dari praktik riba nasi’ah.. Dasar hukumnya termaktub dalam hadis Nabi Shallallahu’alaihi wasallam,

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ رباً إلا مِثْلًا بِمِثْلٍ ويَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الْأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَد

Artinya: “Menukarkan emas dengan emas, perak dengan perak, gandum burr dengan gandum burr, gandum sya’ir dengan gandum sya’ir, kurma dengan kurma dan garam dengan garam adalah termasuk akad riba, kecuali dengan dua syarat: sama ukuran atau kadarnya dan dilakukan secara tunai. Tetapi, jika jenisnya berbeda (masih dalam satu kelompok maka tukarkanlah dengan syarat bahwa harus diserahkan secara tunai” (HR. Muslim)

Hindari penundaan serah terima barang

Dalam akad kredit tidak diperbolehkan adanya penundaan serah terima barang karena hal itu adalah praktik jual beli hutang dengan hutang. Artinya, dalam konteks ini barang masih dalam tanggungan penjual dan uang juga masih berada dalam tanggungan pembeli. Hal ini sudah disepakati oleh para ulama merupakan praktik jual beli dain bid dain yang sudah dinukilkan oleh Ibnu Qudamah dalam kitabnya, Al-Mughni.

Diriwatkan dalam sebuah hadist dari Ibnu Umar bahwasanya, “Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam melarang praktik jual beli hutang dengan piutan” (HR. Hakim: 2343).

Imam Al-Hakim menilai hadis ini sebagai hadis yang shahih, akan tetapi sebagian besar ulama menilai hadis ini sebagai hadis yang lemah untuk dijadikan dalil. Walaupun demikian mereka sepakat untuk menerima isi maknanya.

Harga Ganda Hukum Kredit Barang Dalam Islam

Harga ganda merupakan hal yang sangat penting yang perlu kita ketahui dalam akad jual beli kredit. Sebagai contoh ilustrasi yaitu ketika seorang penjual menawarkan suatu barang dagangannya kepada para pembeli dengan beberapa variasi penawaran harga. Jika pembeli membayar secara konstan (tunai) maka harganya lebih kecil (1 juta misalnya), akan tetapi jika dibayar secara kredit maka harganya akan naik dua kali lipat (2 juta misalnya). Kenyatan praktik semacam inilah yang berkembang dalam sistem jual beli kredit. Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk mengetahui ilmu pengetahuan terkait syariat sistem perniagaan seperti ini

Banyak perbedaan pendapat ulama dalam menyikapi transaksi seperti ini. Sebagian besar ulama membolehkahkan praktik jual beli seperti ini dengan catatan sudah erjadi kesepakatan harga antara penjual dan pembeli. Arrtinya pembeli sudah mengetahui pilihan harga dan pihak penjual sudah menyepakati hal itu. Pendapat ini berdasarkan kaidah mu’amallah bahwa hukum asal setiap perniagaan adalah halal. Sebagaimana yang sudah ditegaskan dalam firman Allah Ta’ala,

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Artinya: Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (QS. Al-Baqarah: 275)

Dan sebagian ulama juga berpendapat bahwa akad jual beli seperti ini tidak boleh. Pendapat ini didukung oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radiyallahu’anhu,

نَهَى النَّبِيُّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِي بَيْعَةٍ

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dua transaksi dalam satu jual beli.” (HR. Tirmidzi: 3/1290 dan Nasai: 7/296)

Pendapat inilah yang kemudian dipegang oleh Imam An Nasa’i. Beliau membuat sebuah judul bab “Transaksi Ganda dalam jual beli” (بيعتين في بيعة) kemudian beliau mengatakan, “Yaitu perkataan seseorang, ‘saya jual dagangan ini seharga seratus dirham secara tunai, dan dua ratus dirham secara kredit.”

 

Jual Beli yang Dilarang Dalam Islam

Jual Beli yang Dilarang Dalam Islam

Jual Beli yang Dilarang dalam Islam

Salah satu urusan dari sekian banyak urusan manusia yang diatur oleh islam dengan sebaik-baik pengaturan, karena memang islam datang untuk kemaslahatan bagi umat manusia (dunia dan akhirat mereka). Salah satu yang diatur oleh islam dalam urusan dunia manusia adalah masalah muamalah (hubungan antara manusia). Hubungan antara manusia ini begitu banyak dan semuanya lengkap diatur oleh islam seperti yang akan kita bahas pada kali ini yaitu jual beli yang dilarang dalam islam. Karena memang islam agama yang sempurna, yang Allah Ta’ala turunkan kepada Nabi dan Rasul-Nya yang mulia yang telah ditegaskan pada kitabnya Al-Qur’an Al-Maidah ayat 3 yang bunyinya,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا-

Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

Jual Beli yang Dilarang Dalam Islam
ilustrasi jual beli antara pembeli dan penjual

Jual Beli yang Dilarang dalam Islam

Kembali kedalam pokok permasalahan mengenai jual beli yang dialarang dalam islam. Islam memiliki sistim perekonomian yang baik sekali. Sistim ini diatur oleh Allah Ta’ala adalah maslahat (semunya adalah kebaikan baik itu kebaikan dunia ataupun kebaikan akhirat). Semua aspek terkait jual beli yang dilarang dalam islam sudah diatur pada Al-Qur’an dan Sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihiwassalam diantaranya adalah,

Ar-Riba
Riba termasuk dalam sistim perekonomian yang sangat dzalim sekali. Riba sendiri jika diartikan mempunyai makna az-ziyadah (tambahan) yang tidak wajar dan Allah sendiri juga mengancam pelaku riba di dalam Al-Qur’an bahwa pelaku riba akan mendapatkan siksa yang sangat pedih baik di dunia maupun diakhirat. Kenapa demikian, karena riba memiliki sifat merugikan pihak lain dimana pihak yang merasa rugi akan merasa tercekik. Oleh karena itu riba merupakan jual beli yang dialarang dalam islam.

Islam Melarang Bentuk Jual Beli Secara Perjudian
Jual beli yang dilarang dalam islam lainnya adalah menjual sesuatu (barang) yang didapatkan dari perjudian. Mengapa demikian?, Judi saja diharamkan dalam Al-Qur’an dan termasuk dalam kategori dosa yang besar sehingga islam melarangnya. Judi mempunyai sifat yang akan mendatangkan rasa ketagihan pada pelakunya, sehingga akan mendatangkan suatu bencana moral agama. Allah sendiri memerintahkan hambanya untuk mencari rizki yang halal, sesuai dengan firman Allah Ta’ala yang bunyinya,

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di atas muka bumi; dan carilah karunia Allah (rizki yang halal) dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Islam Melarang Tipe Jual Beli Tipuan (Menipu)
Hal ini berarti menunjukan pada kita semua bahwa sebagai kaum muslimin yang hendak melakukan jual beli harus jujur, jujur disini berarti ketika hendak menjual sesuatu berarti barang harus sesuai dengan apa yang dikatakan. Sudah banyak sekali kasus yang terjadi pada akad jual beli ini, dimana pembeli merasa tertipu karena barang yang dijual tidak seperti yang telah dijanjikan pada saat akad. Oleh sebab itu, guna mengatur kemaslahatan umat maka hal ini termasuk kategori jual beli yang dilarang dalam islam.

Islam Melarang Menjual Sesuatu yang Haram
Ada banyak sekali barang-barang yang dicap haram hukumnya untuk dijual, terlebih lagi untu dikonsumsi secara cuma-cuma. Diantara bayaknya barang haram ini meliputi obat-obatan (narkoba), minuman keras (khamr), daging babi dan sejenisnya, serta segala sesuatu yang didapatkannya secara tidak halal seperti hasil sogokan ataupun korupsi.

Jika Jual Beli Menjerumuskan Untuk Melalaikan Ibadah
Contoh kasus yang bisa kita ambil yaitu ketika seorang pedagang masih asik berdagang pada saat waktu sholat yang sudah tiba sehingga ia tidak melangkahkan kakinya menuju Allah Ta’ala (masjid). Hal ini sudah tercantum pada firman Allah yang bunyinya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Atinya: Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 

Islam Melarang Jual Beli Ketika Sedang Terjadi Akad Didalamnya
Sesuai dengan sabda Nabi,

لَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ
Artinya: Janganlah sebagian di antara kalian berjualan di atas jualan sebagian.

Misalnya, seseorang ketika seseorang sedang mencari barang, dan dia membelinya dari seorang pedagang. Lalu pedagang ini memberikan hak pilih (jadi atau tidak) kepada si pembeli dalam tempo selama satu atau tiga hari atau lebih. Pada waktu tersebut, tidak boleh ada pedagang lain yang masuk untuk mengatakan kepada si pembeli tadi “tinggalkan barang ini, dan saya akan memberikan barang sejenis dengan kualitas yang lebih baik dengan harga yang lebih murah”. hal ini termasuk dalam kategori jual beli yang diharamkan dalam islam, karena berjualan di atas akad jual beli saudaranya.

Itulah Ilmu yang bisa kita dapat pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat bagi kalian semua.

 

Pentahapan Hukum Zina

Hukum Zina dalam Islam

Sebagian ahli fiqih berpendapat bahwa penetapan hukuman zina itu bertahap seperti halnya terjadi pada khamer dan pada ibadah puasa. Hukuman zina semula yaitu disuruh mencela, mencerca dan mengucilkan.

Allah berfirman :

وَاللَّذَانِ يَأْتِيَانِهَا مِنْكُمْ فَآذُوهُمَا ۖ فَإِنْ تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا عَنْهُمَا

Artinya : ‘’Dan dua orang yang berbuat zina dikalangan kamu, maka sakitilah mereka. Maka jika mereka bertaubat dan berbuat baik, maka jauhilah mereka‘’ (QS. An-Nisa: 16)
Kemudian maju selangkah dari ini kepada penahanan dalam rumah sendiri. Allah berfirman :

وَاللَّاتِي يَأْتِينَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نِسَائِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوا عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةً مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ شَهِدُوا فَأَمْسِكُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ حَتَّىٰ يَتَوَفَّاهُنَّ الْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا

Artinya : ‘’Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya‘’ (QS. An-Nisa: 15)

Kemudian perkaranya jadi jelas dan Allah memberikan jalan keluar, maka ditetapkan hukuman bagi remaja berzina serratus kali dera dan bagi yang telah menikah dirajam sampai mati. Pentahapan ini adalah untuk meningkatkan keadaan moral masyarakat dan agar masyarakat memegangnya dengan perasaan kasih saying dan mau berusaha menjaga sifat sifat malu dan kesucian dan supaya manusia tidak merasa berat memikul beban perpindahan suasana dari satu hukum kepada hukum baru. Dan supaya mereka tidak merasa keberatan mengikuti agama islam. Menurut para ahli fiqih ini beralasan dengan hadits ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah saw, bersabda :

خُذُوا عَنِّي خُذُوا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ

Artinya : zinanya seorang gadis dgn jejaka hukumannya adl seratus kali cambuk & diasingkan selama satu tahun, & zinanya seorang janda dgn seorang duda hukumannya adl seratus kali cambuk dan rajam. (HR Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Tetapi para ahli fiqih juga berpendapat, bahwa lahir dari kedua ayat diatas (An-Nisa 15-16) mengenai masalah perempuan lesbian dan laki-laki homo. Hukum perbuatan mereka berbeda dengan hukum zina yang ditetapkan dalam surah An-Nur, yaitu :

1. Perempuan perempuan yang berbuat keji, seperti lesbian, yaitu perempuan bersenggama dengan perempuan. Maka hadirkanlah empat orang saksi laki-laki yang menyaksikan perbuatan mereka. Jadi jika mereka ini menyaksikan benar-benar, maka kurunglah mereka dalam rumah, yaitu dengan menempatkan perempuan tadi seorang diri dalam rumah jauh dari teman lesbianny, sehingga datang ajalnya atau Allah berikan jalan keluar dari keadaan tersebut kepada taubat atau menikah, sehingga tidak berbuat lesbian lagi.

2. Dua laki-laki homo yaitu laki-laki yang bersenggama dengan laki-laki. Maka sakitilah mereka setelah terbukti perbuatan mereka oleh para saksi mata juga. Jika mereka bertaubat sebelum disakiti, yaitu dijatuhi hukuman had, maka kalua mereka menyesal dan mau memperbaiki diri kesalahan mereka dan membersihkan tingkah laku mereka, hendaklah mereka kamu lepaskan dari hukuman had yang sedianya dijatuhkan kepada mereka.

Hukuman Zina Menurut Islam

Hukuman Zina Menurut Islam

Islam menyeru dan menggemarkan perkawinan. Sebab dialah yang paling selamat untuk menyalurkan dorongan seks dan merupakan jalan paling mulya untuk berketurunan yang nantinya ditangani dan dipikul oleh suami istri, jalan menanamkan perasaan cinta dan kemesraan, kasih saying dan kerinduan, kebersihan, kehormatan, kemegahan, harga diri dan agar keturunannya sanggup bangkit mengikuti jejaknya, membantu aktivitasnya dalam meningkatkan nilai kehidupan.

Karena telah diadakan jalan paling mulya untuk menyalurkan keinginan seksual, maka dilaranglah segala cara yang tidak sah dan dilarang menggerakkan nafsu birahi dengan cara apa saja, agar nantinya tidak menyimpang dari jalan yang sah. Karena itu, dilaranglah pergaulan antara laki-laki dan perempuan, dansa, gambar-gambar porno, nyanyian cabul, melihat perempuan secara nafsu dan segala cara yang merangsang birahi atau bisa menuju kepada perbuatan zina, sehingga dapat dicegah segala faktor yang melemahkan kehidupan keluarga dan kerusakan rumah tangga.

Zina dipandang kejahatan secara hukum yang dapat dijatuhi hukuman paling keras, karena akibatnya yang sangat berbahaya, dan menyebabkan lahirnya banyak kejahatan dan kriminalitas lainnya. Hubungan seks yang tidak sah merupakan perbuatan yang menghancurkan masyarakat, lebih-lebih zina merupakan adab yan paling keji.

Allah Berfirman :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya : Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

Berikut alasan kenapa zina dilarang didalam agama islam :
1.Karena menyebabkan sumber penularan penyakit ganas yang merusak badan dan mewariskan penyakit kepada anak keturunannya sampai cucu-cucunya, seperti penyakit jamur kulit, sipilis dan kencing nanah.
2. Menyebabkan terjadinya pembunuhan. Sebab rasa cemburu telah jadi tabiat manusia. Adalah jarang sekali laki-laki terhormat atau perempuan baik yang suka penyelewengan seks. Bahkan bagi laki-laki tidak ada jalan untuk menebus aib dimukanya yang dicorengkan orang lain kepadanya, selain membunuh pelaku penyelewengan seks tersebut.
3. Zina menghancurkan system rumah tangga, menggoncangkan wujud keluarga, memutuskan hubungan suami-istri dan menghantarkan anak-anak kepada suasana pendidikan yang buruk, sehingga bisa menyebabkan anak-anak lari dari rumah, menyeleweng dan berbuat maksiat.
4. Zina menistakan keturunan dan melimpahkan harta milik kepada orang yang bukan haknya ketika terjadi pembagian warisan.
5. Zina merupakan penipuan terhadap suami. Sebab zina adakalanya membuat perempuan hamil dari hubungan zina ini, sehingga seorang suami menanggung pendidikan anak yang bukan anak sahnya sendiri.
6. Zina merupakan hubungan sementara yang tidak ada tanggung jawabnya dibelakang itu. Jadi ia merupakan hubungan hewan, yang oleh orang baik tentu itu dijauhi.

Ringkasnya, secara ilmiah terbukti kebenaran yang tidak dapat diragukan lagi bahwa zina itu besar sekali bahayanya. Ia merupakan jalan terhebat dalam menimbulkan kerusakan dan keruntuhan moral, mengakibatkan timbulnya penyakit paling cepat daya bunuhnya, membuka pintu luas pembujangan, lahirnya perempuan piaraan dan pelacuran. Karena itu, ia merupakan dorongan terbesar timbulnya sikap boros, kemewahan, pelacuran dan perbuatan durhaka. Maka islam menetapkan hukuman zina sangat keras.
Islam menimbang dengan adil antara bahaya yang dikenakan kepada pelaku dosa dan akibat kejahatan itu kepada masyarakat, dan memutuskan mana kerugian yang paling ringan diantara dua bahaya yang timbul itu. Inilah yang namanya keputusan yang adil. Tidak diragukan lagi bahwa kerugian yang ditampakkan kepada pelaku zina tidak sebanding dengan bahaya zina kepada masyarakat yang berupa kekejian zina, meluasnya kemungkaran, tersebarnya perbuatan kotor dan durhaka.

Hukuman zina, sekalipun membahayakan diri pelaku diri pelaku zina, akan tetapi pelaksanaan hukuman ini akan menjamin keselamatan jiwa, harga diri, keselamatan keluarga yang merupakan batu pertama pembinaan masyarakat dan dengan baiknya keluarga akan baik masyarakatnya, sebaliknya rusaknya keluarga akan rusak masyarakatnya. Semua bangsa keselamatan keselamatannya tergantung kepada akhlak leluhurnya, adabnya, kebersihan dari segala kotoran dan penyakit serta jauhnya dari perbuatan rendah dan hina.

Dalam islam disamping membolehkan menikah juga membolehkan poligami, sehingga jalan ini dapat menutup jalan haram dan agar tidak ada alasan bagi orang yang hendak melakukan zina. Dan dalam melaksanakan hukuman ini untuk menakut-nakuti dan menjadikan pelaku zina jauh dari kejahatan ini diadakan ketentuan penjagaan.

1. Tidak boleh dijatuhkan hukuman selama ada keraguan. Jadi hukumannya hanya boleh dijatuhkan kalua benar-benar kejahatan zinanya terjadi secara meyakinkan.
2. Untuk memastikan terjadinya zina diperlukan empat orang saksi laki-laki yang adil. Tidak boleh diterima kesaksian orang-orang perempuan dan orang-orang yang biasa berbuat dosa.
3. Para saksi ini menyaksikan bersama-sama perbuatan zina itu sendiri, yaitu laksana masuknya kayu celah celah pada botolnya atau timba kedalam sumur. Dan inilah perkara yang sulit pembuktiannya.
4. Diandaikan tiga dari empat orang saksi kesaksiannya berbeda dengan orang yang keempat, atau salah seorang diantara mereka menarik kembali keterangannya, maka ketiga orang saksi lainnya dikenai hukuman qadzaf yaitu menuduh orang berbuat zina tanpa bisa membuktikan kebenarannya.
Penjagaan yang ditetapkan oleh islam mengenai pembuktian kejahatan zina adalah nyata-nyata merupakan perlakuan hukuman secara sembrono.