Tanda-Tanda Kemunculan Dajjal (Menguak Misteri Hadits AI-Jassasah Dan Hadits-Hadits Tentang Ibnu Shayyad)

Termasuk keyakinan para salaf tentang Dajjal adalah bahwa ia sudah ada sejak zaman Nabi Saw. Bahkan sebagian menyebutkan bahwa keberadaan Dajjal sudah ada sejak sebelum kedatangan Rasulullah Saw. Hal itu berangkat dari satu asumsi bahwa para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad Saw, telah memberikan peringatan kepada umatnya akan bahaya fitnah Dajjal. Dan rasul pertama yang memberikan peringatan terhadap fitnah Dajjal adalah Nabi Nuh.

Dalil yang menguatkan keberadaan Dajjal sejak zaman nabi adalah hadits Tamim Ad-Dari yang diriwayatkan oleh Fatimah binti Qais dalam riwayat Muslim. Juga hadits tentang Ibnu Shayyad yang sebagian ulama menyebutnya sebagai Dajjal yang dijanjikan akan muncul di akhir zaman.

Tentang penentuan keberadaan Dajjal di masa Rasulullah Saw, para ulama memiliki perbedaan pendapat yang sangat tajam tentang hakikat Dajjal yang sesungguhnya, apakah ia adalah seorang laki-laki sebagaimana yang disebutkan oleh Tamim ad Dari atau Ibnu Shayyad sebagaimana yang disebutkan dalam banyak riwayat. Nampaknya riwayat Fatimah binti Qais tentang hadits Tamim Ad Dari ini lebih popular daripada riwayat Ibnu Shayyad. Ada beberapa sebab yang membuat hadits Tamim lebih terkenal dari Ibnu Shayyad’ di antaranya:

  1. Riwayat Tamim Ad-Dari lebih banyak bersesuaian dengan riwayat-riwayat lain yang mendukungnya, terutama riwayat yang membicarakan tentang ciri fisik Dajjal.
  2. Hadits Tamim Ad Dari diriwayatkan oleh Imam Muslim yang status keshahihannya tidak diragukan lagi.
  3. Hadits Tamim Ad Dari yang berbicara tentang keberadaan Dajjal di pulau Yaman tidak memiliki kontradiksi dengan hadits lain yang membicarakan tentang Dajjal (versi Tamim Ad-Dari).
  4. Apa yang diceritakan oleh Tamim Ad Dari merupakan berita yang sangat-sangat menakjubkan bagi para sahabat saat itu. Bahkan Rasulullah sendiri sangat takjub dengan apa yang diceritakan oleh Tamim Ad-Dari, sehingga beliau mengumpulkan banyak para sahabatnya baik laki maupun perempuan. Dan kitapun sangat takjub dengan apa yang diceritakan oleh Tamim Ad-Dari, karena ia berbicara tentang sesuatu yang sedikit berbau mistik, misteri dan di luar kebiasaan dan kewajaran.
  5. Pengakuan Tamim Ad-Dari mendapatkan rekomendasi dari Rasulullah Saw, di mana Rasulullah menyatakan kesesuaian apa yang dilihat Tamim Ad-Dari dengan kisah kisah-kisah Dajjal yang beliau ceritakan.
  6. Tidak terlihat adanya perbedaan pendapat mengenai kisah Dajjal yang dibawakan oleh Tamim Ad-Dari di kalangan para sahabat.

Setidaknya, itulah beberapa alasan mengapa kisah Dajjal versi Tamim Ad Dari lebih popular. Berbeda halnya dengan riwayat-riwayat tentang Ibnu Shayyad. Riwayat-riwayat tersebut meskipun jauh lebih banyak, akan tetapi tenggelam dengan kepopuleran hadits Tamim Ad-Dari. Ada beberapa alasan mengapa hadits tentang Ibnu Shayyad tidak begitu terkenal di kalangan penulis fitnah akhir zaman:

  1. Tidak sedikit di antara ulama yang merasa musykil dengan kisah-kisah Ibnu Shayyad. Mereka memandang banyak kontradiksi jika hadits tersebut dibenturkan dengan riwayat Tamim Ad Dari. Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Nawawi, “Para ulama mengatakan, “Kisahnya sangat musykil (sukar difahami) dan masalahnya samar-samar, apakah dia itu Al-Masih Ad-Dajjal yang terkenal itu ataukah lainnya? Tetapi tidak disangsikan lagi bahwa dia adalah salah satu Dajjal (pendusta besar) di antara dajjal-dajjal.”
  2. Riwayat tentang Ibnu Shayyad tidak menggambarkan hal-hal yang menunjukkan peristiwa khawariqul ‘adah (keluarbiasaan), Ibnu Shayyad tidak ubahnya seperti manusia Iain yang tidak memiliki keistimewaan selain beberapa Ciri fisiknya mirip dengan apa yang disebutkan oleh Rasulullah Saw.
  3. Para ulama merasa kesulitan untuk mengambil kesimpulan tentang hakikat Ibnu Shayyad, benarkah dia adalah Dajjal yang dijanjikan? Sebab apa yang terjadi pada Ibnu Shayyad justru menunjukkan yang sebaliknya. Ibnu Shayyad menikah, masuk islam, ikut haji dan umrah, tinggal di Madinah, bahkan juga sempat berjihad. Ibnu Shayyad pun memiliki seorang anak yang kemudian menjadi tabi’in yang baik.
  4. Sebagian besar para penulis fitnah akhir zaman -terutama penulis masa kini- ketika sudah memasuki bab Dajjal, selalunya hanya membicarakan hadits tentang Al-Jassasah yang diriwayatkan oleh Tamim Ad-Dari, dan tidak menyebutkan hadits tentang Ibnu Shayyad. Sehingga banyak sekali di antara kita yang tidak mengerti hal ihwal tentang Ibnu Shayyad, bahkan sekedar mendengar namanya merasa asing. Padahal hadits-hadits tentang Ibnu Shayyad jumlahnya jauh lebih banyak dan lebih shahih daripada hadits Al-Jassasah. Bahkan sebagian ulama ada yang menghukumi hadits Tamim Ad-Dari adalah hasan gharib, karena hanya diriwayatkan dari jalur Fatimah binti Qais.

Mengingat banyaknya syubhat dan penyamaran tentang Dajjal, maka memahami dengan baik kedudukan riwayat Tamim Ad Dari dan riwayat Ibnu Shayyad menjadi sangat penting. Yang demikian agar kita memiliki pemahaman yang utuh tentang keduanya.

Waspada Terhadap Fitnah Akhir Zaman

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya, menjelang terjadinya Kiamat ada fitnah-fitnah seperti sepotong malam yang gelap gulita, Pada pagi hari seseorang dalam keadaan beriman, tetapi pada sore hari ia menjadi kafir. Sebaliknya, pada sore hari seseorang dalam keadaan beriman, namun di pagi hari ia dalam keadaan kafir. Orang yang duduk pada masa itu lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada Yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang Yang berjalan cepat. Maka, patahkan busur kalian, putus-putuslah tali kalian, dan pukullah pedang kalian dengan batu. Jika salah seorang dari kalian kedatangan fitnah-fitnah ini, hendaklah ia bersikap seperti anak terbaik di antara dua anak Adam (yakni bersikap seperti Habil, jangan seperti Qabil)”

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Ketahuilah, Sesungguhnya fitnah itu dari sini, fitnah itu dari sini, dari arah terbitnya tanduk setan.” Ini merupakan peringatan penting bagi setiap muslim, bahwa banyaknya fitnah yang menyebabkan seseorang murtad merupakan tanda dekatnya akhir zaman. Untuk skala lokal, barangkali yang paling nyata adalah fenomena fitnah kesulitan hidup, kemiskinan, dan kesengsaraan yang menyebabkan seseorang dengan mudah menukar agamanya. Juga godaan dunia yang dikemas sedemikian menggiurkan bagi siapapun untuk mencicipinya. Sehingga siapapun yang tidak memiliki ketahanan iman, sangat mungkin merubah imannya dalam bilangan hari.

Namun di antara berbagai fitnah yang dinubuwatkan oleh beliau tidak ada satupun fitnah yang lebih berbahaya, lebih dahsyat, dan lebih keras efek yang ditimbulkannya melebihi fitnah Dajjal. Hal itu, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Saw “Wahai sekalian manusia! sesungguhnya tidak ada fitnah di muka bumi ini semenjak Allah menciptakan keturunan Adam-yang lebih besar dari fitnah Dajjal, Sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang Nabi, melainkan telah memperingatkan kaumnya tentang fitnah Dajjal.”

10 Cara Wanita Menyelamatkan Diri Dari Fitnah Dunia

Allah menciptakan manusia di alam yang penuh cobaan dan ujian. Dan menjadikan surga tempat bagi para penolong dan kekasih-Nya, yang mendahulukan keredoanNya dibandingkkan dengan keridhaan dirinya dan ketaatan kepadaNya dibandingkan kesenangan badannya. Dan Dia menjadikan neraka tempat bagi yang membangkang dari hamba-Nya serta mereka yang mendahulukan hawa nafsu dibandingkan keridhaan Allah Ta’ala

Sesungguhnya di antara fitnah yang menjadi cobaan kita sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam adalah fitnah wanita,:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
Artinya : ‘‘Aku tidak tinggalkan setelahku fitnah yang lebih besar bagi laki-laki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari, no. 5096. Muslim, no.  2740).

Berikut ini sebagian kiat yang dapat membantu untuk menjauhi fitnah ini, kami memohon kepada Allah agar memperbaiki kondisi umat Islam :

1. Hindari gosip, Sangat penting bagi wanita untuk meninggalkan segala bentuk gosip entah itu ikut nyimbrung dengar kawan bergosip atau menonton/ mendengar acara gosip. Dengan menghindari masuknya gosip anda tidak akan punya bahan untuk bergosip.” Ingatlah gosip itu sebagai perbuatan yang sangat menjijikan” ( QS AL HUJURAT 12 )

2. Menjaga Pakaian, Wanita tidak hanya harus bisa menjaga pandangannya tetapi terlebih lagi harus bisa menjaga tubuhnya agar tidak menjadi sumber pemandangan. Perhatikanlah cara berpakaian kita. Hindari pakaian yang menampilkan lekuk tubuh bahan yang terlalu tipis,dan terbuka aurat. Namun juga kita harus bisa tampil bersih, rapi , menyenangkan dan syar’i. ( QS AN NUR 31)

3. Betahlah dirumah, Jika tidak punya keperluan yang penting ,lebih baik bagi wanita untuk berada di rumahnya. Lebih baik menjadikan rumah kita sebagai tempat berkumpul dengan teman2 dari pada harus bertemu di cafe tau tempat-tempat umum lainya. Jangan lupa untuk mengajak tamu kita untuk shalat atau tilawah bersama dan muliakan dia dengan memberinya hidangan ( tentu teman sesama wanita bukan pria ).

4. Memelihara fikiran, Sibukkanlah fikiran kita dengan hal-hal berguna hingga ia tidak memberikan tempat bagi fikiran jelek. Bila kita membiarkan satu fikiran yang jelek ada dalam otak kita, maka ia akan turun kehati. Jika ada kesempatan yang pas, maka sadar atau pun tidak sadar kita akan melepaskannya. Bunuhlah fikiran yang jelek itu sebelum ia membunuh amal kita.

5. Hati-hati memilih teman, Seperti disebut dalam point pertama hendaknya kita hindari gosip. Salah satu caranya adalah memilih teman yang tepat yaitu teman yang selalu mengajak kepada kebenaran ,mengingatkan kita jika salah. Bukan teman yang hanya suka berhura-hura. Rasul berpesan : “Seseorang akan mengikuti cara temannya maka berhati-hatilah memilih teman yang anda percayai (HR ABU DAUD ). Jangan takut untuk melepas teman yang tidak mau di ajak kepada kebaikan.

6. Hati-hati memilih tempat sosialisasi, Memilih tempat bergaul juga sangat penting untuk di perhatikanTentu bar dan nighclub bukannya tempat seorang muslim.Jagalah kaki kita agar tidak melangkah ke tempat-tempat yang berpotensi bisa menimbulkan maksiat

7. Hati-hati ketika browsing, di dunia internet saat ini, tempat2 maksiat bisa dengan mudah di temui di website juga dalam bersosialisasi di dunia maya ( sosial media ). Pilihlah teman/contact yang bisa menambah iman ,bukan berteman dengan orang yang suka menuliskan gosip. Selain itu juga perhatikan seluruh media yang kita gunakan mulai dari majalah ,koran,televisi,radio ,hp,dll. Pilihlah dengan hati-hati karena mereka bisa mempengaruhi pikiran kita

8. Menikah, Bagi siapa saja yang sudah merasa siap untuk hidup berumah tangga baik secara psiologis,agama maupun biologis, sebaiknya ia menikah. Menikah bisa membuat hati lebih tentram dan sejuk sekaligus menghindarkan dari fikiran2 jelek, mengurangi narsisme dan show off. Rasul mengatakan “wahai para pemuda siapa saja di antara kamu sudah merasa mampu, menikahlah terlebih dahulu sebagai solusi pertama,baru jika tidak mampu disunnahkan untuk berpuasa. (HR BUKHARI )

9. Berpuasa, Seperti di singgung di atas, bagi yang tidak mampu menikah sebaiknya berpuasa.Tidak mampu disini bisa jadi karena tidak punya biaya atau belum ketemu jodohnya,Bersabarlah dan berpuasalah. Dengan berpuasa hati dan fikiran menjadi lebih tenang karena puasa bisa mengurangi nafsu terhadap dunia. (AL QURTUBI)

10. Isi hati dengan dzikir, Isilah tiap waktu kita dengan dzikir. Dzikir itu seperti tugas keamanan yang melindungi hati kita dari bisikan dan fikiran jahat disisipkan syaithon. Jika hati kita terjaga insya Allah hati,kaki,tangan,dan fikiran kita juga akan terjaga.

Demikianlah artikel tentang 10 Cara Wanita Menyelamatkan Diri Dari Fitnah. Semoga bermanfaat untuk kita semua terutama para wanita.