Bedah Tuntas Fikih Islam Kenapa Babi Haram Menurut Al Quran

Bedah Tuntas Fikih Islam Kenapa Babi Haram Menurut Al Quran – Fakta bahwa konsumsi daging babi dilarang dalam islam sudah diketahui. Larangan mengkonsumsi daging babi berasal dari ayat Alquran yang berikut:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. [Q.S Al-Maidah 5:3]

Baca: Alasan Mengapa Islam Melarang Mengkomsumsi Alkohol

Mari kita Bedah Kenapa Babi Haram Menurut Al Quran:

Kenapa Daging Babi Haram Menurut Al Quran
Alasan Kenapa Babi Haram Menurut Al Quran

Kehidupan dalam Islam bersifat holistik (penuh kesucian) dengan mempertimbangkan kesejahteraan secara fisik, spiritual, dan emosial yang merupakan bagian dari struktur kehidupan manusia. Allah menciptakn Manusia dengan tujuan agar mereka beribadah kepada-Nya, seperti yang tersebut dalam Q.S Surat Az-Zariat (51:56)

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku (Allah tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. [Q.S Az-Zariat 51:56]

Seorang muslim diwajibkan selama hidupnya untuk menjemput keridhaan Allah dengan cara mematuhi hukum-hukum atau aturan-aturannya dan menjauhi segala larangannya, seperti memakan daging babi atau produk yang berkaitan dengan babi.

Baca: Adab dan Penyembelihan Hewan

Pada awalnya mungkin seorang muslim akan bertanya, apa yang membuat daging babi begitu berbahaya? padahal produk ini banyak ditemukan di belahan dunia. Ternyata daging babi mengandung begitu banyak parasit berbahaya dan ini menjadikan alasan yang nyata. Namun, ketika mengalisa mengapa umat islam dilarang untuk makan daging babi, ini menjadi alasan kedua yang mutlak. Orang Muslim dilarang memakan daging babi karena Allah melarangnya:

اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. [Q.S Al-Baqarah 2:173]

Orang yang beriman mengerti bahwa Allah adalah Maha Bijaksana dan Maha Adil. Oleh karena itu, perintahnya-Nya dibuat untuk memberi manfaat bagi kita dalam kebutuhan sehari-hari, baik secara fisik, emosional, atau spiritual. Sang Pencipta tahu cara terbaik bagi ciptaan-Nya untuk hidup di dunia ini dan bersiap untuk menjalani kehidupan berikutnya. Tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim untuk mengkonsumsi babi dalam keadaan apa pun kecuali dalam kasus-kasus yang sangat mendesak, seperti, jika hidup seseorang bergantung hanya dengan cara memakannya. Dalam hal kebutuhan mendesak, hal-hal terlarang diizinkan.

Allah mengijinkan kita untuk menikmati segala sesuatu yang halal dan melarang kita untuk mengambil bagian dari hal-hal yang mungkin merusak kepercayaan, kesehatan, kesejahteraan, atau moral kita (sesuatu yang haram). Akibatnya, umat Islam sangat sadar betul untuk menjauhi makanan yang bersifat haram.

Jika seorang muslim mengkonsumsi daging babi tanpa disadari atau tidak sengaja, tidak ada dosa baginya. Allah tidaklah menghukum siapa pun karena kurangnya pengetahuan, karena kesalahan atau kelupaan yang tidak disengaja. Namun jika orang mengetahui dengan yakin bahwa ada daging babi, atau produk daging babi dalam makanan, minuman atau obat-obatannya, maka tidak diperbolehkan baginya untuk mengkonsumsinya. Itulah alasan kenapa daging babi haram menurut Al Quran dan Agama Islam.