Seruan Bumi Dan Kubur Terhadap Manusia

Anas bin Malik ra berkata : Bahwa bumi setiap hari memanggil dengan sepuluh kalimat, yaitu .

  1. Wahai anak Adam, engkau berjalan di atas punggungku dan engkau akan kembali ke dalam perutku.
  2. Engkau bermaksiat di atas punggungku, maka engkau akan disiksa dalam perutku.
  3. Engkau tertawa di atas punggungku, maka engkau akan menangis dalam perutku.
  4. Engkau makan barang haram di atas punggungku, maka engkau akan dimakan ulat dalam perutku.
  5. Engkau bergembira di atas punggungku, maka engkau akan bersedih dalam perutku.
  6. Engkau mengumpulkan barang haram di atas punggungku, maka engkau akan hancur dalam perutku.
  7. Engkau berlaku sombong di atas punggungku, maka engkau akan terhina dalam perutku.
  8. Engkau berjalan dengan senang di atas punggungku, maka engkau akan jatuh susah dalam perutku.
  9. Engkau berjalan di bawah cahaya di atas punggungku, maka engkau akan duduk dalam gelapnya perutku.
  10. Engkau berjalan dengan orang banyak di atas punggungku, maka engkau akan duduk sendirian dalam perutku.

Dalam hadits lain dijelaskan : Bahwa kubur itu setiap hai memanggil dengan tiga kali seruan :

  1. Aku ini adalah rumahnya orang sendirian, rumah dukaciw rumah kalajengking, dan rumah ular.
  2. Aku adalah rumah kegelapan.
  3. Aku adalah rumah ulat, dan apa persiapanmu sebelum memasuki aku ?.

Ada pula yang mengatakan : Bahwa kubur itu setiap hari memanggil dengan lima kali panggilan, yaitu :

  1. Aku adalah rumah orang sendirian, maka carilah teman yang setia untukmu dengan banyak membaca Al-Qur’an.
  2. Aku adalah rumah kegelapan, maka terangilah aku dengan shalat malam.
  3. Aku adalah rumah debu, maka bawalah tikar dengan banyak beramal shalih.
  4. Aku adalah rumah ular besar, maka bawalah penawarnya dengan membaca : بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ (yang disertai mengalirkan air mata (karena rasa takutnya kepada Allah).
  5. Aku adalah rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka perbanyaklah di atas punggungku dengan membaca : لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (supaya dirimu bisa menjawab pertanyaan dari Munkar dan Nakir).

Seruan Allah Setelah Tercabutnya Ruh Dari Jasad

Diterangkan dalam suatu hadits : Ketika ruh berpisah dari badan, maka ada panggilan dari langit tiga kali : “Wahai anak Adam, apakah engkau meninggalkan dunia ini, atau dunia yang meninggalkan dirimu ?. Apakah engkau mengumpulkan dunia, atau dunia yang mengumpulkan dirimu?. Apakah engkau yang membunuh dirimu ?”.

Ketika mayit diletakkan di atas dipan untuk dimandikan, tiba-tiba ada panggilan dengan tiga kali seruan: “Wahai anak Adam, dimana badanmu yang kuat itu, dan apa menjadikan dirimu menjadi lemas ?. Wahai anak Adam, dimana lisanmu yang fasih itu, dan apa yang menyebabkan dirimu diam ?. Wahai anak Adam, dimanakah para kekasihmu, dan apa yang menyebabkan mereka tidak menyukai dirimu?”.

Tatkala mayit diletakkan di kain kafan, mayit dipanggil dengan tiga kali seruan : Wahai anak Adam, engkau akan pergi jauh tanpa membawa perbekalan. Wahai anak Adam, Engkau akan keluar dari rumahmu dan tidak akan kembali lagi. Wahai anak Adam, engkau tidak akan bisa naik kuda untuk selamanya, dan engkau akan menuju tempat yang sangat menakutkan.

Pada saat mayit dipikul di atas keranda, mayit dipanggil dengan tiga kali seruan : “Wahai anak Adam, bahagialah dirimu jika engkau termasuk orang yang bertaubat. Bahagialah engkau, jika amalmu itu termasuk amal baik. Bahagialah dirirmu, jika temanmu adalah keridlaan Allah. Celakalah engkau lika temanmu adalah kemurkaan Allah Ta’ala.

Ketlka mayit diletakkan hendak dishalati, mayit dıpanggil dengan tiga kali seruan : “Wahai anak Adam, setiap perbuatan yang engkau lakukan pasti engkau akan melihatnya, jika perbuatan amalmu itu baik, maka engkau akan melihat suatu kebaikan. Sebaliknya jika amal perbuatanmu itu buruk, maka engkau akan melihat keburukan.

Tatkala keranda diletakkan di tepi kubur, maka mayit dipanggil dengan tiga kali seruan : ” Wahai anak Adam, engkau tidak membawa perbekalan dari tempat yang ramai menuju ke tempat yang rusak. Engkau tidak membawa kekayaanmu kepada kefakiran ini. Engkau tidak membawa cahaya ke tempat yang gelap ini.

Pada saat mayit diletakkan di lubang kubur, mayit dipanggil dengan tiga kali seruan : Wahai anak Adam, disaat engkau berada di atas punggungku engkau banyak tertawa, sekarang engkau berada di perutku dengan menangis. Engkau berada di punggııngku dengan bergembira, sekarang engkau berada di perutku dengan kesusahan. Engkau berada di atas punggungku bisa berbicara, sekarang engkau berada di perutku dengan berdiam.

Ketika orang-orang yang mengantar pergi meninagalkan si mayit sendirian didalam kubur, maka Allah berfirman: ‘Wahai hambaKu, sekarang engkau tinggal sendirian dalam gelapnya kubur, sedangkan orang-orang sudah meninggalkan dirimu. Engkau telah berbuat durhaka kepadaKu hanya karena manusia, karena istri dan anak semata. Pada hari ini, Aku lebih mengasihi dirimu dengan rahmatKu, dimana besarnya rahmatKu melebihi kecintaan beberapa makhluk. Rasa belas kasihanKu kepadamu jauh melebihi rasa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya”.

Semoga kita semua selalu dijaga oleh kebaikan Allah SWT.

Cara Syetan Merobek Iman Manusia Ketika Sakaratul Maut

Disebutkan dalam suatu hadits : Ketika seseorang sedang dicabut ruhnya, maka datanglah setan lalu duduk di dekat kepala orang itu, seraya berkata : “Tinggalkan agama ini, katakan bahwa Tuhan itu ada dua, sehingga kamu selamat dari kesakitan”. Jika terjadi peristiwa seperti ini merupakan bahaya yang sangat mengerikan dan menakutkan. Karena itu, hendaknya kalian selalu menangis dan merendahkan diri kepada Allah dengan memperbanyak shalat malam dan berdzikir kepada-Nya, agar selamat dari siksaan Allah.

Abu Hanifah pernah ditanya : “Dosa apa yang dikhawatirkan bisa melepas keimanan ?” Abu Hanifah menjawab, yaitu meninggalkan rasa syukur atas diberinya iman, tidak ada rasa takut (kepada Allah) di akhir umurnya, serta suka menganiaya seseorang. Kebanyakan seseorang yang kedapatan tiga perkara ini dalam hatinya ia keluar dari dunia dalam keadaan kafir, kecuali orang-orang yang mendapat hidayah.

Dikatakan, bahwa yang paling pedih siksaan seseorang menjelang ajalnya adalah dalam keadaan haus dengan hati terbakar. Pada waktu itu, setan mendapat kesempatan untuk melepas keimanannya, karena merasa sangat kehausan. Setan lalu datang di dekat kepalanya dengan membawa semangkuk air kental, kemudian setan menggerak-gerakkan mangkuk tersebut dihadapan orang mukmin tadi.

Lalu orang mukmin itu berkata : “Berilah aku air”. la tidak mengetahui bahwa yang membawa mangkuk adalah setan. Setan kemudian berkata kepada orang mukmin tadi:” Katakan, bahwa tidak ada yang menciptakan alam ini. Setelah itu, aku akan berikan air ini kepadamu”. Jika orang itu dalam keberuntungan maka ia tidak akan menjawab sedikit pun dari permintaan setan yang menyesatkan.

Setan datang lagi dari arah kedua telapak kakinya dengan menggerak-gerakan mangkuk yang berisi air pada orang mukmin. Orang mukmin itu berkata : “Berilah aku air”. Setan menjawab: “Katakan dahulu, bahwa rasul itu pembohong. Setelah itu, air ini akan aku berikan kepadmu”. Barangsiapa yang celaka, ia akan menjawab perintah sesat dari setan tersebut, karena tidak sabar atas kehausannya. Akhirnya keluarlah ia dari dunia ini dalam keadaan kafir. Na’udzu billah Min Dzalik. Sebaliknya barangsiapa yang beruntung ia akan mengembalikan ucapan setan tersebut, dan berfikir siapa saja yang ada di hadapannya yang sedang mengerubungi dirinya disaat ajalnya sudah dekat.

Sebagaimana kisah Abu Zakariyah. Disebutkan bahwa Abu Zakariyah adalah seorang zuhud, tatkala ia mendekati ajalnya, datanglah beberapa temannya. Pada waktu itu, ia dalam keadaan sakaratul maut, kemudian temannya mengajarkan kalimat thoiyyibah, yaitu lafadh : لا إله إلا الله محمد رسول الله   maka ia memalingkan wajahnya dari teman-temannya, Abu Zakariyah tidak mengucapkan kalimat itu sedikit pun. Temannya lalu menuntun dirinya mengucapkan kalimat thoiyyibah untuk yang kedua kalinya. la tetap memalingkan wajahnya. Pada waktu temannya mengucapkan kepadanya untuk yang ketiga kaiinya, ia berkata : “Aku tidak akan mengucapkan”.

Melihat kenyataan ini teman-teman Abu Zakariyah jadi bingung oleh ucapan Abu Zakariyah tersebut. Ketika Abu Melihat kenyataan ini teman-teman Abu Zakariyah jadi bingung oleh ucapan Abu Zakariyah tersebut. Ketika Abu Zakariyah sudah sadar dari komanya setelah satu jam mengalami sakaratul maut, dan ia sudah merasa ringan, ia pun membuka matanya seraya berkata kepada temantemannya : “Apakah kalian telah mengatakan sesuatu kepadaku?”. Mereka menjawab : “Ya, kami telah menuntunmu untuk mengucapkan kalimat syahadat tiga kali, dan engkau berpaling dua kali, yang ketiga kalinya engkau mengatakan : “Aku tidak akan mengucapkan”.

Abu Zakariyah kemudian berkata : “lblis datang kepadaku dengan membawa semangkuk air, ia berdiri disisi kananku dengan menggerak-gerakkan mangkuknya, dengan berkata: “Apakah kamu membutuhkan air ? Jika kamu membutuhkan air maka katakan bahwa Isa adalah anak Allah”. Aku berpaling ke arah kiri, lblis itu pun mengikuti aku ia berdiri di sebelah kiriku dan berkata: seperti perkataan yang pertama. Untuk yang ketiga kalinya ia berkata : “katakanlah, tidak ada Tuhan”. Aku langsung menjawab : “Tidak, aku tidak akan mengucapkan”. Setelah itu, lblis membanting mangkuknya ke tanah dan mundur dengan berlari. Aku ini menolak lblis, tidak menolak kalian. Aku bersaksi. bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan RasulNya.

Manshur bin Ammar berkata: “Apabila telah dekat kematian seorang hamba, maka dirinya dibagi menjadi lima bagian, yaitu: l). Hartanya untuk ahli waris. 2). Ruhnya untuk malaikat maut. 3). Dagingnya untuk makanan ulat, tulangnya untuk tanah. 4). Kebaikannya untuk musuhnya. 5). Setan untuk mencopot imannya. Kemudian la berkata lagi : Kalau ahli waris menghilangkan hartanya diizinkan. Malaikat Maut menghilangkan nyawanya diizinkan. Ulat memakan dagingnya diizinkan. Musuh-musuhnya menghilangkan kebaikannya juga diizinkan. Semoga iman tidak hilang ketika mati, sebab hilangnya iman berarti berpisah dari agama tauhid. Sedangkan pisahnya ruh dari jasad tidak berarti ia berpisah dengan Tuhannya. Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan terjadi setelah ia berpisah dengan ruhnya, kecuali Allah. MAka celakalah dia jika imannya sampai lepas disaat ruhnya berpisah dari jasadnya.

Wallahu A’lam Bishawab

Sifat Malaikat Maut

Dalam suatu hadits disebutkan : Ketika Allah menciptakan malaikat maut, maka beberapa makhluk ditutupi dengan satu juta hijab, sedangkan besarnya hijab itu melebihi besarnya beberapa langit dan bumi. Jika dituangkan seluruh air lautan dan sungai diatas kepalanya, maka tidak setetes pun air itu jatuh ke bumi. Sesungguhnya bumi timur dan barat berada diantara dua tangannya, seperti meja yang ada di mukanya, dimana di atas meja tersebut telah diletakkan segala sesuatu yang akan dimakan seseorang, lalu orang itu bebas memakan hidangan yang ada di atas tersebut menurut apa yang ia kehendaki.

Demikian itu gambaran malaikat maut dalam membolak-balikan dunia, seperti anak Adam membolak-balikkan uang dirham yang ada dihadapannya. Malaikat Maut diikat dengan 70.000 rantai, setiap rantai panjangnya kira-kira perjalanan 1000 tahun. Sedangkan para malaikat yang lain tidak bisa mendekati Malaikat Maut, karena mereka tidak mengetahui tempatnya, tidak mendengar suaranya, tidak bisa melihat keadaannya, juga tidak mengetahui kemana waktu ia pergi.

Ketika Allah menciptakan Malaikat Maut, Allah memerintahkan kepadanya bertugas untuk mencabut nyawa seluruh makhluk Allah. Malaikat Maut lalu berkata: “Wahai Tuhanku, apa mati itu ?”. Allah lalu memerintahkan hijab untuk membuka diri sehingga malaikat maut bisa melihat mati. Setelah itu, Allah Ta’ala berfirman pada para malaikat : “Mendekatlah kalian, dan lihatlah malaikat maut ini”. Maka seluruh malaikat itu mendekati. Allah Ta’ala kemudian berfirman kepada malaikat maut : “Terbanglah di atas mereka dan bentangkan sayapmu, serta bukalah seluruh matamu”. Tatkala malaikat maut terbang dan para malaikat dapat melihat dirinya, maka para malaikat itu tersungkur dan pingsan lamanya 1000 tahun. Tatkala para malaikat sudah sadar dari pingsannya, mereka betkata : ‘Wahai Tuhan kami, kenapa Engkau menciptakan makhluk yang besar ini”. Allah lalu menjawab : “Aku memang menciptakan dirinya sebagai makhluq yang besar, namun Aku tetap lebih besar dari dirinya, seluruh makhluk akan merasakan mati darinya”.  Setelah itu, Allah Ta’ala berfirman : “Ya Izrail ! cabutlah nyawa, Aku pasrahkan kepadamu untuk mencabut nyawa mahkluk-Ku”. Malaikat Maut (Izrail) lalu bertanya : “Wahai Tuhanku, dengan kekuatan apa aku mencabut nyawa makhluk-Mu, karena mati itu lebih besar dari pada aku?”.

Allah kemudian memberi kekuatan Izrail untuk mencabut nyawa (mati), maka berdiamlah maut (mati) ditangannya. Mati itu kemudian berkata : “Wahai Tuhanku, izinkanlah aku untuk kngmemanggil seluruh isi langit dengan satu kali panggilan”. Allah-pun mengizinkan kepadanya, maka maut memanggil dengan suara keras: “Aku adalah maut yang memisahkan setiap kekasih, aku adalah maut yang memisahkan suami istri, aku adalah maut yang memisahkan anak dan ibunya, aku adalah maut yang memisahkan saudara laki-laki dan saudara wanita, aku adalah maut yang meramaikan kubur, aku adalah maut yang memburumu dan menemukanmu, meskipun kamu berada di gedung besi yang terkunci rapat, dan tidak ada seorang makhluk pun kecuali akan merasakan aku.

Bahwasannya orang kafir dan munafiq termasuk orang yang celaka, ketika maut mendatangi mereka, maka maut itu turun disisi kanannya malaikat adzab yang hitam wajahnya dengan melototkan matanya, ia juga memakai pakaian adzab. Malaikat adzab ini duduk menjauh dari orang kafir itu sampai malaikat maut datang. Ketika malaikat maut mendatangi orang-orang kafir, maka ia berdiri dihadapannya dengan bentuk yang menkautkan. Kemudian jiwa orang itu bertanya : “siapa engkau ? dan apa yang engkau kehendaki?

Malaikat maut lalu menjawab : “Aku adalah malaikat maut yang akan mengeluarkan kamu dari dunia ini, dan menjadikan anakmu yatim, istrimu menjadi janda, hartamu menjadi harta warisan diantara ahli warismu yang tidak kamu senangi sewaktu kamu masih hidup. Sesungguhnya kamu tidak mendahulukan kebaikan untuk akhiratmu, maka pada hari ini aku datang untuk mencabut nyawamu. Tatkala orang kafir itu mendengar ucapan malaikat maut,  maka ia berpaling ke arah dinding (pagar), maka tampaklah malaikat maut berdiri dihadapannya. la lalu memalingkan wajahnya ke arah lain, maka tampaklah malaikat maut sudah berdiri dihadapannya. Kemudian malaikat maut berkata . “apakah kamu tidak mengetahui aku?, Aku adalah malaikat maut (lzrail) yang mencabut nyawa kedua orang tuamu, engkau melihat keduanya meninggal dan keberadaanmu tidak bisa memberi kemanfaatan sedikit pun kepada orang tuamu. Pada hari ini aku akan mencabut nyawamu sehingga bisa dilihat oleh anak-anakmu, kerabat-kerabatmu, teman-temanmu agar mereka memberi nasehat kepadamu. Pada hari ini aku adalah malaikat maut yang memiliki lebih banyak kekuatan dari pada kamu, yang memillki banyak harta dibanding dengan hartamu, yang memiliki banyak anak dibanding dengan anak-anakmu”.

Kemudian malaikat maut berkata Iagi kepada orang kafir tersebut : “Bagaimana engkau melihat dunia?”. Orang kafir itu menjawab : “Aku melihat dunia sebagai tipu daya yang mengingkari janji”. Kemudian Allah Ta’ala menciptakan dunia dalam bentuk suatu makhluk, maka dunia itu berkata: “Wahai orang yang bermaksiat, apakah kamu tidak malu, bahwa kamu berbuat dosa di dunia ini, dan kamu tidak mencegah dirimu dari perbuatan durhaka, sesungguhnya kamu mencariku tetapi aku tidak mencarimu, dan kamu tidak memisahkan antara yang halal dan yang haram, kamu menyangka bahwa dirimu tidak akan pisah dari dunia ini, maka sesungguhnya aku akan bebas dari kamu dan dari amal perbuatanmu”.

Ketika orang kafir itu melihat hartanya telah jatuh menjadi milik orang lain, maka hartanya berkata : “Hai orang yang durhaka ! engkau mencari aku dengan jalan yang tidak baik, juga tidak menasarufkan aku, tidak mensedekahkan aku pada orang fakir miskin, maka pada hari ini aku telah jatuh menjadi milik orang lain”. Sebagaimana yang dikatakan dalam firman Allah Ta’ala:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ – إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Artinya : “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy-Syu’ara: 88-89)

Maka orang itu berkata : “Wahai Tuhanku, kembalikan aku supaya aku bisa berbuat amal shalih yang pernah aku tinggalkan. Maka Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya : “Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).” (QS. Yunus: 49)

Kemudian malaikat maut mencabut nyawanya, jika orang itu beriman akan merasa bahagia, sebaiknya jika orang tersebut kafir atau munafiq mereka akan celaka. Karena ada firman Allah yang mengatakan :

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ

Artinya : “Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.” (QS. Al-Muthaffifin: 7)

Sifat Mulia Empat Malaikat Allah SWT

Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah menciptakan empat malakat yang mulia, keempat malaikat tersebut adalah : Israfil, Mikail, Jibril dan Izrail. Allah menyerahkan ditangan para malaikat itu untuk mengurus para makhluk di seluruh alam ini. Lalu Allah menjadikan malaikat Jibril sebagai malaikat yang bertugas menurunkan wahyu kepada para nabi. Allah menjadikan malaikat Mikail bertugas untuk menurunkan hujan dan rizqi. Allah menjadikan malaikat Izrail bertugas mecabut nyawa para makhluk Allah. Dan menjadikan malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala (yang bentuknya seperti tanduk) pada hari kiamat nanti.

Malaikat Israfil

Ibnu Abbas ra berkata : Malaikat Israfil memohon kepada Allah agar dirinya diberi kekuatan supaya bisa membawa langit ketujuh, maka Allah memberinya kekuatan hingga ia bisa membawa bumi dan langit ketujuh, ia juga diberi kekuatan sehingga bisa menguasai angin, mencabut gunung, membawa dua beban yang berat, memegang segala binatang buas. Allah memberi rambut malaikat Israfil mulai dari bawah ke dunia telapak kakinya sampai kepalanya, sedangkan beberapa mulut dan lisannya ditutup dengan beberapa hijab, lisannya selalu membaca tasbih. kepada Allah dengan seribu bahasa. Allah Ta’ala menjadikan dati diri malaikat Israfil 1000 malaikat Iagi yang sama membaca tasbih kepada ta’ala sampai hari kiamat nanti.

Bagi malaikat yang membawa Arasy dan malaikat Kiraman Katibin (malaikat yang menulisi amal perbuatan) mereka semua bentuknya seperti malaikat Israfil. Malaikat Israfil ini setiap sehari semalam tiga kali melihat ke neraka. la merendahkan diri dan menangis sampai lemas, karena lemasnya itu tubuhnya bagaikan tali tambur. Tangisan Israfil adalah tangisan yang sangat memilukan dan menyedihkan, jika Allah tidak mencegah linangan air matanya, maka bumi ini akan penuh dengan air mata Israfil yang banyaknya bagaikan banjir taufan nabi Nuh. Hal ini menunjukkan betapa besarnya bentuk malaikat Israfil. Seandainya seluruh air laut dan sungai itu ditumpahkan diatas kepalanya, maka air tersebut jatuh bagaikan setetes air dari bumi.

Malaikat Mikail

Adapun malaikat Mikail, Allah menjadikan dirinya setelah Allah menciptakan malaikat Israfil dalam jarak masa 500 tahun. Mulai dari kepalanya sampai kedua telapak kakinya ditumbuhi beberapa rambut dari za’faran sayapnya dari zabarjab hijau. Pada setiap rambutnya ada satu juta wajah, pada setiap wajah ada satu juta mata. Menangisnya setiap mata itu adalah rahmat bagi orang-orang yang berbuat dosa dari orang-orang mukmin. Dalam setiap wajah ada satu juta mulut, dalam mulut ada satu juta lidah (lisan), setiap lisan mengucapkan satu juta bahasa, setiap lisan itu juga memohonkan ampunan pada Allah untuk orang-orang mukmin yang berbuat dosa. Setiap matanya meneteskan 70.000 tetesan air mata. Maka Allah menjadikan pada setiap tetesan itu satu malaikat yang menyerupai Mikail yang selalu membaca tasbih kepada Allah sampai hari kiamat. Mereka ini disebut “Malaikat Karrubiyyun”, malaikat inilah yang membantu malaikat Mikail yang diserahi untuk mengatur turunnya hujan, tumbuh-tumbuhan dan rizqi, termasuk menumbuhkan buah-buahan.

Karena itu, tidak ada sesuatu yang ada di laut dan di darat, termasuk buah-buahan yang melekat di pohon dan segala tetumbuhan yang ada di permukaan bumi ini kecuali ada malaikat yang diserahi untuk mengurusnya.

Malaikat Jibril

Allah menciptakan malaikat Jibril setelah Allah menjadikan malaikat Mikail dengan selisih waktu 500 tahun. Malaikat Jibril ini mempunyai 600 sayap, mulai dari kepalanya sampai kedua telapak kakinya terdapat beberapa rambut dari za’faran, sedangkan matahari berada diantara dua matanya. Setiap rambutnya itu seperti bulan dan taburan bintang.

Setiap hari Jibril masuk kedalam lautan cahaya sebanyak 370 kali, ketika ia keluar dari lautan cahaya maka meneteslah pada setiap sayapnya satu juta tetesan. Lalu Allah menjadikan dari setiap tetesan satu malaikat yang serupa dengan malaikat Jibril yang selalu membaca tasbih pada Allah Ta’ala sampai hari kiamat. Mereka itu adalah malaikat “Ruhaniyyun”.

Malaikat Maut (Izrail)

Bentuk malaikat maut ini seperti malaikat Israfil dalam bentuk wajahnya, termasuk beberapa Iisannya, sayapnya, kebesarannya dan kekuatannya tanpa menambah dan mengurangi sedikit pun. Pembahasan mengenai sifat malaikat maut bisa dilihat disini dan bagaimana cara malaikat maut mencabut ruh (nyawa) bisa dilihat disini.

Proses Terjadinya Ruh Dan Nur Nabi Muhammad SAW

Dalam suatu hadits dikatakan : Bahwa Allah telah menciptakan satu pohon yan mempunyai 4 dahan, pohon itü dinamakan pohon Sajaratul Yakin. Kemudian Allah menciptakan Nur Muhammad di dalam hijab yang terbuat dari intan putih, bentuknya seperti burung merak. Selanjutnya Allah meletakkan burung merak tadi di atas pohon Sajaratul Yakin. Burung merak itu membaca tasbih di atas pohon Sajaratul Yakin selama 70.000 tahun. Kemudian Allah menciptakan Cermin Malu, cermin ini lalu diletakkan di depan burung tersebut. Ketika burung merak melihat dirinya ada didalam cermin, ia akhirnya mengerti akan keelokan rupanya dan kebagusan tingkahnya sampai İa merasa malu kepada Allah hingga berkeringat, keringatnya itu menetes sampai 6 kali tetesan. Dari tetesan pertama Allah menciptakan Abu Bakar ra, tetesan kedua Allah menciptakan Umar ra, tetesan ketiga Allah menciptakan Utsman ra, tetesan keempat Allah menciptakan Ali ra, tetesan kelima Allah menciptakan bunga mawar, dan dari tetesan yang keenam Allah menciptakan beras.

Kemudian Nur Muhammad itu sujud lima kali, sehingga kita diwajibkan oleh Allah untuk melakukan sujud (shalat) lima waktu dalam sehari semalam. Setelah itu, Allah melihat kepada Nur Muhammad sekali lagi, maka berkeringatlah Nur Muhammad itu karena merasa malu kepada Allah Ta’ala. Dari keringat hidungnya, Allah Ta’ala menciptakan malaikat, dari keringat wajahnya Allah menciptakan Arasy, Kursi, Lauh, Qalam, Matahari, Bulan, Hijab, beberapa bintang dan sesuatu yang ada di langit. Dari keringat dadanya, Allah Ta’ala menciptakan para Nabi dan Rasul, para Ulama, para Syuhada’ dan orang-orang yang shalih. Dari keringat punggungnya Allah menciptakan Baitul Ma’mur, Ka’bah, Baitul Maqdis dan beberapa tempat masjid di dunia. Dari keringat dua alis matanya Allah menciptakan umat Muhammad yang terdiri dari kaum mukminin dan mukminat, kaum muslimin dan muslimat. Dari keringat dua telinganya Allah menciptakan beberapa ruhnya orang Yahudi, Nasrani, Majusi dan orang-orang yang suka mengingkari kebenaran, termasuk orang munafiq. Dari keringat kedua kakinya, Allah menciptakan bumi dari timur sampai barat, termasuk seluruh isi bumi.

Kemudian Allah Ta’ala berfirman pada Nur itu : “Lihatlah ke depanmu Ya Nur Muhammad,!”. Nur Muhammad itu pun melihat ke depan, bahwa didepanya itu juga ada Nur, dibelakangnya ada Nur, di kanan dan kirinya ada Nur. Mereka itu adalah (gambaran) dari Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali, mereka membaca tasbih selama 70.000 tahun.

Allah kemudian menciptakan Nur para Nabi yang berasal dari Nur Muhammad saw. Allah Ta’ala melihat pada Nur tadi kemudian menjadikan dari Nur tersebut beberapa ruh para Nabi. Maksudnya ruh para nabi itu diciptakan dari keringat Nur Muhammad SAW. Selanjutnya dari keringat Nur para Nabi, Allah menciptakan umatnya. Artinya beberapa ruh setiap umat diciptakan dari keringat Nabinya. Sedangkan beberapa ruh orang mukmin yang menjadi umat Muhammad cficiptakan dari keringat Nur nabi Muhammad SAW. Akhimya para umat itu membaca:

لاَ مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إِلاَّ الله

Allah kemudian menciptakan lampu hijau yang terbuat dari aqiq merah yang isi dalamnya dapat terlihat dari tuar. Kemudian Allah menciptakan bentuk Muhammad sebagaimana bentuk wajah beliau di dunia ini. Selanjutnya Allah meletakkan bentuk Muhammad tadi didalam lampu hijau tersebut, maka Nabi Muhammad SAW berdiri didalam lampu sebagaimana berdirinya orang yang melakukan shalat Sedangkan ruh para Nabi mengelilinginya, berada di kiri kanan Nur Muhammad. Ruh para Nabi itu membaca tasbih dan tahlil kira-kira selama 100 tahun.

Kemudian Allah memerintahkan pada setiap ruh untuk melihat kepada Nur Muhammad. Diantara mereka ada yang melihat kepala Nur Muhammad, maka jadilah ia khalifah dan kepala pemerintahan ditengah para manusia yang lain. Diantara mereka ada yang mellhat dahi Nur Muhammad, maka jadilah aja atau ratu yang adil. Diantara mereka ada yang melihat mata Muhammad, maka jadilah ia orang yang hafal firman Allah (hafal alqur’an). Diantara mereka ada yang melihat kedua alis mata Nur Muhammad, maka jadilah ia pelukis. Diantara mereka ada yang melihat kedua telinga Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang mendengarkan dan menerima nasehat. Diantara mereka ada yang melihat kedua pipi Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang bagus rupanya dan berakal cerdas. Diantara mereka ada yang melihat kedua bibir Nur Muhammad, maka jadilah ia menteri. Diantara mereka ada yang melihat hidung Nur Muhammad, maka jadilah ia hakim dan dokter yang tajam akalnya. Diantara mereka ada yang melihat mulut Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang berpuasa. Diantara mereka ada yang melihat gigi Nur Muhammad, maka jadilah ia sebagai utusan diantara para raja. Diantara mereka ada yang melihat godek Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang memberi fatwa dan nasehat, atau muadzin. Diantara mereka ada yang melihat jenggot Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang ahli perang di jalan Allah. Diantara mereka ada yang melihat leher Nur Muhammad, maka jadiiah ia seorang pedagang. Diantara mereka ada yang melihat kedua lengan Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang ahli penunggang kuda. Diantara mereka ada yang melihat lengan kanan Nur kedua tangan Nur Muhammad, maka jadilah ia seorang yang dermawan dan pandai. Diantara mereka ada yang melihat punggung telapak Muhammad, maka jadilah ia tukang cantuk. Diantara mereka ada yang melihat lengan kiri Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang bodoh. Diantara mereka ada yang melihat tapak tangan kanan Nur Muhammad, maka jadiiah ia tukang tukar dan tukang sulam kain. Diantara mereka ada yang melihat tapak tangan kiri Nur Muhammad, maka jadilah ia tukang taker. Diantara mereka ada yang melihat tangan kanan Nur Muhammad, maka jadilah ia tukang masak. Diantara mereka ada yang melihat punggung telapak tangan kiri Nur Muhammad, maka jadilah ia sekertaris. Diantara mereka ada yang melihat dada Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang alim yang dimuliakan dan berhati-hati. Diantara mereka ada yang melihat punggung Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang tawadlu ‘(sopan santun) dan taat kepada perintah syara’. Diantara mereka ada yang melihat dua Iambung Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang ahli perang. Diantara mereka ada yang melihat perut Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang menerima dan ahli zuhud. Diantara mereka ada yang melihat kedua lutut Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang ahli rukuk dan sujud. Diantara mereka ada yang melihat kedua kaki Nur Muhammad, maka jadilah ia orang yang ahli berburu. Diantara mereka ada yang melihat bayangan Nur Muhammad, maka jadilah ia penyanyi dan ahli musik. Diantara mereka ada yang tidak tahu sedikit pun dari Nur Muhammad. Maka jadilah ia sebagai orang Yahudi, Nasrani, orang kafir atau orang Majusi. Diantara mereka ada yang sedikit pun tidak melihat Nur Muhammad, maka jadilah ia orang-orang yang megaku sebagai Tuhan, seperti Fir’aun dan orang-orang kafir Iainnya.

Ketahuilah, bahwa Allah memerintahkan kepada makhluk-Nya untuk melakukan shalat, dengan Iambang bentuk nama Ahmad ( أحمد ) dan Muhammad ( محمد ). Berdiri dalam shalat dilambangkan dengan huruf Alif ( ا ), rukuk dilambangkan dengan huruf Hak ( ح ), sujud dilambangkan dengan huruf Mim ( م ), Sedangkan duduk dilambangkan dengan huruf Dal ( د ).

Allah menjadikan nama Muhammad (محمد) sebagai gambaran bentuk manusia, Kepalanya bundar seperti huruf Mim ( م ), badannya seperti huruf Hak  ( ح ), perutnya seperti huruf Mim ( م ) yang kedua kakinya seperti huruf Dal ( د ). Karena itu, orang kafir tidak akan disiksa bakar oleh Allah selama ia masih dalam bentuk manusia. Mereka akan dibakar dalam api neraka setelah bentuknya diganti dengan bentuk binatang.

Inilah Proses Terjadinya Ruh Dan Nur Muhammad SAW, semoga bermanfaat.