Cara Paling Sederhana Menghafal Al-Qur’an yang Cepat dan Mudah

Mempunyai ingatan yang kuat adalah suatu keinginan yang sering ingin dicapai oleh setiap manusia di dunia ini. Bahkan, tidak hanya untuk menghafal materi yang berhubungan dengan dunia saja, dalam urusan menghafal Al-Qur’an juga merupakan keinginan yang kuat bagi setiap muslimin dan muslimah. Namun, bukan perkara yang mudah jika semua itu tidak disertai dengan niat ikhtiyar yang teguh dan istiqomah.

Cara Menghafal Al-Qur’an

Jika, hanya suatu keinginan saja maka hanya akan mendatangkan hasil yang nihil. Bahkan orang yang seperti ini juga tidak akan bisa menghafal sedikit ayat-ayat Al-Qur’an yang ia baca berulag-ulang kali. Oleh sebab itu, marilah kita teguhkan hati dengan niat kokoh agar mampu untuk menghafal Al-Qur’an (ayat-ayat suci Allah).

Cara Menghafal Al-Qur’an yang Cepat dan Mudah

Sebenarnya cara menghafal Al-Qur’an ini sudah ada caranya dizaman Rasulullah, terbukti di masanya banyak sekali penghafal Ayat-ayat Al-Qur’an dan bahkan ribuan hadis yang hidup di masanya. Namun seiring dengan berkembangnya zaman, maka para ahli/pakar/ulama yang sudah mendalami cara-cara menghafal sudah banyak sekali bermunculan. Oleh karenanya pada tulisan ini, kami akan membagikan suatu tips/cara menghafal Al-Qur’an secara sederhana didalam islam.

Tingkatkan Takwa, Disini kami tidak akan membahas metode, melainkan pesan-pesan Al-Qur’an. Hal ini karena metode tidak menentukan keberhasilan dalam menghafal, walaupun jika ada metode sehebat apapun ketika Allah tidak berkehendak maka tidak akan masuk. Maka tipsnya adalah tingkatakan takwa, dekati Allah Ta’ala yang mempunyai firmannya karena Al-Qu’an bukan makhluk.

Ikhlaskan Niat, Jangan pernah belajar menghafal Al-Qur’an dengan tujuan menjadi hafidz. Walupun hal itu dipersalahkan tetapi hal itu sudah mengurangi keikhlasan. Jika Anda ingin menghafalkan Al-Qur’an maka hafalkan saja, semua terserah Allah apakah akan diridhoi ataupun tidak. Bahkan ada sebuah kasus dimana Allah membuatnya tidak hafal-hafal dalam waktu yang sangat lama, berarti Allah sangat menyayangi hambanya karena hamba yang sedang menghafalkan Al-Qur’an pasti akan mengulang setiap hurufnya (bukankah setiap huruf itu 10 kebaikan).

Yakinkan pada diri kita, yakinkan pada diri kita bahwa kita sanggup untuk menghafalkannya. jangan pernah sesekali merasa patah semangat dan ingin berhenti untuk melanjutkan menghafal Al-Qur’an.

Mulai Berikhtiyar, mulalilah mencoba menghafal dari segala metode. Pertama kenali terlebih dahulu metode yang mudah diterapkan pada diri Anda, misal saja Anda lebih menyukai dan lebih nyaman ketika menerapkan metode membaca sebanyak-banyaknya dan menghafal kemudian maka itulah yang dianggap lebih baik dari metode yang lain.

Keutamaan Menghafal Al-Qur’an

Apa saja keutamaan menghafal Al-Qur’an? Sebenarnya sangat banyak sekali manfaatnya. Namun disini Kami akan menjelaskan secara poin-poinnya saja.

  1. Alllah akan meridhai para penghafal Al-Qur’an
  2. Al-Qur’an akan menjadi syafaat dan penolong
  3. Perisan dan benteng kehidupan
  4. Mendapatkan mahkota dari cahaya di hari kiamat
  5. Kedua orang tua diberikan jubah kemuliaan yang tidak bisa ditukarkan dengan seisi dunia
  6. Ditempatkan di surga tertinggi
  7. Menjadi orang yang berilmu dan tidak sombong
  8. Menambah keimanan pada jiwa
  9. Kenikmatan yang tiada bandingannya
  10. dan masih banyak lainnya.

 

Definisi Al Quran

Jika kita mengaku umat islam tentu tidak asing lagi jika kita membahas Al-Qur,an. Tulisan ini akan memaparkan secara garis besar mengenai definisi Al Quran. Pengertian Al-Quran meliputi dua hal, secara Bahasa dan secara istilah, berikut ini penjelasannya:

Definisi Al Quran secara Bahasa

Lafadzh Qara`a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun, dan qira`ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapih. Qur`an pada mulanya seperti qira`ah , yaitu masdar (infinitif) dari kata qara`a qira`atan, qur`anan. Sebagaimana dalam firman Allah SWT,

إِفَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ – إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ

Artinya : “Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu`. (Al-Qiyamah : 17-18)

Qur`anah berarti qiraatun (bacaannya/cara mem bacanya). Jadi kata itu adalah masdar  menurut wazan (tasrif, konjugasi)`fu`lan` dengan vokal `u` seperti `gufran` dan `syukran`.Kita dapat mengatakan qara`tuhu , qur`an, qira`atan wa qur`anan, artinya sama saja. Di sini maqru` (apa yang dibaca) diberi nama qur`an (bacaan); yakni penamaan maf`ul dengan masdar.

Definisi Al Quran secara istilah

Secara Istilah Quran memang sukar diberi batasan-batasan dengan definisi-definisi logika yang mengelompokkan segala jenis bagian-bagian serta ketentuan-ketentuannya yang khusus mempunyai genus differentia dan propium sehingga definisi Quran memiliki batasan yg benar-benar kongkret. Maksud kongkret adalah menghadirkannya dalam pikiran atau dalam realita misalnya kita menunjuk sebagai Quran kepada yang tertulis dalam mushaf atau terbaca dgn lisan. Untuk itu kita katakan Quran adalah apa yg ada di antara dua buku atau kita katakan juga Al Quran adalah bismillaahir rahmaanir rahiim alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin minal jinnati wannaas.

Para ulama menyebutkan definisi Alquran yang mendekati maknanya dengan membedakan dari yang lain dengan menyebutkan bahwa Al Quran adalah kalam atau firman Allah yg diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. yg pembacaannya merupakan ibadah. Dalam definisi kalam merupakan kelompok jenis yg meliputi segala kalam. Dan dgn menggabungkannya kepada Allah berarti tidak termasuk semua kalam manusia jin dan malaikat. Dan dengan kata-kata yg diturunkan maka tidak termasuk kalam Allah yang sudah khusus bagi milik-Nya.

Penjelasan Arti Al Quran secara istilah

  1. Definisi`kalam `(ucapan) merupakan kelompok jenis yang meliputi segala kalam . Dan dengan menghubungkannya dengan Allah ( kala mullah ) berarti tidak semua masuk dalam kalam manusia, jin dan malaikat.
  2. Batasan dengan kata-kata (almunazzal)`yang diturunkan` maka tidak termasuk kalam  Allah yang sudah khusus menjadi milik-Nya. Sebagai mana disebutkan dalam Firman Allah :`Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu `.(al-Kahfi : 109).
  3. Batasan dengan definisi hanya `kepada Muammad saw` Tidak termasuk yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya seperti taurat, injil dan yang lain.
  4. Sedangkan batasan (al-muta’abbad bi tilawatihi) `yang pembacanya merupakan suatu ibadah` mengecualikan hadis ahad dan hadis-hadis qudsi.

Dapat disimpulkan bahwa Al Quran merupakan kalam Allah yang bersifat mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad , yang tertulis di mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir serta apabila membacanya akan mendapatkan pahala.

Kandungan yang Ada dalam Al Quran

Kandungan Surah, Ayat dan Ruku’

Al-Qur’an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar, An-Nasr dan Al-‘Așr. Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku’ yang membahas tema atau topik tertentu.

Makkiyah dan Madaniyah

Menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah). Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah. Surat yang turun di Makkah pada umumnya suratnya pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia. Sedangkan yang turun di Madinah pada umumnya suratnya panjang-panjang, menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya (syari’ah).

Dalam skema pembagian lain, Al-Qur’an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur’an dalam 30 hari (satu bulan). Pembagian lain yakni manzil memecah Al-Qur’an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu). Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu.

Menurut ukuran Surat Al Quran

Dari segi panjang pendeknya, surah dalam Al Quran terbagi menjadi 4 bagian, yaitu:

  1. Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas.
  2. Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-Anfaal, Al-Hijr.
  3. Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu’min
  4. As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus.

Beginilah Pengertian/definisi Al Quran secara Bahasa dan istilah, semoga tulisan ini dapat membantu kalian semua.

Source : Studi Ilmu-Ilmu Quran terjemahan dari Mabaahits fii ‘Uluumil Qur’aan Manna’ Khaliil al-Qattaan.