Kirim Artikel Dakwah Bareng Yuk

Ketika Seorang Hamba di Remehkan

Hadisriwayat – Ketika seorang hamba di remehkan. kehidupan di dunia memanglah selalu berliku-liku, Kita akan bertemu antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Manusia tersebut tentunya memiliki cara pandang dan penilaian yang berbeda-beda dengan manusia lainnya, tak jarang mereka tidaklah cocok denganmu dan cenderung meremehkanmu, maka tak jarang pula kamu juga merasa kesal dan ingin membalasnya kembali, namun jika kamu melakukan pembalasan balik terhadapnya, maka apa bedanya Kamu dengan Dia yang meremehkanmu?

Baca: Hijrahmu Untuk Siapa?

Ketika seorang hamba diremehkan sebenarnya kita harus melakukan apa? melakukan pembalasan terhadap si peremeh tentunya hal yang amat salah, mengapa demikian?. Itu hanyalah perbuatan yang sia-sia, ketika kamu melakukan pembalasan terhadapnya, apa bedanya kamu dengannya?. Bukankah lebih bijak jika Kamu menanggapinya dengan elegan, ini membuktikan bahwa kamu Sudah setingkat lebih tinggi darinya. Hadapi dengan lapang dada, ini bukan berarti kamu lemah, ini bukan berarti kamu pasrah dan ini bukan berarti kamu takut menghadapinya. Ini adalah suatu proses yang menjadikanmu lebih dewasa lagi.

Ketika Seorang Hamba di Remehkan

Ketika Seorang Hamba di Remehkan

Baca: Agama Islam Merupakan Agama yang Diterima di Sisi Allah SWT

Ketika Kamu sedang di remehkan usahakanlah tetap mengatur diri dan emosi diri, jangan sampai Kamu terpancing dengan lontaran kata-kata mereka, memanglah rasanya tidak mengenakan namun perilakumu yang bijak tersebut telah menunjukan bahwa Kamu telah berhasil mengendalikan dirimu sendiri. Aku hanya ingin berkata orang yang meremehkanmu itu sesunggunya tidaklah sehebat Kamu, barang kali ia iri terhadapmu, Paling tidak ia sibuk memperhatikanmu sehingga ia tahu apa salahmu, jadikan itu sebagai cambukan semangat agar kamu menjadi hamba yang kokoh

Jadi begini ketika seorang hamba di remehkan, dan si peremeh melontarkan kata-kata kasar terhadapmu, maka sikapmu hanyalah diam dan dengarkan saja apa yang ia katakan, diammu bukan berarti kamu lemah, diammu bukan berarti kamu takut padanya, diammu bukan berarti kamu pasrah. Sikap diammu itu karena Kamu memang tidak mau menerima kata-kata itu dan ketika kamu tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata itu akan kembali kepada si peremeh

Seorang Hamba di Remehkan?, Bagaimana Menyikapinya

Hadapi semua itu dengan percaya diri, jangan sampai kamu terlihat lemah di hadapan si peremeh walaupun kamu memanglah sedikit down dengan sikapnya yang melampaui batas, tapi yang ingin Aku katakan jangan perlihatkan kesedihanmu, kamu harus bisa menunjukan bahwa Kamu kuat dan kamu bisa. Yang perlu Kamu lakukan adalah pembuktian di masa depan, jadikanlah itu sebagai motivasi dan instropeksi diri untukmu.

Sebuah kata-kata yang ingin Aku katakan padamu, Jika Kamu diremehkan hari ini, diwaktu ini, maka tak apalah, tetapi lakukanlah sesuatu untuk masa depanmu dan jika kamu sudah berhasil jangnlah Kamu meremehkan orang yang dahulu pernah meremehkanmu atau pun orang lain. Itu karena kamu berbeda, ya itu karena kamu sudah menghadapi proses pendewasaan dan tahu bagaimana menghargai orang lain, toh yang dapat menghakimi manusia sesungguhnya adalah Allah swt.

Janganlah Kita sebagi manusia mencari-cari kesalahan orang lain, namun lupa dengan kesalahan diri sendiri, sibukkanlah untuk memperbaiki kesalahan diri sendiri sebelum waktu telah habis dan menghadapi pertanggung jawaban terhadap  Allah swt.

Leave a Reply