Keberhasilan Dakwah dan Akhir Periode Dakwah Rasulullah SAW di Kota Mekah

Posted on

Dalam menyebarkan dakwahnya pada periode Mekah, Nabi Muhammad saw menuai keberhasilan untuk membawa masyarakat arab yang tadinya berada pada zaman jahiliah (kebodohan) ke zaman yang penuh kemulian, diantaranya sebagai berikut :

  1. Keimanan dan Akidah

Dalam bidang akidah (kepercayaan) masyarakat jahiliah waktu itu meyakini banyak Tuhan, atau yang dikenal dengan musyrik (politeisme). Kemudian berkat perjuangan Rasulullah, mereka mentauhidkan Allah atau mengimani adanya Allah, Zat yang Maha Esa.

  1. Akhlak

Dalam bidang akhlak atau moral, masyarkat pada saat itu adalah masyarakat yang biadab, masyarakat yang sama sekali tidak menghormati kaum du’afa. Tetapi berkat perjuangan dakwah Rasulullah saw, mereka menjadi orang-orang yang berakhlak terpuji. Dengan demikian, perubahan yang dilakukan oleh Rasulullah ini sangat signifikan dan sangat berpengaruh bagi kehidupan kehidupan manusia sampai saat ini.

  1. Persamaan Hak

Islam mengajarkan persamaan derajat sesame manusia. Ajaran islam adlah ajaran yang dapat berlaku untuk semua kalangan. Islam tidak hanya diperuntukan hanya untuk kaum bangsawan saja. Ajaran islam adala ajaran yang berlaku untuk semua kalangan baik kaya maupun miskin.

Sebelum islam datang, kehidupan masyarakat arab pra-islam sangat tidak manusiawi. Seorang budak dapat diperlakukan semena-mena oleh majikan yang telah membelinya. Seorang budak tidak memiliki hak untuk memilih keyakinan yang dianggapnya benaar. Ketika islam datang, budak dan majikan memiliki derajat yang sama dalam mendapatkan rahmat dari Allah. Dalam islam, semua manusia memiliki kedudukan yang sama sebagai hamba Allah yang membedakan seorang hamba satu dan lainnya adalah tingkat ketakwaannya.

Dengan berpindahnya Nabi saw dari mekah menuju Madinah, maka berakhirlah periode perjalanan dakwah beliau di kota Mekah. Kurang lebih 13 tahun lamanya Rasulullah berjuang antara hidup dan mati menyerukan agama islam di tengah masyarakat Mekah. Rasulullah berjihad dengan penuh kesabaran, harta benda, jiwa dan raga. Sebelum memasuki Yatsrib, Nabi saw singgah di Quba selama 4 hari. Nabi Muhammad kemudian mendirikan sebuah masjid Quba, masjid pertama dalam sejarah islam. Tepat pada hari Jum’at 12 Rabiul awwal tahun 1 Hijrah bertepatan pada 24 September 6 M, Rasulullah dan rombongan yang ikut hijrah mendapat sambutan penuh haru, hormat dan kerinduan diiringi puji-pujian dari seluruh masyarakat Madinah. Nabi saw mengadakan shalat Jum’at yang pertama kali dalam sejarah islam dan beliau berkhotbah dihadapan kaum Muhajirin dan kaum Anshar.

Please follow and like us: