Hijrahmu Untuk Siapa? Wahai Akhi & Ukhti

Posted on

Hijrah dapat di artikan perpindahan seseorang dari perilaku yang tidak baik menjadi perilaku dan pribadi yang lebih baik lagi. Definisi hijrah dalam bahasa arab yaitu meninggalkan dan berpindah tempat, hal ini di dasarkan pada sejarah islam tentang hijrah, yaitu ketika Rasululoh saw  dan para sahabat berhijrah dari Mekah ke Madinah untuk menegakan agama Allah swt (agama islam).

Ketika kita mendengar kata “hijrah” yang terlintas dalam pikiran Kita yaitu proses perpindahannya seseorang dari yang tidak baik menuju yang lebih baik lagi, misalnya saja ketika seorang wanita yang ingin merubah penampilannya, tutur kata, serta ahlaknya. Misalnya ketika seorang wanita suka memakai baju yang ketat, tutur katanya masih kasar dan perilakunya masih belum baik, pada suatu waktu ia ingin berubah menjadi lebih baik lagi dengan mengenakan pakaian yang lebih tertutup sehingga dapat melindungi dirinya dan menjaga dirinya. Dan pertanyaan yang mendasar hijrahmu untuk siapa?.

Hijrahmu Untuk Siapa? Wahai Akhi dan Ukhti

Hijrahmu untuk siapa? atau hijrahmu ditunjukan untuk siapa? hijrahmu di persembahkan untuk siapa?. Fenomena hijrah di era sekarang telah banyak sekali dilakukan misalnya oleh publik figur, masyarakat, dan yang cukup banyak dilakukan oleh kalangan anak muda. Tentunya hal ini adalah hal yang baik dan mulia ketika mereka sadar pentingnya berhijrah untuk lebih mendekatkan dirinya kepada rabbnya. Namun terkadang hijrah dilakukan semata-mata karena manusia, inilah yang menjadikan hijrah seseorang  salah, misalnya saja ketika ikhwan berhijrah karena termotifasi dari akhwat yang sholeh, pemuda ini berhijrah semata-mata untuk mendapatkan hati sang akhwat sholeh, maka perkara ini sangat berbahaya karena dapat merusak keiklasan, keistiqomahan dalam beramal sholeh.

Jika kita terlanjur melakukan amal-amal shalih dengan tujuan untuk si “dia”, maka ada baiknya beristighfar kepada Allah -‘Azza Wa Jalla- memohon taubat kepada-Nya, karena sesungguhnya ada syirik asghor pada setiap amalan-amalan tersebu

Pertanyaan Yang Sering Mucul Terkait Hijrahmu Untuk Siapa ?

Tujuan hijrahmu untuk siapa? pertanyaan yang cukup sederhana tetapi terkadang dapat merubah pola pikir seseorang. Ketika tujuan hijrah seorang hamba ditunjukan untuk tujuan duniawi saja misalnya “Aku harus menjadi lebih baik lagi agar mendapatkan jodoh yang sholeh”, “Aku harus berhijrah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak”, “Mulai sekarang Aku harus berhijrah agar ia melihatku dan mendapatkan cintanya”. Subhanallah hijrahnya tentu saja tidak salah namun tujuan dan di tunjukan hijrahnya itu yang salah, hamba di atas menunjukan hijrahnya semata-mata hanya untuk manusia yang tidak kekal, bagaimana jika harapan hamba diatas tidak terwujud. Inilah yang menjadikan bahaya ketika tujuan hijrah ditunjukan untuk manusia yang tidak kekal hanya kekecewaan yang akan di dapat. Maka berhijrahlah karena Allah swt ia yang kekal, yang dekat denganmu melebihi urat nadimu, serta menyayangimu melebihi kasih sayang ke dua orang tuamu.

Satu hal yang Aku ingin katakan kepada Kamu yang sedang membaca artikel ini: ketika kamu melakukan  sesuatu hal hanya untuk duniawi yang hanya sementara, ketika Kamu ingin melakukan sesuatu hal untuk mendapatkan pengakuan manusia hal itu hanya sia-sia karena manusia bukan mahluk yang sempurna, manusia tidaklah kekal.

Maksudku tujuanmu dan fikiranmu terlalu dangkal ketika melakukan hijrah hanya untuk manusia, persembahkanlah hijrahmu untuk rabbmu (semata-mata untuk Allah) satu-satunya mahluk yang kekal abadi yang senantiasa ada didekatmu yang memberimu pertolongan. Kutuliskan artikel ini untuk Kamu yang sedang membaca, lalu hijrahmu untuk siapa?. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *