Kirim Artikel Dakwah Bareng Yuk

Doa Pagi Hari Rasulullah SAW (Ilmu Yang Bermanfaat)

Doa Pagi Hari Rasulullah

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas bab tentang ilmu yang bermanfaat bagi kita semua, bermanfaat bagi orang tua dan bermanfaat bagi sesasama manusia. Ada sebuah nasehat, yang disampaikan oleh salah satu seorang ulama yang mengatakan :

يَا ابْنَ آدَمَ, إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ, إِذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ

Artinya      : Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau adalah (kumpulan) hari-hari, apabila berlalu satu hari maka berlalu pula bagian darimu.” (Al Hilyah: 2/148 dan dalam Siyar A’lam Nubala: 4/585)

Wahai anak Adam, engkau itu hanyalah kumpulan hari-hari (manusia hanyalah kumpulan hari-hari), kalau satu pergi ketika matahari tenggelam diufuk barat maka sebagian dari dirimu telah pergi. Tinggal menanti dimana pada suatu saat hari-hari milik kita tinggal sedikit. Dari yang mungkin ribuan hari milik kita akan tersisa satu minggu, kemudian akan tersisa dua hari, satu hari dan kemudian selesai. Maka bagaimana kita menjadikan hari-hari yang Allah berikan kepada kita ini menjadi hari-hari yang indah, menjadi hari-hari yang berbalut dengan rahmat. Karena tidak sedikit dari manusia yang modalnya (waktu) tinggal sedikit tetapi dia tidak sadar.

Pernah seorang alim ulama mendapatkan berita, bahwa sohibnya sekarang sudah menjadi orang yang sangat kaya raya, yang memiliki harta yang bertumpuk-tumpuk, sibuk mencari dunianya. Lalu sama alim ulama ini ditanya tentang sohibnya terhadap orang yang memberi berita tersebut, “Apakah temanku yang mengumpulkan harta banyak juga mengumpulkan waktu, juga ikut mengumpulkan hari-hari untuk membelanjakan harta yang dia kumpulkan?”
maka orang itu menjawab, “ya tidak mungkinlah, tidak mungkin manusia bisa satu hari dari hidupnya, tidak bisa”.
kata alim ulama ini, “kalau seperti itu dia tidak mengumpulkan apapun”.
Kalu kita mengumpulkan harta tapi tidak mengumpulkan hari, terus buat apa itu harta. Kapan akan engkau infaqkan harta tersebut. Dan terbukti tidak sedikit orang yang mengumpulkan harta waktunya habis, modal utama dia (waktu) habis, sehingga belum sempat dia menikmati semua hartanya.
Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau mengajarkan kepada kita bagaimana hari-hari kita ini bisa menjadi hari-hari yang indah, bahkan didalam hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah, hadis Ibnu majah dan di sahihkan oleh Syekh Al-BAni.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jika memasuki waktu pagi hari beliau selalu berdoa :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Artinya      : Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang manfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima. (HR. Ibnu As-Sunni dan Ibnu Majah)
Memulai harinya dengan sebuah doa “Ya Allah, aku memohon kepadamu”. Subhanallah, Tauhid seorang hamba tidak meminta kecuali kepada sang pencipta, tidak memohon kecuali kepada Allah Jalla-Jalaluhu. Disini kita juga diajarkan bahwa seorang muslim tidak perlu malu untuk memohon kepada sang pencipta, tidak perlu apa yang diucapkan pada lidah kita, yang terpenting di hatipun dia tahu. Tapi Allah memerintahkan kepada kita untuk meminta, Allah berfirman :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ

Artinya      : Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku adalah dekat. (Al-Baqarah: 186)

“Kalau hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, aku itu dekat” kata Allah. Allah berada di Arsy-nya disana, tapi Allah dekat dengan hambanya. Aku mengabulkan doa orang-orang yang meminta jika hambaku meminta, maka kita diperintahkan untuk meminta walaupun Allah tahu dengan hajat kita, Allah tahu dengan keperluan kita, minta Sama Allah. Maka nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita untuk meminta, untuk memulai harinya dengan permohonan. Permohonan apa? Missal kita punya waktu tinggal hari ini, kita tidak tahu sampai jam berapa hidup kita, didetik ke berapa waktu kita akan habis kita tidak tahu, tapi yang pertama diminta oleh nabi sallalahualaihiwassalam ilmu yang bermanfaat, tidak semua ilmu, banyak ilmu diajarkan dimuka bumi ini, banyak ilmu dicari oleh manusia, diburu oleh insan sampai keujung dunia, mencari ilmu. Tapi sebagian ilmunya tidak membawa manfaat buat dirinya dan buat orang lain, sehingga ilmu itu mengantarkan dirinya ke api neraka.

Ilmu apasih yang bermanfaat?

Berbicara kebutuhan manusia kepada ilmu, tidak perlu kita untuk meragukannya. Kita lihat dinegri kita bagaimana lembaga pendidikan sangat banyak kita ambil contoh SD,SMP,SMA dan lain sebagainya, itu pertanda manusia perhatian akan ilmu, setiap hari belajar ilmu, bahkan ketika hari ahad (minggu)-pun bukan berarti kita tidak menuntut ilmu, kita harus tetap menuntut ilmu, karena kita butuh dengan ilmu. Tapi ternyata sebagian orang belajar malah berujung di penjara karena korupsi. Subhanallah, jadi kita belajar buat apa selam ini, karena tidak bermanfaat ilmu yang engkau gali selama ini. Sehingga kita lihat pemerintah kita mulai berfikir dan mengaplikasikan pendidikan berbasis karakter, karena banyak ilmu yang diajarkan tidak bermanfaat, kita habiskan waktu kita tanpa tanpa manfaat. Lalu seperti apa ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang membuat engkau takut kepada Allah, ilmu yang bermanfaat yang membuat engkau berbakti kepada orangtuamu, membuat engkau empati kepada tetanggamu, membuat engkau berakhlak mulia berkarakter yang baik, membuat engkau menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih kecil, membuat engkau tahu mana yang halal dan mana yang haram, membuat engkau tahu mana kira-kira amallan yang diterima oleh Allah dan mana amalan yang ditolak sama Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memulai permohonannya dengan ilmu, sebelum yang kedua, sebelum yang ketiga. Karena dengan ilmu kita memang bisa tahu mana yang dibenci sama Allah dan mana yang disukai sama Allah. Tidak sedikit dari kita yang berbuat dosa, berbuat dosa sampai tua, dan ketika tua dia sadar bahwa yang ia lakukan selama ini adalah dosa.

Pada ayat lain Allah berfirman :

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Artinya     : Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba Nya adalah mereka para Ulama.” (QS. Fathir: 28)

Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hambanya hanyalah ulama, hanyalah orang yang mengerti dengan Allah, yang tahu dengan hukum-hukum Allah. Lalu bagiamana dengan ilmu-ilmu yang lain, seperti kedokteran, kimia, farmasi, ekonomi dan sebagainya. Ilmu itu akan bermanfaat bila ilmu itu dibalut dengan ilmu kepada Allah (agama), karena ilmu tentang Allah merupakan dasar. Karena tidak sedikit orang menjadi professor atau doktor belum tentu nilai-nilai agamanya dan akidahnya sudah benar. Kemudian setelah itu beliau memohon rizqon thoyyiban (rezeki yang thoyyib), rezeki bukan  sembarang rezeki, bukan rezeki yang banyak, bukan rezeki yang luas, bukan mobil yang mewah, bukan rumah yang tingkat, bukan tanah yang behektar-hektar, tapi yang beliau minta adalah rezeki yang toyyib. Lalu apa itu rezeki yang toyyib, yaitu rezeki yang halal, rezeki yang bermanfaat bagi tubuh kita, bermanfaat buat anak dan keluarga kita, bermanfaat bagi orang lain. Dan tentunya dengan ilmu yang kita dapatkan kita bisa memilah-milah, antara rezeki yang thoyyib dan mana yang tidak thoyyib. Yang ketiga yang diminta sebagai modal (waktu) dan bekal perjalan kita hari ini yaitu amalan yang diterima, perlu diketahui bahwa nabi sallallahu’alaiwassalam mengajarkan kepada kita kualitas, bukan kuantitas. Ilmu bukun ilmu yang banyak, rejeki bukan rejeki yang banyak, bukan kuantitas yang diajarkan. Kemudian amalan, bukan amalan yang banyak, melainkan amalan yang diterima dan tujuan kita beramal tentunya supaya diterima bukan asal beramal. Bukan amalan yang penting shalat, melainkan yang penting ketika mengerjakan shalat, shalat kita diterima sama Allah. Karena Allah berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ﴿٥﴾ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ ﴿٦﴾ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

Artinya      : 4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, 6. orang-orang yang berbuat riya’ , 7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (QS. Al-Ma’un : 4-7)

Celakalah, ada orang-orang yang ruku, sujud tahunan masuk neraka. Dia mengerjakan shalat, jadi hati-hati kita, jangan Cuma asal shalat. Amalan amalan mutaqabbala itu yang diminta oleh rasul, shalat yang diterima itu yang kita inginkan. Siapa orang-orang yang shalat tapi masuk neraka. Mereka adalah orang-orang yang shalat, tapi lalai dengan shalatnya. Mereka shalat tapi riya, maka tidak akan diterima shalatmu jika kamu tidak mengharapkan ridha dari Allah Jalla-Jalaluhu. Didalam hadis yang diriwayatkan Imam Tabrani dan hadis ini Hasan, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيُصَلِّي سِتِّينَ سَنَةً مَا تُقْبَلُ لَهُ صَلَاةٌ، لَعَلَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَلَا يُتِمُّ السُّجُودَ، وَيُتِمُّ السُّجُودَ وَلَا يُتِمُّ الرُّكُوعَ

Artinya   : Sesungguhnya ada seseorang yang sholat selama 60 tahun, namun tidak diterima (oleh Allah) amalan sholatnya selama itu walau satu sholatpun. Boleh jadi (sebabnya) dia sempurnakan ruku’-nya tetapi sujudnya kurang sempurna, demikian pula sebaliknya” (Hadis Hasan, riwayat Ibn Abi Syaibah dari Abu Hurairah RA, Shahih al-Targhib, no. 596)

Ada orang yang shalat selam 60 tahun, bisa dibayangkan kalau orang tersebut baru mulai shalat umur 10 tahun, berarti umurnya 70 tahun. Shalat (ruku sujud selama 60 tahun) namun satupun shalatnya tidak ada yang diterima. Karena apa, karena sujudnya sempurna rukuknya tidak sempurna dan rukuknya sempurna sujudnya tidak sempurna. Inilah yang namanya shalat asal-asalan. Orang menginginkan shalatnya benar, ingin ibadahnya benar, modalnya tetap imu yang bermanfaat. Sehingga dia bisa tahu sebenarnya shalatku ini bagaimana yang benar, kalu kita tidak belajar, ngak ngaji tentang shalat, tentang puasa, tentang tauhid. Bagaiman kita bisa tahu itu semua.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Artinya      : Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk: 2)

Dan pada akhirnya Allah Jalla-Jalaluhu menciptakan kehidupan dan kematian ini untuk menguji siapa diantara kalian yang paling baik amalannya bukan yang paling banyak. Maka dari itu kita harus belajar, kalu kita kita tidak belajar, bahkan menganggap ilmu agama sebagai sampingan sebulan sekali datang ke pengajian sisanya untuk dunia dan untuk akhiratmu hanya beranggapan jika ada waktu saja. Kerjaan tinggalkan, ketika kita datang kemajelis ilmu kita ingat bahwa kita itu datang kejalan-jalan surga. Mungkin kita beranggapan bahwa ketika kita meninggalkan dunia untuk pergi kemajelis ilmu kita akan rugi, sungguh ini merupakan yang salah. Ingat bahwa tatkala kamu keluar dari tempat duniamu untuk menuju Allah Jalla-Jalaluhu, Allah berjanji bahwa setiap langkahmu akan diangkat satu derajat buatmu, dihapuskan dosamu dan diberikan pahala.

Inilah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca, dan semoga kita termasuk golongan orang yang berilmu dengan kualitas agama yang baik dijalan Allah Jalla-Jalaluhu. (Amin 3x)
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh . . .

Leave a Reply