Substansi Yang Terkandung Dalam Dakwah Rasulullah SAW Pada Masa Periode Mekah

Pada periode Mekah, substansi dakwah Rasulullah saw. difokuskan pada beberapa masalah sebagai berikut :

  1. Ajaran Tauhid

Pada periode ini, dakwah Nabi Muhammad berisi ajaran tauhid, RAsulullah pertama kali diutus oleh Allah swt. Ditengah-tengah masyarakat Mekah yang senantiasa menyekutukan Allah dan menmpunyai keyakinan tahayul, yaitu percaya terhadap barang-barang yang tidak masuk akal. Maka dari itu, Nabi Muhammad menyeru kepada umatnya agar meninggalkan ajaran nenek moyang mereka, dengan menyembah kepada Tuhan yang Maha Esa dan Maha penguasa, yang tidak beranak dan tidak pula piperankan, serta tidak ada yang menyerupai-Nya.

Dalam Surah Al-Ikhlas ayat 1-4 Allah berfirman :

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤

Artinya : 1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa, 2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, 3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakan, 4. Dan tidak seorangpun yang setara dengan Dia. (QS. Al-Ikhlas 112: 1-4)

  1. Akhirat dan Balasannya

Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara dan sekejap. Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang abadi. Sebelum manusia menuju akhirat, aka nada sebuah peristiwa besar yaitu hari kiamat, dimana isi bumi dan seluruh planet akan hancur.

Maka dari itu, islam sangat menganjurkan kepada umatnya untukberlomba-lomba kebaikan umat islam diharuskan untuk mengimani hari kiamat dan berbuat sholeh, sebagai bekal untuk menuju kealam terakhir, yaitu surge sebagai balasan dan neraka sebagai ancaman.

Dalam QS Al-Qari’ah 101: 1-11 Allah berfirman

الْقَارِعَةُ ﴿١﴾ مَا الْقَارِعَةُ ﴿٢﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ ﴿٣﴾ يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ ﴿٤﴾ وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ ﴿٥﴾ فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ ﴿٦﴾ فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ ﴿٧﴾ وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ ﴿٨﴾ فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ ﴿٩﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ ﴿١٠﴾ نَارٌ حَامِيَةٌ

Artinya : 1. Hari Kiamat, 2. apakah hari Kiamat itu? 3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? 4. Pada hari itu manusia seperti kupu-kupu yang bertebaran, 5. dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. 6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, 7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. 8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, 9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. 10. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? 11. (Yaitu) api yang sangat panas. (QS Al-Qari’ah 101: 1-11)

Doktrin inilah yang dalam ajaran islam sangat ditekankan. Dengan demikian seorang muslim tidak akan berfikir materialistis dan percaya terhadap kehidupan setelah mati. Seorang muslim akan senantiasa berbuat baik dalam kehidupan di dunia ini, dengan tujuan agar mendapat balasan yang baik pula di akhirat. Seorang muslim juga akan takut berbuat fasik, karena takut akan azab siksa neraka yang sangat pedih.

  1. Akhlak

Nabi Muhammad saw membawa ajaran islam dengan anjuran untuk berbuat kebaikan terhadap sesama umat manusia, sebagaimana firman Allah Surah Al-Ma’un 107: 1-7.

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ  ﴿١﴾  فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ  ﴿٢﴾  وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ  ﴿٣﴾  فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ  ﴿٤﴾  الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ  ﴿٥﴾  الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ  ﴿٦﴾  وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

Artinya : 1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? 2. Itulah orang yang menghardik anak yatim, 3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. 4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, 6. orang-orang yang berbuat riya', 7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna .

 

Category: Sejarah IslamTags:
author
No Response

Leave a reply "Substansi Yang Terkandung Dalam Dakwah Rasulullah SAW Pada Masa Periode Mekah"