Hukum Riba Dalam Islam

0 0

Apa itu riba?, sederhana saja penjelasannya, riba adalah segala sesuatu yang tidak sesuai dengan ketentuan dan mendatangkan suatu keuntungan yang tidak wajar. Di Indonesia sendiri istilah riba sudah tidak asing lagi didengar di telinga. Terbukti dengan adanya bank konvensional yang menerapkan sistem bunga dalam kegiatan peminjaman uang. Pada tulisan kali ini kami akan coba bahas secara singkat mengenai aspek ruang lingkup riba dalam islam.

Riba Dalam Islam

Jika kita mau mengkaji aspek riba dalam Al-Qur’an, tentu Allah melarangnya dengan sangat keras yang sudah termaktub dalam Al-Qur’an. Riba dalam islam sendiri adalah suatu perbuatan yang akan mendatangkan dampak keburukan bagi para pelakunya sendiri. Inilah yang di katakana Allah Ta’ala pada para pelaku riba didalam Al-Quran.

Orang yang riba sama saja kemasukan syetan

Bagaimana mungkin riba akan menjadikan manusia kemasukan syetan?, Dimanakah peran Syetan pada konteks pembahasann ini?, Sesuai dengan firman Allah,

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila”- Al-Baqarah 275.

Disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang yang memakan riba sama saja orang yang kemasukan syetan, bukan hanya mengikuti tetapi syetan masuk kedalam diri manusia masuk kedalam hati dan selalu akan membayanginya kemanapun dia pergi dan apapun yang dia kerjakan. Segala sesuatu yang manusia lakukan jika dalam pengerjaan mengandung riba maka syetan akan menemani untuk ikut melakukannya bersamanya. Kita ambil contoh; ketika makan maka syetan ikut makan, ketika berpakaian syetan ikut bagiannya (jadi segala yang dia lakukan syetan akan selalu mengikutinya).

Oleh karena itu Allah menyuruh kita untuk makan-makan yang halal dengan cara mendapatkannya secara baik-baik tanpa ada unsur riba didalamnya, agar kita selalu terhindar dari tipu muslihat yang syetan lakukan. Firman Allah,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”- Al-Baqarah 168.

Allah akan hancurkan harta para pelaku riba

Allah akan hancurkan harta riba, maksud dari kalimat ini tidak selalu Allah akan mengambil hartanya secara utuh, melainkan bisa jadi Allah akan menghilangkan unsur manfaatnya yang berkurang. Jadi dimisalkan bahwa orang ini mempunyai segala harta  (yang dimilikinya karena secara nafsu) padahal yang dia miliki ini tidak ada manfaatnya, sehingga malah akan membuat dia meningkalkan ibadahnya. Contoh yang lebih sederhana lagi adalah ketika kita tidak mempunyai motor kita rajin ke masjid untuk melakukan shalat berjamaah, tetapi ketika kita mempunyai motor dari hasil riba malah lupa akan kewajiban kita terhadap Allah. Jangankan untuk ke masjid, shalatnya pun malah kita tinggalkan. Inilah bentuk bahwa Allah akan menghancurkan harta bagi pelaku riba. Dan yang paling berbahaya disini apabila yang dia miliki tidak dia gunakan dan hanya akan membuatnya terbebani oleh pikiran.

Pelaku riba adalah musuh Allah Swt

Dan yang paling berbahaya disebutkan dalam Al-Quran,

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” Al-Baqarah 279

Dalam isi surah diatas bahwa jika Manusia tidak mau berhenti dari perbuatan riba maka Allah akan dan Rasul-Nya akan memerangimu. Masya Allah, Jika kita mau berfikir bagaimana kita akan memerangi Allah yang menciptakan segala alam semesta ini.

Maka mohonlah pada Allah Ta’ala untuk dijauhkan dari segala penyakit riba.

Category: Hukum IslamTags:
author
No Response

Leave a reply "Hukum Riba Dalam Islam"