Reaksi Kaum Quraisy Terhadap Ajaran Islam Yang Dibawa Rasulullah SAW

Reaksi kaum Quraisy terhadap ajaran islam yang dibawa Rasulullah saw begitu cepat berkembang. Hal tersebut sangat menghawatirkan para pemimpin dan pembesar Quraisy. Mereka takut bahwa kedudukan mereka yang semula yang begituĀ  dihormati dan berkuasa akan menjadi tersaingi dengan kekuatan islam. Menurut anggapan mereka, tunduk kepada Rasulullah berarti sama dengan tunduk dan menyerahkan kepemimpinan atau kekuasaan kepada keluarga Muhammad, yaitu bani Abdul Muthalib. Di antara reaksi kaum Quraisy terhadap dakwah Rasulullah saw antara lain sebagai berikut :

Kemarahan Kaum Quraisy

Reaksi awal kaum Quraisy terhadap dakwah Rasulullah adalah marah. Kaum Quraisy sangat marah terhadap ajaran Rasulullah, yang menganggap berhala-berhala yang mereka sembah tidak dapat memberi manfaat kepada mereka. Nabi Muhammad juga dianggap telah menghina leluhur nenek moyang mereka dan merendahkan tuhan-tuhan berhala kafir kaum Quraisy.

Intimidasi Terhadap Umat Islam

Selain menunjukan ketidak sukaannya terhadap dakwah Rasulullah, kaum Quraisy juga melancarkan intimidasi terhadap nabi Muhammad saw beserta pengikutnya. Mereka memaksa budak-budak mereka yang telah masuk islam untuk kembali kepada agama berhala. Apabila menolak, maka siksaan atau penganiayaan yang akan mereka berikan, sehingga mereka menyerah atau sekarat. Terlalu banyak pengikut nabi Muhammad saw yang sudah disiksa diluar peri kemanusiaan, terutama pengikut islam dari golongan budak. Adapun terhadap Rasulullah, mereka belum berani mengganggu Rasulullah karena beliau masih dilindungi oleh pamannya Abu Talib.

Mempengaruhi Paman Rasulullah (Abu Talib)

Beberapa tokoh Quraisy juga menemui Abu Talib dan meminta agar Muhammad menghentikan kegiatan dakwahnya. Akan tetapi, Muhammad saw menolak dengan tegas ajakan pamannya tersebut. Abu Talib-pun akhirnya tidak lagi membujuk keponakannya untuk menghentikan dakwahnya. Abu Talib tetap melindungi Rasulullah dari ganguan kaum kafir Quraisy.

Pemboikotan

Kegagalan masyarakat kafir Quraisy dalam membujuk nabi Muhammad saw untuk meninggalkan dakwahnya justru memperkuat posisi umat islam dikota Mekah. Menguatnya posisi umat islam, ini justru memperkeras reaksi kaum kafir Quraisy. Mereka mencoba menempuh cara-cara baru, guna melumpuhkan kekuatan nabi Muhammad saw, yang bersandar pada perlindungan keluarga Bani Hasyim.

Untuk melumpuhkan kaum muslimin yang dipimpin nabi Muhammad saw, mereka harus melumpuhkan Bani Hasyim terlebih dahulu secara keseluruhan. Caranya, mereka memutuskan segala bentuk hubungan dengan Bani Hasyim. Tidak seorang penduduk Mekah-pun yang diperkenankan melakukan hubungan jual beli dengan bani Hasyim. Persetujuan iini dibuat dalam bentuk piagam dan ditanda tangani bersama, serta disimpan dalam Kakbah. Dengan pemboikotan ini, seluruh umat islam terkepung dilembah pegunungan dan terputus dari berbagai komunikasi dengan dunia luar.

Pemboikotan ini berlangsung selam kurang lebih 3 tahun yang dimulai pada bulan Muharram tahun ke-7 kenabian dan bertepatan dengan tahun 616 M. Isi piagam pemboikotan itu antara lain :

  1. Mereka tidak akan menikahi orang-orang islam
  2. Mereka tidak akan menerima permintaan nikah dari orang-orang islam
  3. Mereka tidak akan berjual beli apa saja dengan orang-orang islam
  4. Mereka tidak akan berbicara dan tidak akan menengok orang-orang islam yang sakit.
  5. Mereka tidak akan menerima permintaan damai dengan orang-orang islam, sehingga mereka menyerahkan nabi Muhammad saw, untuk dibunuh.

Akibat pemboikotan tersebut, kaum muslim menderita kelaparan, kemiskinan dan kesengsaraan yang berlarut-larut. Merka tinggal di celah-celah bukit dengan bergantung makan pad rumput-rumput kering di tengah pemboikotan kaum kafir Quraisy.

Hisyam bin Amr dari suku Quraisy bersimpati pada kaum muslimin. Hisyam mengingatkan kepad kaum Quraisy untuk menghentikan pemboikotan terhadap kaum muslimin. Abu Jahal menentang keinginan Hisyam tersebut, namun sebagian besar kaum Quraisy mendukungnya. Ketika Hisyam hendak merobek piagam pemboikotan, ternyata piagam tersebut telah lama hancur digerogoti rayap. Dengan demikian, pemboikotan terhadap kaum muslimin menjadi tidak berlaku lagi.

Penganiayaan

Kaum Quraisy juga melancarkan gangguan dan penghinaan kepad Rasulullah saw, serta menyiksa hingga luar batas kemanusiaan terhadap pengikut-pengikut beliau. Nabi Muhammad saw akhirnya menganjurkan mereka hijrah ke Habsyah (Abesenia). Raja Habsyah pada saat itu bernama Najasyi, dikenal sangat adil.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply