Makalah Tentang Pemikiran dan Peradaban Islam Pada Masa Modern

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Islam adalah ajaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhamad Saw untuk menyempurnahkan agama yang telah ada sebelumnya. Islam dikenal dengan rahmatal lil alamin nya, dimana Allah tuhan pencipta alam semesta hanya mengakui islam sebagai satu-satu nya agama yang mendapat dan karunia dari Allah SWT.

Islam pada zaman Nabi dahulu berkembang secara perlahan-lahan, tidak semua bangsa arab langsung menerima kedatangan islam dengan suka cita. Hal ini terjadi karena sebagian besar masyarakat arab adalah kaum kafir Qurasy dimana kesaharian mereka beribada menyembah berhala. Islam masuk dengan cara damai dan tidak membutuhkan banyak syarat seperti agama lainya tapi hal ini malah menjadikan bumerang bagi bangsa arab yang bergerak hatinya untuk memeluk dan meyakini islam sebagai agamnya.

Islam adalah agama yang suci dan murni karena bagi pemeluk agama islam mereka memiliki sebuah kitab suci Al-Qur’an yang merupakan kitab penyempurnah dari kitab sebelumnya. Di dalam Al-qur’an itu sendiri terdapat berbagai ilmu pengetahuan yang bisa dimanfaatkan oleh umat islam untuk dipelajari dan diambil manfaatnya untuk kehidupan mereka sehari-hari.

Tak  heran,  ketika  masa  nabi  Muhamad  banyak  para  cendiakawan-cendiakawan muslim yang menyumbangkan ide dan pikiran mereka untuk kehidupan masyarakat islam. mereka berpedoman kepada Al-Qur’an yang merupakan mukjizat terbesar bagi

nabi Muhamad. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa dinasti bani umayah dimana dikenal kisah 1001 malam yang berpusat di kota bagdad, irak yang menceritakan pemerintahan islam yang amat teroganisar dan berjaya dengan ilmu pengetahuanya yang canggih.

Islam terus mengembangkan sayapnya di berbagai bidang yang merupakan sendi dari setiap kehidupan manusia, contohnya saja saat sekarang ini perkembangan peradapan islam dapat di rasakan dalam berbagai sisi kehidupan manusia. Hal ini tidak

bertahan lama, karena islam mulia mengalami kemerosotan di berbagai bidang sehingga para penemu dari islam kalah pamor dibandingkan penemu eropa yang sebenarnya mereka mempelajari ilmu yang mereka dapat itu dari Al-Qur’an .

Maka dari tahun 1800 M samapai sekarang dikenalah dengan masa pembaharuan islam. masa pembaharuan ini ditandai dengan adanya kesadaran umat islam terdapat kelemahan dirinya dan adanya dorongan untuk memperoleh kemajuan dari berbagai bidang, contohnya saja dalam bidang pendidikan, dan teknologi . pada pembaharuan inilah munculah kembalih tokoh-tokoh pemikir dalam kalangan islam dari berbagai negara islam.

Pada awal masa pembaharuan ini kondisi dunia islam sebenarnya berada pada zona kilonialisme dimana pengaruh barat amat mendominasi kehidupan di duia ini. Pada pertengahan abad ke-20 M lah islam mulai berdiri bangkit dari pengaruh kolonialisme barat.

Pada pembahasan ini akan tampak apa saja perkembangan islam pada masa modern yang dapat diteladani dan dijadikan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari di tengah kuatnya arus budaya globalisasi yang mengakibatkan manusia bisa lupa akan kodratnya sebagai makhluk ciptaan tuhan yang harus menyeimbangkan antara kehidupan didunia dan diakhiratnya.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:

  1. Apa sejarah latar belakang Perkembangan Islam Masa Modern (1800-sekarang)?
  2. Bagaimana Perkembangan Islam, Imu Pengetahuan dan Kebudayaan Pada Abad Modern dan gerakan modern islam?
  3. Siapa tokoh-tokoh pemimpin perkembangan Islam pada masa modern?
  4. Apa saja hikmah mempelajari Sejarah Perkembangan Islam Pada Abad Modern.
  5. Bagaimana pengaruh gerakan modernisasi islam terhadap perkembangan islam di Indonesia?

1.3 Tujuan

  1. Mengetahui sejarah latar belakang perkembangn islam pada masa modern.
  2. Mengetahui perkembangan islam dalam berbagai bidang pada abad modern.
  3. Mengetahui tokoh-tokoh yang memimpin perkembangan islam pada masa modern.
  4. Mengetahui pengaruh perkembangan islam pada kehidupan.

1.4 Manfaat Penulisan

  1. Memberi infomasi kepada umat khususnya tentang masa periode pembaharuan islam.
  2. Dapat membandingkan masa keemasan islam pada zaman dahulu dengan era globalisasi saat sekarang ini.
  3. Dapat mengambil pelajaran dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan ajaran islam.
  4. Menjadikan islam sebagai kebanggan karena banyak menyimpan unsur seni dan pengetahuan yang bisa dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupan.

 

BAB II
PEMBAHASAN

PEMIKIRAN DAN PERADAPAN ISLAM MASA MODERN (1800-SEKARANG)

2.1  Masa Penetrasi Kolonial Barat

Masa ini dimulai pada abad ke 19 (1800 M) ketika Eropa mendominasi dunia. Dunia Islam abad 20 ditandai dengan kemunduran dan kelemahan secara budaya maupun politik setelah kekuatan eropa mendominasi mereka. Eropa dapat menjajah karena keberhasilannya dalam menerapkan strategi ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengelola berbagai lembaga pemerintah. Negeri-negeri Islam menjadi jajahan eropa akibat keterbelakangan dalam berbagai aspek kehidupan. Penjajahan tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan ekonomi industri terhadap bahan-bahan baku dan pemasarannya, dan juga oleh kompetisi politik dan ekonomi satu sama lain, negara-negara di Eropa menegakkan kerajaan teritorial dunia. Belanda menjajah Indonesia, Rusia mengambil Asia Dalam, Inggris mengkonsolidasi kerajaan mereka di India dan Afrika, dan mengontrol sebagian Timur Tengah, Afrika Timur, Nigeria, dan Afrika Barat.

Dengan didukung oleh pertumbuhan produksi pabrik dalam skala dan perubahan yang besar serta dengan metode komunikasi ditandai dengan ditemukannya kapal uap, kereta api, telegrap, Eropa telah siap untuk melakukan ekspansi perdagangan. Kesemuanya ini diiringi dengan peningkatan kekuatan bersenjata dari negara-negara besar Eropa. Disatu sisi kekuatan militer dan politik negara-negara muslim menurun, perekonomian mereka merosot sebagai akibat monopoli perdagangan antara timur dan barat tidak lagi ditangan mereka. Disamping itu pengetahuan di dunia muslim dalam kondisi stagnasi. Akibatnya, Aljazair menjadi negara Arab pertama yang ditaklukan oleh Perancis (1830-1847). Negeri-negeri islam dan masyarakatnya pada waktu itu tidak dlam keadaan stabil lagi sehingga keperluan mereka mendesak dengan mengerakkan.

kekuatan agar selamat dari dominasi bangsa lain. Kerajaan usmani misalnya, harus mengadopsi metode-metode baru dalam pengorganisasian militer, administrasi dan kode-kode hukum pola Eropa, dan hal ini juga dilakukan oleh penguasa otonomi dari propinsi kerajaan tersebutm Mesir dan Tunisia.

Akibat dari ekspansi perdagangan Eropa, aliansi baru dari pihak-pihak yang berkepentingan dibentuk antara pemerintah dan para pedagang asing, juga terjadi perdagangan Eropa oleh tuan-tuan tanah dan para pedagang lokal dengan perdagangan yang tidak seimbang. Ditambah dengan jatuhnya Mesir dan Tunisia di bawah kontrol Eropa kemudian diikuti Maroko dan Libya. Kerajaan Usmani juga kehilangan hampir seluruh propinsi yang ada di Eropa, dan menjadi negeri yang lebih mirip dengan Turki Arab. Sementara agama dan kebudayaan islam terus dipertahankan, pemikiran-pemikiran baru bermunculan agar dapat mengadopsi ide-ide eropa tanpa kehilangan indentitas dan kepercayaan diri. Namun, ide-ide baru ini jarang menyentuh kehidupan rakyat di pedesaaan dan padang pasir. Pada abad ke-18 orang Eropa sudah memiliki kesadaran renaissance yang tinggi sedangkan Turki Usmani sedang mengalami kemunduran kekuasaan karena kemerosotan moral dan korupsi melanda pada paruh kedua abad ke 18 sehingga negara Barat mulai melirik daerah jajahan Usmani.

Perang Dunia pertama diakhiri dengan lenyapnyan Kerajaan Usmani dan ditandai dengan kemunculan Turki sebagai negara yang independen. Keseluruhan negara-negara Arab berada di bawah kepemimpinan Eropa kecuali peninsula. Kontrol asing membawa perubahan administrasi dan kemajuan pendidikan juga menumbuhkan nasionalisme. Penempatan Yahudi oleh pemerintah Inggris di Palestina juga menimbulkan situasi yang menyentuh rasa nasionalisme di dalam negeri-negeri Arab.

  1. Ekspansi Eropa

Usaha-usaha untuk menemukan kembali kekuatan pemerintahan Kerajaan ditandai dengan revolusi Perancis dan kemudian oleh Napoleon, serta kekuatan Eropa lain yang menggoncang Eropa dari tahun 1792 sampai 1815 dan diteruskan oleh tentara-tentara Eropa. Pada tahun 1798 sebuah ekspedisi

Perancis dikomandoi oleh Napoleon menduduki mesir 3 tahun sebagai akibat perang dengan Inggris dan maju ke Syria namun mundur oleh aliansi Inggris dan Kerajaan Usmani.

Dengan berakhirnya perang Napoleon, kekuatan dan pengaruh Eropa meluas lebih jauh dengan pengadopsian teknik-teknik baru dalam manufacture dan pengorganisasian industri karena perang. Pada tahun 1830-an dan -1840-an terjadi revolusi dalam bidang transportasi dengan ditemukannya kapal uap dan kereta api. Gaung ekspansi energi dan power Eropa terasa di seluruh penjuru dunia.

Menghadapi ledakan energi Eropa, negara Arab sama halnya dengan Asia dan Afrika tidak dapat mengerakkan kekuatan yang seimbang. Dengan kekuatan baru, bukan hanya Perancis dan Rusia bahkan negara-negara Eropa secara umum mulai mencampuri hubungan antara Sultan dan rakyatnya yang Kristen. Tahun 1808 serbia berontak melawan pemerintahan lokal kerajaan Usmani. Hasilnya dengan pertolongan Eropa negara otonomi Serbia berdiri. Di jazirah arab, pelabuhan aden diduduki oleh Inggris dan India pada tahun 1939 dan menjadi pelabuhan untuk rure ke India. Pada tahun 1830 Inggris sampai Aljazair dan menjajahnya.

  1. Pengaruh Penetrasi Barat Terhadap Dunia Islam

Pengaruh Eropa terhadap dunia Islam menyadarkan para pemimpin Kerajaan Usmani untuk mengadakan perubahan. Pada masa Sultan Mahmud II kebijaksanaan baru untuk membubarkan tentara lama dan membentuk tentara baru dengan pelatih yang didatangkan dari Eropa. Hal tersebut dilakukan untuk mengembalikan kekuatan pemerintah dab pengorganisasian dengan cara yang baru.

Di Kairo, sepeninggalnya tentara Perancis, kekuasaan diambil oleh Muhamad Ali (1805-1848) yaitu seorang bangsa Turki dari Macedonia yang dikirim oleh Kerajaan Usmani melawan Perancis. Dia melatih perwira, dokter, dan pejabat di sekolah-sekolah baru dikirim ke Eropa. Di dalam negeri, muhamad Ali mengontrol seluruh hasil pertanian.

Di Tunisia ada perubahan di bawah rezim Ahmad Bey (1837-1855) yang mempunyai kekuasaan sejak abad ke 19 dengan pemimpinnya adalah kelompok Turki dan Mamluk yang dilatih dengan cara yang modern. Penerusnya pada 1857 memproklamirkan reformasi dalam bidang keamanan, kebebasan sipil, aturan perpajakan hak-hak Yahudi dan bangsa asing untuk memilih tanah dan kontrol terhadap semua kegiatan ekonomi.

Di bawah kepemimpinan Abdul Azis, Turki Usmani secara pasti kehilangan wilayah-wilayahnya yang penting antara lain dengan berdirinya kerajaan Rumania pada tahun 1866. Pada tahun 1877, Rusia mengumumkan perang terhadap Turki Usmani dan menduduki Andrianopel pada Januari 1878. Sementara Italia berhasil merebut Tripoli pada tahun 1912 dan pada tahun yang sama mengumumkan perang dengan Turki Usmani.

Pada waktu perang dunia 1 pecah, Turki bergabung dengan Jerman mengalami kekalahan. Dengan kekalahan ini negara-negara Eropa yang selama ini dalam kekuasaan otomatis terlepas menjadi negara merdeka.

Afganistan sejak semual merupakan negara merdeka yang gigih mempertahankan dunia Islam dari ancaman Inggris maupun Rusia. Paham komunis yang dianut oleh Soviet membuat Afganistan enggan untuk bergabung.

Pada abad ke-19 dan abad 20 dunia Islam hampir seluruhnya berada dalam kolomi Barat kecuali Hijaz, Persia, dan

Afganistan. Dunia Islam yang membentang dari Maroko hingga Indonesia merupakan negeri-negeri kolonial yang dijadikan “sapi perahan” untuk kemakmuran bangsa Barat.

2.2  Masa Pembebasan dari Kolonial Barat

Dunia Islam pada abad 20 ditandai dengan kebangkitan dari kemunduran dan kelemahan secara budaya maupun politik setelah kekuatan Eropa mendominasi mereka. Eropa bisa menjajah karena keberhasilannya dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengelola berbagai lembaga pemerintah. Negari-negeri Islam menjadi jajahan Eropa akibat keterbelakangan dalam berbagai aspek kehidupan.

Terjadi penetrasi kolonial Barat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dn faktor eksternal. Di satu sisi kekuatan militer dan politik negara-negara muslim menurun, perekonomian merosot sebagai akibat monopoli perdagangan antara timur dan barat tidak lagi ditangan mereka. Di samping itu pengetahuan di dunia muslim dalam kondisi stagnasi. Tarekat-terekat diliputi oleh suasana khurafat dan supertisi. Umat Islam dipengaruhi oleh sifat fatalistik.

Pada sisi yang lain, Eropa dalam waktu yang sama mengunakan metode berfikir rasional dan tumbuh kelompok intelektual yang melepaskan diri dari ikatan-ikatan Gereja, Barat memasuki abad renaisanse. sementara dalam bidang ekonomi dan perdagangan mereka telah mengalami kemajuan pesat dengan ditemukannya Tanjung Harapan sebagai jalur perdagangan maritim langsung ke Timur, dan pememuan benua Amerika. Dengan temuan dua ini kemajuan dalam bidang perdagangan Eropa tidak bergantung lagi pada kepada jalur lama yang dikuasai umat Islam.

Pada permulaan abad ini tumbuh kesadaran nasionalisme hampir diseluruh negeri muslim yang menghasilkan pembentukan negera-negara nasional. Tetapi persoalan mendasar yang dihadapi adalah keterbelakangan umat Islam, terutama menyangkut kemampuan menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai alat paling penting dalam mempertahankan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, tanpa menyampingkan agama, politik, dan ekonomi. Upaya ke arah itu tidak lepas dari pembaharuan pemikiran yang mengantarkan Iskam terlepas dari cengkeraman kolonialisme Barat.

  1. Dunia Abad Ke XX

Keunggulan yang dimiliki Barat tidak hanya menghancurkan pemerintah negara-negara muslim tapi juga menjajah sehingga pada abad XIX hampir tidak satupun negeru muslim tidak tersentuh oleh penetrasi kolonial Barat. Sejak Napoleon menduduki Mesir, umat Islam mulai sadar akan kemunduran dan kelemahannya. Salah seorang tokoh yang pikirannya banyak mengilhami gerakan kemerdekaan adalah Sayyed Jamaluddin Al Afghani. Tema perjuangan yang terus menerus dikobarkan adalah semangat melawan kolonialisme dengan berpegang kepada tema-tema agama Islam sebagai stimulasinya. Murtadha Muthahhari menjelaskan tema-tema tersebut antara lain: perjuangan melawan absolutisme para penguasa, menguasai sains dan teknologi modern, kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya, iman dan keyakinan akidah, perjuangan melawan kolonial asing. Persatuan Islam, menginfuskan semangat perjuangan dan perlawanan kedalam tubuh masyarakat Islam yang sudah separuh hati, dan perjuangan melawan ketakutan terhadap Barat.

Disamping Afghani, Abdu (1849-19005) dan Rasyid Ridha (1865-1935). Mereka dipengaruhi oleh gagasan-gagasan guru mereka yaitu Afghani diteruskan untuk mempengaruhi perkembangan nasionalisme di Mesir. Gerakan yang dilakukan oleh para tokoh tersebut, walaupun belum mencapai berhasil namun gema pemikiran Islam mereka sangat mewarnai era generasi selanjutnya, untuk membebaskan negerinya dari penetrasi Barat.

  1. Pembebasan Diri dari Kolonial Barat

Pada pertengahan abad XX terjadi perang kedua yang melibatkan seluruh negara kolonialis. Konsekuensi atas perang adalah terpusatnya konsentrasi kekuatan militer di masing-masing negara. Pengkonsentrasian kekuatan militer tersebut mengakibatkan ditarik dan berkurangnya kekuatan militer kolonialis di negeri-negeri jajahan mereka. Dalam itu, negara muslim tidak terlibat langsung perang

dunia kedua sehingga pemikiran mereka waktu itu terkonsentrasi pada perjuangan untuk kemerdekaan negerinya masing-masing, dan kondisi dunia yang berkembang pada saat itu memungkinkan tercapainya cita-cita luhur mereka. Mulai saat ni negara-negara muslim yang terjajah memproklamirkan kemerdekaannya.

Usaha untuk memulihkan kembali kekuatan Islam dikenal dengan gerakan pembaharuan. Ada dua faktor yang saling mendukung yaitu pemurnian ajaran Islam dari unsur-unsur asing yang dipandang sebagai penyebab kemunduran Islam, dan menimba gagasan-gagasan pembaharuan dan ilmu pengetahuan Barat. Gerakan pembaharuan memasuki dunia politik. Gagasan politik yang pertama kali muncul adalah gagasan Pan Islamisme yang mula-mula didengungkan oleh gerrakan Wahabiyah dan Sanusiah. Namun, gagasan ini baru disuarakan dengan lantang oleh tokoh pemikir Islam terkenal yaitu Jamaluddin Al Afghani (1839-1897).

Di Mesir bangkit dengan nasionalismenya, di bagian negeri Arab lainnya juga bangkit nasionalisme sehingga terbentuk atas dasar kesamaan bahasa yaitu di Mesir, Syria, Libanon, Palestina, Irak, Hijaz, Afrika utara, Bahrein, dan Kuweit. Di India, sebagaimana gagasan di Turki dan Mesir mendapat pengikutnya, pelopornya adalah Syed Amir Ali (1848-1928). Gagasan ini tidak bertahan lama maka umat di benua India tidak menganut nasionalisme tetapi komunalisme.

Sementara di Indonesia, partai politik besar yang menetang penjajahan adalah Sarekat Islam yang merupakan kelanjutan dari Sarekat Dagang Islam. Tidak lama kemudian Partai Nasional Indonesia dan Persatuan Muslimin Indonesia. Berdirinya partai-partai politik merupakan modal utama umat Islam dalam perjuangannya untuk mewujudkan negara merdeka yang bebas dari pengaruh politik Barat.

Adapun negara berpenduduk mayoritas muslim yang pertama kali berhasil memproklamasikan kemerdekaannya adalah Indonesia.

Negara muslim yang kedua adalah Pakistan. Irak dan Mesir merdeka pada tahun 1932 tetapi baru merasakan benar-benar merdeka pada tahun 1958. Sebelumnya Syria, Yordania, dan Libanon pada tahun 1946. Di Afrika, Libya merdeka pada tahun 1951 M, Sudan dan Maroko tahun 1956 M, serta Aljazair merdeka pada tahun 1962 yang kesemuanya itu membebaskan dori dari Perancis. Dalam waktu yang bersamaan, Yaman Utara dan Yaman Selatan, serta Emirat Arab memperoleh kemerdekaan juga. Di Asia Tenggara, Malaysia yang waktu itu merupakan bagian dari Singapura mendapatkan kemerdekaan dari Inggris pada yahun 1957, dan Brunei Darussalam baru pada tahun 1984.

Demikian satu persatu negara-negara muslim memerdekakan dirinya dari penjajahan. Bahkan bahwa diantaranya baru mendapatkan kemerdekaannya pada tahun-tahun terakhir ini, seperti negara-negara muslim yang dulunya bersatu dalam Uni Soviet, yaitu Uzbekistan, Turkmenia, Kirghistan, Kazakhstan, Tajikistan, dan Azerbaijan baru merdeka pada tahun 1992, serta Bosnia memerdekakan diri dari Yugoslavia pada tahun 1992.

Namun pada saat ini masih ada umat Islam yang berharap mendapatkan otonomi sendiri, atau paling tidak menjadi penguasa atas masyarakat mereka sendiri. Mereka itu adalah penduduk minoritas muslim dalam negara-negara nasional, misalnya Kasymir di India dan Moro di Filiphina. Alasan mereka menuntut kebebasan dan kemerdekaan itu adalah karena status sebagai minoritas seringkali mendapat kesulitan dalam memperoleh kesejahteraan hidup dan kebebasan dalam menjalankan ajaran agama mereka.

 

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Masa pembaharuan (Modern) bagi dunia islam adalah masa yang dimula dari tahun 1800M sampai sekarang. Masa pembaharuan ditandai dengan adanya kesadaran umat islam terhadap kelemahan dirinya dan adanya dorongan untuk memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada awal masa pembaharuan , kondisi islam secara politis berbeda di bawah penetrasi kolonialisme. Baru pada pertengahan abad ke-20 M dunia islam bangkit memerdekakan negaranya dari penjajahan bangsa barat (Eropa). Pada dasarnya materi di atas kesemuanya mengandung fakta dalam kejadian dan sejarah yang merupakan menurut kurun waktu trerjadinya islam pada masa pembaharuan tapi di sisi lain ada juga yang mengandung seperti:

  1. Konsep yaitu, pembaharuan merupakan membangkitkan kembali Islam yang murni (maksud disini tetap dalam kontek pembaharuan dalam Islam) sebagai mana yang telah pernah dicontohkan Nabi dan kaum Salaf.
  2. Prinsip, yaitu dasar-dasar yang dijadikan pemerintahan islam dalam memertahankan ajaran islam atas pengaruh ajaran-ajaran lain seperti upaya untuk memperbaiki kedudukan islam paham Tauhid dan Islam pada saat itu yang telah bercampur aduk dengan ajaran-ajaran sejak abad ke-13.
  3. Nilai, yaitu hikmah yang dapat kita ambil pada masa pembaharuan islam dalam memperjuangkan sajaran islam serta pemerintahan islam.
  4. Proses, yaitu proses terjadinya dalam pembaharuan islam itu sendiri. Menjelang dan pada masa awal-awal pembaharuan yaitu sebelum dan sesudah tahun 1800M. umat islam diberbagai negara telah menyimpang dari ajaran islam yang bersumber kepada Al-Qur’an dan Hadis. Penyimpangan itu tedapat dalam hal:
    1. Ajaran Islam tentang ketauhidan telah tercampur dengan kemaksatan.
    2. Adanya kelompok umat Islam yang selama hidup didunia ini hanya mementingkan urusan akhirat dan meninggalkan dunia.

Penyimpangan-penyimpangan umat islam terhadap ajaran agamanya seperti tersebut, mendorong lahirnya para tokoh pembaharuan, yang berusaha menyadarkan umat islam agar kembali kepada ajaran Islam yang benar, yang bersumber kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah(hadis).

3.2 Saran
Perkembangan islam pada awalnya memang agak terlambat dari negara Eropa. Tetapi dengan adanya kesadaran dari umat muslim bahwa ilmu pengetahuan itu penting. Muncullah tokoh-tokoh islam pada masa Pembaharuan yang mengusahakan agar islam tidak ketinggalan terlalu jauh dari bangsa-bangsa barat (eropa). Mereka melakukan modernisasi dalam bidang pendidikan sampai mendirikan perguruan-perguruan tinggi untuk menyebarkan ilmu.

Untuk itu, sebagai umat muslim hendaknya kita meniru semagat para tokoh-tokoh islam yang berjuang agar islam tidak ketinggalan dengan bangsa eropa. Dengan begitu islam tidak akan mudah kalah dengan bangsa barat (eropa).

DAFTAR PUSTAKA

Karim., M. Abdul, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2207
Muntoha, dkk. 1998. Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogyakarta: UII Press
Cooper, John., Ronald., dkk. 2002. Pemikiran Islam. Jakarta: Erlangga
Yatim, Badri. 1997. Sejarah Peradaban Islam. Edisi 1. Cetakan 6. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Husaini, Adian. 2005. Wajah Peradaban Barat: dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler-Liberal. Jakarta: Gema Insani Press
TIBI,  Bassam.  1994.  Krisis  Peradaban  Islam  Modern:  Sebuah  Kultur  Praindustri Dalam Era Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya

Incoming search terms:

  • artikel peradaban islam masa kini
  • HADIS TENTANG PERADABAN
  • makalah tentang pemikiran pada masa modern
  • Pemikiran dan peradaban islam modern
  • peradaban islam pada jaman modernisasi
Category: MakalahTags:
author
No Response

Leave a reply "Makalah Tentang Pemikiran dan Peradaban Islam Pada Masa Modern"