Makalah Tentang Manusia, Kebudayaan dan Peradaban

0 23

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Manusia merupakan makhluk yang mempunyai akal,jasmani dan rohani. Melalui akalnya manusia dituntut untuk berfikir menggunakan akalnya untuk menciptakan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Melalui jasmaninya manusia dituntut untuk menggunakan fisik dan jasmaninya melakukan sesuatu yang sesuai dengan fungsinya dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dan melalui rohaninya manusia dituntut untuk senantiasa dapat mengolah rohaninya yaitu dengan cara beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.

Antara manusia dan peradaban mempunyai hubungan yang sangat erat karena diantara keduanya saling mendukung untuk menciptakan suatu kehidupan yang sesuai kodratnya.Suatu peradaban timbul karena ada yang menciptakannya yaitu diantaranya ada factor manusianya yang melaksanakan peradaban tersebut.

Suatu peradaban mempunyai wujud, tahapan dan dapat revolusi / berubah sesuai dengan perkembangan zaman.Dari peradaban pula dapat mengakibatkan suatu perubahan pada kehidupan social.Perubahan ini dapat diakibatkan karena pengaruh modernisasi yang terjadi dimasyarakat.

Masyarakat yang beradap dapat diartikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti. Ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab dan dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.

Perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasabagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relative sudah bias digantikan oleh perangkatmesin-mesin otomatis. Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas computer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia.

  1. Rumusan Masalah
  2. Apakah Pengertian Manusia, Kebudayaan dan Peradaban ?
  3. Apakah Perbedaan Antara Kebudayaan dan Peradaban ?
  4. Apakah Hubungan Antara Manusia dan Peradaban ?
  5. Tujuan Penulisan
  6. Mengetahui Pengertian Manusia, Kebudyaaan dan Peradaban.
  7. Agar Dapat Membedakan Antara Kebudyaaan dan Peradaban.
  8. Untuk Mengetahui Hubungan Antara Manusia dan Peradaban.

 

BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Manusia

Manusia adalah makhluk social yang tidak bias hidup sendiri, dan sebagai makhluk budaya, manusia mempunyai berbagai kebutuhan yag tidak mungkin dapat dipenuhinya sendiri dengan sempurna tanpa berhubungan dengan manusia lain.

Manusia dalam kehidupannya memiliki tiga fungsi yaitu sebagai makhluk Allah SWT, individu dan social budaya yang saling berkaitan dimana kepada Tuhan memiliki kewajiban untuk mengabdi pada Allah SWT sebagai individu harus memnuhi segala kebutuhan pribadinya dan sebagai makhluk social budaya harus hidup berdampingan dengan orang lain dalam kehidupan yang selaras dan saling membantu.

Kebutuhan manusia pada dasarnya meliputi 2 jenis kebutuhan, yaitu :

  1. Kebutuhan Jasmani

Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan material yang berguna bagi pengembangan raga, kelangsungan hidup, dan untuk bertahan hidup. Kebutuhan jasmani atau fisik terdiri dari 4 jenis:

  1. Pangan, yaitu makanan dan minuman untuk mengatasi rasa lapar dan haus.
  2. Sandang, yaitu pakaian yang menutupi badan untuk mengatasi rasa dingin dan panas serta gigitan binatang.
  3. Rumah, yaitu tempat tinggal dan berlindung bagi keluarga.
  4. Olahraga, yaitu suatu kegiatan yang dilakukan untuk memelihara kesehatan badan.
  5. Kebutuhan Rohani

Kebutuhan rohani adalah kebutuhan immaterial yang berguna bagi pengembangan jiwa, intelektual, keseian, dan ketaqwaaan kepada Allah SWT. Kebutuhan rohani disebut juga kebutuhan ini terdiri dari :

  1. Pendidikan dan pelatihan, yaitu kegiatan untuk meningkatkan kemampuan berfikir (intelektual) dan berbuat, serta kematangan jiwa guna mengatasi keterbelakangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  2. Hiburan, yaitu upaya untuk menikmati keindahan guna mengatasi kebosanan, kejenuhan dan membangkitkan gairah hiup.
  3. Kesenian, yaitu upaya untuk mengembangkan dan mengungkapkan rasa seni guna memelihara kindahan dan kehalusan jiwa.
  4. Keagamaan, yaitu kepatuhan untuk mengerjakan perintah, menjauhi larangan Allah SWT, guna memelihara ketaqwaan kepada Allah SWT.
  5. Hakikat Hidup Manusia

Sebagai makhluk sosial manusia akan hidup bersama dengan manusia lain yang akan melahirkan suatu bentuk kebudayaan. Karena kebudayaan itu sendiri diperoleh manusia dari proses belajar pada lingkungan juga hasil pengamatan langsung. Kebudayaan itu dapat diterima dengan tiga bentuk :

  1. Melalui pengalaman hidup saat menghadapi lingkungan.
  2. Melalui pengalaman hidup sebagai makhluk sosial.
  3. Melalui komunikasi simbolis (benda, tubuh, gerak tubuh, peristiwa dan lain yang tahu sejenis).

Karena setiap kebudayaan berbeda namun pada dasarnya memiliki hakikat yang sama, yaitu :

  1. Terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia.
  2. Sudah ada sejak lahirnya generasi dan tetap ada setelah pengganti mati.
  3. Diperlukan manusia yang diwujudkan lewat tingkah laku.
  4. Berisi aturan yang berisi kewajiban, tindakan yang diterima atau tidak, larangan, dan pantangan.
  5. Pengertian Peradaban

Dalam bahasa inggris  istilah “peradaban”  disebut civilization. Istilah peradaban ini sering digunakan untuk menunjukkan pendapat dan penilaian  terhadap perkembangan kebudayaan. Ketika perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya  yang berwujud unsur-unsur budaya yang halus, indah, tinggi, sopan, luhur, dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.

Arnold Toynbee “The Disintegrations of Civilization” dalam Theories of Society, (New York, The Free Press, 1965), hal. 1355, mengungkapkan peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai taraf perkembangan teknologi yang sudah lebih tinggi.Huntington memberi definisi bahwa peradaban adalah sebuah identitas terluas dari budaya, yang teridentifikasi melalui unsur-unsur obyektif umum, seperti bahasa, sejarah, agama, kebiasaan, institusi, maupun melalui identifikasi diri yang subyektif. Berangkat dari definisi ini, maka masyarakat Amerika –khususnya Amerika Serikat- dan Eropa yang sejauh ini disatukan oleh bahasa, budaya dan agama dapat diklasifikasikan sebagai satu peradaban, yakni peradaban barat. Lebih lanjut Huntington menyatakan bahwa term “Barat”, secara universal, digunakan untuk menunjuk pada apa yang disebut dunia Kristen Barat. Dengan demikian, “Barat” merupakan sebuah peradaban yang dipandang sebagai “penunjuk arah” dan tidak diidentikkan dengan nama orang-orang tertentu, pengertian yang lain menyebutkan bahwa peradaban adalah kumpulan seluruh hasil budi daya manusia, yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik fisik (misalnya bangunan, jalan), maupun non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya,maupun iptek). Peradaban adalah nilai-nilai kebudayaan melalui perwujudan norma-norma yang selanjutnya dijadikan tolok ukur bagi kepantasan perilaku warga masyarakat. Contoh: norma dan aturan keduanya termasuk yang menjadi tolok ukur perilaku.

Kebudayaan & peradaban menurut Para Ahli:

  1. Muhammad Husain Abdullah

Peradaban adalah sekumpulan pandangan tentang kehidupan menurut sudut pandang Islam, pengertian yang lain menyebutkan bahwa perdaban Islam adalah peradaban orang-orang Muslim atau Manusia yang diilhami, dilandasi oleh keyakinan Islam, atau dengan pengertian yang lain peradaban Islam adalah pencapaian hasil budi kaum muslimin dalam sejarah. Adapun yang menjadi orientasi kebudayaan di Dunia Islam adalah peradaban antara alam kosmis, transendental, tatanan keduniaan, serta kemungkinan untuk mengatasi ketegangan yang inheren dalam perbedaan ini berdasarkan ketatanan sepenuhnya pada Tuhan dan kegiatan keduniaan keutamaan sekali, kegiatan politik dan militer, unsur universias yang kuat dalam definisi tentang komunitas Islam, pemberian akses  otonom bagi seluruh Warga Komunitas untuk memperoleh atribut-atribut tatanan transendental dan keselamatan melalui ketaatan terhadap Tuhan, cita-cita Ummah, Komunitas Politik keAgamaan dari setiap pemeluknya, dan gambaran mengenai penguasa sebagai penegak cita-cita Islam, mengenai kemurnian Ummah, dan kehidupan komunitas.

                 Pengertian Peraban Islam diatas berbeda dengan Islam yang sekarang, tetap dan abadi, peradaban Islam betapun besar dan hebatnya adalah bersifat profan, berkembang dan tidaklah suci. Peradaban Islam tetaplah seperti peradaban lain yakni tidak bebas dari kelamahan. Hal tersebut dapat dibuktikan ketika kita mengigat ke masa lalu, dimana Nabi Muhammad SAW Mampu menyusun kekuatan baru untuk melakukan reformasi secara total mulai dari ideologi, teologi, sampai kepada kultural dan hasilnya sangat mengesankan. Kemudian usaha Beliau itu dilanjutkan oleh para pengusa Muslim melalui fondasi bangunan teologi yang kokoh, penguasa dan pengembangan sains atas dasar semangat Iqro dan amal soleh. Atas dasar itu, sejarah dan khasan Kita dimasa lampau terutama sejak pemerintahan Nabi Muhammad SAW di Madinah hingga tahun 1250M yang ditandai dengan berakhirnya masa kejayaan Spanyol Islam di daratan Eropa Umat Muslim mampu mewujudkan suatu tatanan Masyarakat yang berperadaban tinggi.

                 Namun demikian seiring dengan pasang surutnya sebuah peradaban, peradaban Islampun pernah mengalami masa-masa kejayaan meskipun kemudian mengalami masa kemunduran.jika jaman Abbasiyah Ummat Islam mampu menjadi sumber Ilmu pengetahuan serta menjadi kiblat Dunia, termasuk barat, maka saat ini Ummat Islam hanya menjadi konsumen dari Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan Masyarakat barat. Peradaban baratlah yang saat ini memberikan kontribusi besar bagi kehidupan Manusia secara umum dan bahkan cenderung mencampur adukan peradaban lainnya termasuk Islam.

  1. Bierens De Hann

Mempertentangkan pengertian kebudayaan dan peradaban sebagai berikut, peradaban adalah seluruh kehidupan social, politik ekonomi dan teknik.Jadi peradaban adalah bidang kehidupan untuk kegunaan yang praktis, sedangkan kebudayaan adalah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih dan murni yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan kemasyarakatan.

  1. Dr.Koentjaningrat

Peradaban adalah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah seperti kesenian. Peradaban merupakan sesuatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur-unsur kebudayaan yang dianggap halus, indah, dan maju.Misalnya perkembangan IPTEK, kepandaian manusia, dan sebagainya dimana setiap bangsa di dunia memiliki karate kebudayaan yang khas maka tak heran bila sebuah Negara hanya unggul IPTEKnya saja atau keseniannya saja.

Perbedaan kebudayaan dengan peradaban adalah dua hal yang paling mudah untuk mudah dijawab. Dua orang antropolog Melville J.Herkovits: cultural determinism, artinya segala sesuatu yang terdapat dala manusia aka nada dan ditentukan dari budayanya.

Konsep peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi, spiritual yang terlihat pada masyarakatnya. Suatu masyarakat yang telah mencapai tahapan peradaban tertentu, berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermkana sampai pada tahap tertentu yang diakui tingkat IPTEK dan unsur-unsur budaya lainnya. Dengan demikian, masyarakat tersebut dapat dikatakan telah mengalami proses perubahan social yang berarti, sehingga taraf kehidupannya makin kompleks.

  1. Peradaban dan Adab
  2. Manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adat

Manusia beradab karena dalam jiwanya dilengkapi dengan akal, nurani, dan kehendak.Akal berfungsi sebagai alat piker dan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi.Nurani berfungsi sebagai alat merasa menentukan kata hati dan sumber kesenian.Kehendak berfungsi sebagai alat memutus, menentukan kebutuhan, dan sumber kegunaan.

          Manusia dan peradaban adalah hal yang tidak bias terpisahkan karena manusia itu memiliki cipta, rasa, dan karsa. Cipta, rasa, dan karsa itu akan menimbulkan perkembangan pengetahuan yang berasal dari suatu budaya.

  1. Makna adab dan peradaban pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya. Maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.

Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor :

  1. Pendidikan
  2. Kemajuan Teknologi
  3. Ilmu Pengetahuan
  4. Tata Krama dan Sopan Santun terhadap Masyarakat

Pentingnya akhlak tidak terbatas pada perorangan saja, tetapi penting untuk perorangan saja, tetapi penting untuk bertetangga, masyarakat, umat dan kemanusiaan seluruhnya.Di antaranya akhlak terhadap tetangga dan masyarakat adalah saling tolong menolong, saling mnghormati, persauaraan, pemurah, penyantun, menepati janji, berkata sopan dan berlaku adil.Dalam kehidupan social, tetangga merupakan orang yang yang secara fisik paling dekat jaraknya dengan tempat tinggal kita.Dalam tatanan hidup bermasyarakat, tetangga merupakan lingkaran kedua setelah rumah tangga, sehingga corak social suatu lingkungan masyarakat sangat diwarnai oleh kehidupan pertetanggaan.

  1. Sopan Santun terhadap Pergaulan

Dalam tahap ini, seseorang diharuskan menghormati siapa saja, baik gender, ras, agama, suku, jabatan, dll.“ Bhineka Tunggal Ika” yang berarti walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Sangat berkaitan dengan sopan santun, meskipun ras, agama, etnis, jabatan harus tetap saling menghormati.Tanpa melihat lebih muda-lebih tua, kaya-miskin, jabatan terendah dengan yang tertinggi, keyakinan yang dianut, dll.

  1. Sopan Santun terhadap Lingkungan

Membuang sampah pada tempatnya! Begitulah hal yang seharusnya dilakukan, bukannya hanya untuk diri sendiri. Ini salah satu cara yang paling mudah untuk menghormati lingkungan. Bukan hanya sampah, lingkungan sekolah, dengan tidak terlambat masuk, menghormati waktu yang ada, lingkungan wisata, berkunjung kerumah saudara, ke tempat beribadah dengan tidak berisik, ke bioskop, dan lain-lainnya.

  1. Sopan Santun terhadap Orang Lain

Untuk menghormati seseorang tidak perlu harus mengenal orang itu terlebih dahulu.Kita harus menghormati seseorang yang kita kenal maupun tidak. Misalkan, menyorobot antrian saat di bioskop, secara langsung akan banyak pihak yang dirugikan terutama para pengantri yang mengantri dengan tertib.

Sopan santun sangat penting dalam kehidupan kita.Cara yang paling mudah agar bisa diterima di masyarakat dan lingkungan. Cobalah menghormati diri sendiri dahulu, baru kita akan bisa lebih memahami bagaimana cara menghormati orang lain.

  1. Menerima sesuatu selalu dengan tangan kanan.
  2. Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan sombong.
  3. Tidak meludah di sembarang tempat.
  4. Peradaban dan Perubahan Sosial
  5. Pengertian dan Cangkupan Perubahan Sosial

Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyrakat akan menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang ada di dalam masyarakat, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi masyarakatyang bersangkutan. Perubahan sosial berbeda dengan perubahan kebudayaan. Perubahan kebudayaan mengarah pada perubahan unsur-unsur kebudayaan yang ada. Contoh perubahan sosial : perubahan peranan seorang istri dalam keluarga modern. Perubahan kebudayaan contohnya adalah : penemuan  baru seperti radio, televise, computer yang dapat mempengaruhi lemabaga-lembaga sosial.

Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyrakat akan menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang ada di dalam masyarakat, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi masyarakatyang bersangkutan. Perubahan sosial berbeda dengan perubahan kebudayaan.Perubahan kebudayaan mengarah pada perubahan unsur-unsur kebudayaan yang ada. Contoh perubahan sosial : perubahan peranan seorang istri dalam keluarga modern. Perubahan kebudayaan contohnya adalah : penemuan  baru seperti radio, televise, computer yang dapat mempengaruhi lemabaga-lembaga sosial.

Cara yang paling sederhana untuk memahami terjadinya perubahan sosial dan budaya adalah membuat rekapitulasi dari semua perubahan yang terjadi dalam masyarakat sebelumnya. Perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat dianalisis dari berbagai segi:

  1. Kearah mana perubahan dalam masyarakat bergerak (direction of change) bahwa perubahan tersebut meninggalkan faktor yang diubah.
  2. Bagaimana bentuk dari perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam masyarakat.
  3. Penyebab Perubahan

Prof. Dr. Soerjono Soekanto menyebutkan adanya faktor intern dan ekstern yang menyebabkan perubahan sosial dalam masyarakat, yaitu :

  • Faktor Intern
  • Bertambahnya dan berkurangnya penduduk.
  • Adanya penemuan-penemuan baru.
  • Konflik dalam tubiuh masyarakat.
  • Pemberontakan dalam tubuh masyarakat.
  • Faktor Ekstern
  • Faktor alam yang ada di sekitar masyarakat yang berubah.
  • Pengaruh kebudayaan lain dengan melalui adanya kontak kebudayaan anatara dua masyarakat atau lebih yang lain memiliki kebudayaan yang berbeda.
  1. Pengertian Kebudayaan

Secara umum pengertian dari “Kebudayaan” dan “Peradaban” mempunyai kesamaan , namun memiliki makna yang berbeda. Keduanya merupakan bentuk satu kesatuan.Kebudayaan melahirkan peradaban dan peradaban lahir dari kebudayaan. Karena manusia makhluk sosial yang tidak bisa  hidup sendiri, sehingga  sekelompok manusia yang membentuk masyarakat pasti melahirkan sebuah kebudayaan yang berkembang menjadiperadaban. Kata ”kebudayaan” berasal dari (bahasa Sansekerta) buddayah yang merupakan bentuk jamak dari kata “budhi” yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal”. Dalam bahasa inggris “Kebudayaan”  disebut culture. Sebuah istilah yang relatif baru karena  bahasa Inggris sendiri baru muncul pada pertengahan abad ke-19.

Kebudayaan menurut KH.Dewantara kebudayaan adalah semua hasil cipta, rasa dan karsa manusia:

  1. Cipta yaitu akal
  2. Rasa yaitu hati/jiwa
  3. Karsa pembuatan jasmani

Sedangkan menurut Kroeber kebudayaan adalah keseluruhan gerak, kebiasaan, tata cara, gagasan, dan nila-nilai yang dipelajari dan diwariskan serta perilaku yang ditimbulkannya.

  1. Tata cara karena manusia berbeda-beda
  2. Gagasan bersifat absurd (tidak tentu) yang sesuai dengan kepentingan manusia.
  3. Nilai-nilai karena mencerminkan kehidupan manusia.
  4. Unsur-Unsur Kebudayaan :
  5. Norma  - norma, peraturan,
  6. Ide, gagasan
  7. Hasil Karya
  8. Sifat Hakikat Kebudayaan

Sifat hakikat kebudayaan adalah ciri-ciri khusus dari sebuah kebudayaan yang masing-masing masyarakat berbeda. Seperti halnya bagi masyarakat Barat makan sambil berjalan bahkan setengah berlari adalah biasa karena bagi mereka the time is money, berbeda dengan masyarakat Timur, jangankan makan sambil berjalan, makan berdiri saja sudah melanggar etika.  (janganlah salah seorang dari kamu minum dalam keadaan berdiri). Namun, secara garis besar, seluruh kebudayaan yang ada di dunia ini memiliki sifat-sifat hakikat yang sama.

Sifat-sifat hakikat kebudayaan adalah sebagai berikut:

  1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat prilaku manusia.
  2. Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
  3. Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan tingkah lakunya.
  4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan.
  5. Persamaan dan Perbedaan Antara Kebudayaan dan Peradaban Islam
  6. Persamaan Kebudayaan dan Peradaban Islam

Kebudayaan dan peradaban Islam di Indonesia keduanya adalah sama-sama merupakan faktor pendukung berkembangnya Agama Islam di Indonesia.

  1. Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban Islam

Terjadinya keberagaman budaya karena Manusia itu berbeda-beda. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita cirikan dari perbedaan Kebudayaan dan Peradaban Islam:

  1. Peradaban (Hadharah, Sipilisation) berakar pada ide tentang kota. Kemajuan material (Ilmu dan Teknologi), aspek kehalusan, penataan sosial dan aspek kemajuan lain.
  2. Kebudayaan (Kulture, Tsaqafah) berakar pada ide mengrnai nilai, tujuan, pemikiran yang ditransmisikan melalui Ilmu, seni dan Agama suatu Masyarakat.
  3. Kebudayaan dan peradaban merupakan apek kehidupan sosial manusia. Sebuah deskripsi mengenai kontras-kontras antara kebudayaan dan peradaban dijelaskan secara menarik oleh Alija Ijebegovic dalam membangun jalan tengah. Karena peradaban dan kebudayaan adalah dua aspek dalam kehidupan Manusia, ada interelasi antara keduanya, sebagaimana interelasi antara aspek spiritual, mental dan material dalam diri Manusia.
  4. Ide utama yang terkandung dalam peradaban adalah kemajuan, perkembangan, tetapi sebuah Masyarakat memiliki nilai-nilai, pemikiran-pemikiran dasar yang tetap yang menjadi identitas kulturalnya. Nilai-nilai yang tidak hilang begitu saja ketika sebuah peradaban mundur atau hancur, yang terjadi adalah nilai-nilai itu menjadi tidak efektif secara sosial.
  5. Sebuah peradaban mengalami siklus dalam ruang dan waktu, yang mengalami pasang dan surut sedangkan kebudayaan lepas dari kontradiksi ruang dan waktu ia memiliki ukuran tersebdiri (ukuran benar salah, tepat tidak, atau berguna tidak) didunia pemikiran.
  6. Membangun peradaban tidak bisa dengan sekedar menumpuk-numpuk produk peradaban lain. Sebuah peradaban diukur dari pencapaiannya.
  7. Untuk membangun peradaban perlu adanya jaringan sosial atau inovasi sosial yang menciptakan pranata sosial yang memungkinkannya menerima dan mengembangkan produk-proeuk peradaban lain dalam konteks kebudayaan sendiri.

 

BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan

Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan manusia lainnya. Manusia dalam kehidupan memiliki tiga fungsi, sebagai makhluk tuhan, individu, dan social budaya. Peradaban merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur-unsur kebudayaan yang di anggap halus, indah, dan maju. Konsep peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual keindahan, teknologi, spiritual yang terlihat pada masyarakatnya. Kebudayaan hakikatnya adalah hasil cipta, rasa , dan karsa manusia.

Kebudayaan melahirkan peradaban dan peradaban lahir dari kebudayaan, dan tidak ada manusia yang tidak berbudaya karena tidak ada manusia yang hidup sendirian. Dari karena itulah maka sekelompok manusia yang membentuk masyarakat pasti melahirkan sebuah kebudayaan yang berkembang menjadi peradaban. Kebudayaan dan Peradaban Islam di Indonesia keduanya adalah sama-sama merupakan faktor pendukung berkembangnya agama islam di Indonesia.

 

DAFTAR PUSTAKA

Setiadi,Elly M, 2012.Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Jakarta: Kencana Prenda.

Sumaatmaja,Nursyid. 2002. Pendidikan Pemanusiaan, Manusia dan Manusiawi,

Bandung: Alfabeta.

Suhaimi. 2015. Ilmu Sosial Budaya Dasar.

Anshori, Junaedi. (2010). Sejarah nasional indonesia: masa prasejarah sampai masa

proklamasi kemerdekaan. Jakarta: PT. Mitra Aksara Panaitan.

Odih, Enjang. (1997). Sejarah (nasional dan umum). Bandung: CV. Ganeca Exact

Bandung.

Incoming search terms:

  • hubungan antara manusia kebudayaan dan peradaban
  • makalah peradaban dan manusia
Category: MakalahTags:
author
No Response

Leave a reply "Makalah Tentang Manusia, Kebudayaan dan Peradaban"