Kisah Taubatnya Pembunuh 100 Nyawa

0 2

Abu Bakar bin an-Nur mengabarkan kepada kami, Abu Thalib al-Yusufi mengabarkan kepada kami, Abu Ali bin al-Madzhab mengabarkan kepada kami, Abu Bakar al-Qathi'i mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bercerita kepada kami, ayahku (Ahmad bin Hanbal) bercerita kepadaku, Yazid bercerita kepada kami, Hamam bin Yahya bercerita kepada kami, Qatadah bercerita kepada kami, dari Abu Siddiq an-Naji, dari Abu Sa'id al-Khudzri, ia berkata: "Aku tidak bercerita kepada kalian kecuali aku mendengar dari Rasulullah saw., aku mendengar beliau bercerita yang membuatku bergetar :

Ada seorang hamba yang telah membunuh orang dan ia bemaksud bertaubat. la mecari orang yang paling alim di muka bumi. Lalu ia ditunjukkan pada Seseorang. ia datangi orang itu seraya berkata: "Aku telah membunuh 99 nyawa, apakah ada kemungkinan taubatku diterima?" Orang alim itu menjawab: "Tidak!” Maka orang alim dibunuhnya hingga genap 100 nyawa dibunuhnya.

la berkeinginan untuk bertaubat lagi, maka dicarinya orang yang paling alim. la ditunjukkan pada seseorang, maka didatanginya orang itu seraya berkata: "Aku telah membunuh 100 nyawa. Apakah taubatku masih diterima?". Orang alim itu menjawab: "Ya. Apa yang menghalagimu untuk bertaubat? Pergilah kamu ke suatu tempat. Di sana kau akan mendapatkan manusia yang menyembah Allah. Beribadahlah kamu bersama mereka dan jangan kembali ke kampungmu karena ia merupakan kampung yang buruk."

la pun segera pergi menuju tempat yang dimaksud. Di tengah jalan ajal keburu menjemputnya. Maka turunlah malaikat rahmat dan malaikat azab. Malaikat azab berkata: "Akulah yang paling pantas memilikinya kerena dia tidak pernah bermaksiat kepadaku." Malaikat rahmat pun: "Dia keluar dari rumahnya untuk bertaubat."

Kemudian turunlah malaikat yang berbentuk manusia, menjadi penengah mereka yang sedang berselisih. Malaikat ini berkata: "Ukurlah jarak kedua tempat itu! Ke tempat mana ia lebih dekatl maka itülah dirinya!". Kedua malaikat itu mengukurnya dan berkesimpulan bahwa ia lebih dekat dengan tempat yang dituju (tempat yang baik), maka malaikat rahmat mernbawanya.

Dalam riwayat lain disebutkan: "la lebih dekat sejengkal ke tempat yang lebih baik maka cenderunglah ia padanya.” Riwayat lain lagi menyebutkan: "Allah memerintahkan kepada tempat (buruk/maksiat) itu agar menjauh dan ke tempat (yang baik) agar mendekat. Diukurlah keduanya dan mereka (para malaikat) mendapati bahwa tempat baik itu lebih dekat sejengkal maka ia pun diampuni.

 

Incoming search terms:

  • hadits tentan pembu
Category: Kumpulan KisahTags:
author
No Response

Leave a reply "Kisah Taubatnya Pembunuh 100 Nyawa"