Kisah Taubat Nabi Musa a.s.

0 1

Ahmad bin al-Mubarale mengabarkan kepada kami, kakekku Tsabit mengabarkan kepada kami, Abu Ali bin Dauma mengabarkan kepada kami, Mukhallid bin Ja'far mengabarkan kepada kami, Hasan bin Alawiyyah mengabarkan kepada kami, Isma'il bin Isa mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Bisyr mengabarkan kepada kami, Abu Ilyas mengabarkan kepada kami, dari Wahab bin Munabbih, ia berkata:

Tatkala Musa as. bersikeras ingin melihat Allah, ia berkata: "Ya Tuhanku, nampaklah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau." Tuhan berfirman:

قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا

Artinya : "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku. Tetapi, melihatlah ke bukit itu, makajika ia tetap di tempatnya (sebagaimana sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." (QS. al-A'raf: 143).

Muhammad bin ishaq berkata: Sebagian orang yang datang (dari ahli kitab) menceritakan kepadaku bahwa Allah berfirman: "Hai putra imran (Musa as.), sesungguhnya tidak ada seorang pun yang mampu melihat-Ku dan tetap hidup.” Musa as. menjawab: "Ya Tuhanku, aku tidak menyekutukan-Mu. Sesungguhnya jika aku melihat-Mu dan mati, itu lebih aku sukai daripada aku tidak melihat-Mu dan hidup. Ya Tuhan-Ku, sempurnakanlah nikmat, karunia dan kebaikan-Mu padaku dengan permohonanku ini pada-Mu walaupun aku harus mati karena itu.”

Muhammad bin İshaq berkata: Juwaibar mengabarkan kepada kami, dari adh-Dhahhak dari İbnu Abası ia berkata: "Tatkala Allah melihat kekerasan Musa yang berharap untuk dikabulkan permintaannya, maka Allah berfirman: "Berangkatlah dan perhatikanlah batu yang terletak di puncak gunung itu lalu duduklah di atasnya, sebab Aku akan mendatangkan tentara-Ku padamu.”

Musa as. melaksanakan perintah Allah tersebut. Tatkala Musa as. telah duduk di atas batu tersebut, Allah menampakkan tentara-tentara dari tujuh langit. Allah memerintahkan kepada malaikat langit dunia agar mereka menampakan diri kepada Musa as. Mereka pun melewati Musa as. dan dengan suara yang keras mereka bertasbih dan bertahlil bagaikan suara petir yang sangat dahsyat.

Kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat langit kedua agar menampakkan diri kepada Musa as. Mereka pun melewati Musa as. dengan rupa yang memiliki wajah dan sayap yang berbeda-beda. Di antara mereka ada yang berwarna hitam dan mengangkat suaranya tinggi-tinggi untuk bertasbih.

Musa as. menjadi takut dan berkata: ”Di mana Tuhanku? Aku menyesal atas permintaanku. Tuhanku, adakah Engkau akan menyelamatkanku dari tempat ini?” Pimpinan malaikat berkata: "Hai Musa, bersabarIah atas apa yang kau minta. Sebab sedikit banyak kau telah melihat apa yang kau lihat.” Kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat langit ketiga untuk datang dan menampakkan diri mereka kepada Musa as. Maka datanglah mereka yang tak terhitung jumlah mereka dengan rupa yang berbeda-beda. Warna mereka seperti api yang menyala, mereka bertasbih dan bertahlil dengan suara yang sangat keras. Musa as. semakin takut dan menyangka kalau akhir hidupnya akan celaka.

Pimpinan malaikat berkata: ”Hai putra Imran, bersabarlah hingga kau melihat apa yang kau tak sabar untuk melihat-Nya.” Kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat langit keempat untuk mendatangi Musa sambil bertasbih. Mereka pun mendatangi Musa as. dengan rupa seperti api yang menyala dan keseluruhan bentuk mereka seperti salju. Mereka bertasbih dan menyucikan nama Allah dengan suara yang berbeda dari sebelumnya, Pimpinan malaikat berkata: "Bersabarlah atas apa yang kau minta."

Demikianlah hingga seluruh malaikat langit yang ketujuh turun kepada Musa as. dengan rupa dan tubuh yang berbeda-beda. Datanglah para malaikat itu dengan nur cahayanya yang menyilaukan mata dan ada yang seperti lebah yang panjang dan besar, menyala seperti api yang sinarnya lebih terang daripada matahari.

Musa as. menangis dan dengan suara yang keras seraya berkata: "Ya Tuhanku, ingatlah padaku dan janganlah lupakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Kurasa aku tidak akan selamat jika berada di sini. Jika aku pergi maka aku akan terbakar dan jika aku tetap di sini maka aku akan mati." Pimpinan malaikat berkata: "Sungguh kau telah dekat namun diri dan hatimu diliputi oleh rasa ketakutan. Demikianlah, kau duduk untuk melihat-Nya."

Kemudian malaikat Jibril, Mikail, Israfil, malaikat yang ada di langit yang tujuh dan malaikat penyangga Arsy dan Kursi, semua mendatangi Musa seraya berkata: "Hai orang yang bersalah, apakah yang membawamu sampai ke tempat ini? Bagaimana kau berani memohon kepada Tuhanmu agar kau dapat melihat, Musa as. menangis dan kedua lututnya bergetar karena rasa takut. Melihat hamba-Nya yang demikian, maka Allah berdiri di Arsy lalu turun untuk menenangkan hati Musa as.

Malaikat Israfil berkata: "Hai Musa, demi Allah sesungguhnya kami adalah pimpinan para malaikat. Meşki begitu, kami tidak mampu memandang Arsy-Nya sejak kami diciptakan, karena takut. Lalu apakah kau yang lemah dapat menanggung hal itu?” Kemudian Allah memerintahkan kepada semua langit: "Sesungguhnya Aku bermaksud menampakkan Dzat-Ku di gunung, namun semua langit, bumi, gunung, matahari, bulan, bintang, surga, neraka, malaikat dan laut gemetar dan tunduk semua untuk bersujud pada-Ku.”

Musa as. memandang ke arah gunung itu. "Tatkala Tuhannya menampakkan diri diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. " (QS. al-A'raf: 143). Musa as. pingsan karena terkena nur cahaya Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Agung dan Maha Tinggi. Dia terjatuh di atas batu, kemudian batu itu terbalik hingga menjadi seperti bangunan kubah yang menyebabkan Musa tidak terbakar. Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril untuk membalik batu itu dan membangunkan Musa as. Musa as. berdiri seraya berkata:

سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya : "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". (QS, al-A'raf: 143) dari apa yang kupinta dan kumohon "Dan aku orang yang pertama-tama beriman."

ia akan mati. Ada juga yang berpendapat: Aku adalah orang yang pertama kali beriman bahwa tidak ada seorang pun yang melihat-Mu di dunia ini.

 

Category: Kumpulan KisahTags:
author
No Response

Leave a reply "Kisah Taubat Nabi Musa a.s."