Kisah Taubat Malaikat Harut & Marut

0 5

Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Ahmad bin an-Naqur mengabarkan kepada kami, al-Amin Abu Thalib Abdul Qadir bin Muhammad al-Yusufi menceritakan kepada kami, Ibnul Madzab menceritakan kepada kami, Abu Bakar al-Qathi'i menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad menceritakan kepada kami, ayahku (Ahmad bin Hanbal) menceritakan kepada kami, Yahya bin Abi Bukair menceritakan kepada kami, Zuhair bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari Musa bin Jubair, dari Nafi' dari Abdullah bin Umar bahwasanya ia mendengar Nabi saw bersabda: "Tatkala Allah menurunkan Adam as. ke bumi, mereka (para malaikat) berkat, Firman Allah Ta'ala :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya : "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS. Al-Baqarah: 30).

Mereka (para malaikat) memprotes: "Ya Tuhan kami! kami lebih patuh pada-Mu daripada manusia." Allah berfirman kepada para malaikat: "Datangkanlah dua malaikat lalu Aku akan menurunkannya ke bumi, dan perhatikanlah apa yang akan diperbuat oleh keduanya." Mereka menjawab "Ya Tuhan kami! akan kami datangkan Harut dan Marut".

Kemudian keduanya diturunkan ke bumi. Tiba-tiba ada yang berdiri di hadapannya bak bunga yang mekar, yaitu seorang wanita yang sangat cantik, lalu kedua malaikat itu mendatanginya. Wanita itu berkata kepada keduanya: "Demi Allah! aku tidak akan berbicara kecuali syirik." Kedua malaikat itu menjawab: "Tidak! Demi Allah!, kami tidak akàn menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun." Wanita itu pergi dari keduanya kemudian kembali dengan membawa seorang anak kecil seraya berkata: "Demi Allah! kalian berdua harus membunuh anak kecil ini!".Kedua malaikat itu menjawab, ''Tidak! Demi Allah! kami tidak akan membunuh selamanya."

Wanita itu pergi lalu kembali dengan membawa minuman keras seraya berkata: "Demi Allah! kalian harus meminum arak ini." Kedua malaikat itu pun meminum arak itu hingga keduanya mabuk. Maka terjadilah fitnah dan keduanya pun membunuh anak itu. Tatkala keduanya sadar, wanita itu berkata: "Demi Allah! kalian berdua tidak melakukan sesuatu pun ketika kalian enggan, namun kalian mengerjakannya di waktu mabuk." Kemudian kedua malaikàt itu disuruh memilih antara siksa dunia dan siksa akhirat. Mereka akhirnya memilih siksa dunia."

Abul Abbas mengabarkan kepada kami, Ahmad bin al-Mubarak bin Sa'ad mengabarkan kepada kami, Abul Ma'ali Tsabit bin Bundar mengabarkan kepada kami, Abu Ali bin Dauma mengabarkan kepada kami, Abu Ali al-Baqarhi mengabarkan kepada kami, Al-Hasan bin Alawiyyah mengabarkan kepada kami, Isma'il mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Bisyr mengabarkan kepada kami, dari Juwaibar, dari adh-Dhahhak, dari Makhul, dari Mua'adz, ia berkata:

Tatkala keduanya tersadar, datanglah malaikat Jibril menemui keduanya yang sedang menangis dan malaikat Jibril pun ikut menangis seraya berkata: "Kerusakan yang terjadi itu hanya mendatangkan kesengsaraan dan kebinasaan bagi kalian."

Keduanya pun menangis, lalu Jibril berkata kepada keduanya: "Sesungguhnya Tuhan kami memilihkan bagi kalian dua pilihan. Yaitu siksa dunia dan ketika di akhirat kalian berdua dalam kehendak-Nya. Jika Allah menghendakimaka kalian akan disiksa, dan jika Allah menghendaki maka kalian akan diampuni. Apakah kalian memilih siksa akhirat?". Kedua malaikat itu mengetahui bahwa siksa, dunia itu hanya sebentar sedangkan siksa akhirat itu abadi, dan Allah Maha Pengasih terhadap hamba-Nya. Akhirnya keduanya memilih siksa dunia dan jadilah keduanya berada dalam kehendak Allah SWT.

Kedua malaikat itu diturunkan di Babil, Persia dan tergantung di antara dua gunung di sebuah gua bawah tanah. Setiap hari keduanya disiksa hingga tengah hari. Ketika malaikat yang Iain melihat hal itu, kedua sayapnya bergetar lalu berdoa: "Ya Allah, berilah ampun kepada manusia." Kedua malaikat itu heran, bagaimana mereka (manusia) bisa beribadah dan patuh kepada Allah padahal di Sisi mereka banyak kesenangan dan kelezatan.

Al-kalbi berkata: Setelah itu para malaikat memohonkan ampun pada Allah untuk manusia. Hal itu sesuai dengan firman-Nya:

وَالْمَلَائِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَنْ فِي الْأَرْضِ

Artinya : "...Malaikat itu bertasbih dengan memuji Tuhan-Nya dan memohonkan ampun bagi makhluk di bumi...” (QS. asy-Syura: 5).

Diriwayatkan dari İbnu Abbas bahwasanya Allah berfirman kepada para malaikat: "Pilihlah tiga malaikat yang paling utama di antara kalian.” Para malaikat memilih Azra, Izrail dan Azuya. Ketika mereka diturunkan ke bumi, jadilah mereka dalam wujud manusia. Ketika malaikat Azra melihat demikian dan melihat terjadinya fitnah, maka ia mengetahui bahwa ia tidak akan mampu menjadi penghuni bumi. Karenanya ia memohon ampun kepada Allah agar dibatalkan penugasannya. Akhirnya Allah pun membatalkannya. Diriwayatkan bahwasanya malaikat Azra tidak berani mengangkat kepalanya karena malu kepada Allah SWT.

Rabi' bin Anas berkata: Ketika malaikat Harut dan Marut tersadar dan mengetahui kerusakan yang telah diperbuatnya, maka keduanya menyesal dan bertaubat. Keduanya bermaksud naik ke lagit namun tidak bisa karena tidak diizinkan oleh Allah. Keduanya menangis, lalu mendatangi İdris as. dan berkata padanya: "Berdoalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya kami mendengar kau memberi peringatan dengan kebaikan.” Kemudian berdoalah İdris as. untuk keduanya dan dikabulkan doanya, yaitu kedua malaikat itü disuruh memilih antara siksa dunia atau siksa akhirat.

Diriwayatkan bahwasanya ketika Allah SWT. berfirman akan menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi, para malaikat berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah" (QS. al-Baqarah: 30) mereka berputar-putar di sekitar 'Arsy selama 4.000 tahun untuk protes.

Category: Kumpulan KisahTags:
author
No Response

Leave a reply "Kisah Taubat Malaikat Harut & Marut"