Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua Dalam Islam

Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua

Hadisriwayat.com – Orang tua adalah pihak yang telah memberikan segalanya kepada kita ketika didalam kandungan sampai akhir khayatnya. Ketika kita masih dalam kandungan, sang ibu terus menggendong kita dengan doa dan harapan yang besar agar anaknya selamat dilahirkan ke dunia. Setelah lahir orang tua akan mulai mengasuh dan membesarkan kita denganseluruh  kasih sayang dan penuh pengorbanan. Semua itu adalah kewajiban orang tua yang harus dipenuhi untuk anaknya. Namun, tidak hanya orang saja yang memiliki kewajiban terhadap anak, begitupun sebaliknya yaitu kewajiban anak terhadap orang tua juga harus ditunaikan oleh anak agar tidak mendapat dosa durhaka terhadap orang tua.

Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua

Kewajiban anak terhadap orang tua tidak lepas dari bencana bahaya yang akan datang jika kita melalaikannya. Anak bisa di katakana durhaka dan akan hina dihadapan Allah Ta’ala. Bagaimana tidak, kasih sayang yang orang tua berikan dengan curahan sepenuh hati untuk kita engkau balas dengan kepedihan, cacian atau bahkan hinaan yang menyakiti hati. Tentu hal ini tidak diinginkan untuk terjadi. Maka dari itu kali ini kami akan membahas mengenai apa saja kewajiban anak terhadap orang tua.

Kewajiban anak terhadap orang tua akan kami bagi menjadi dua bagian walaupun sebenarnya kewajiban ini saling terikat dan tidak saling menggugurkan antara kewajiban-kewajiban yang lain. Kedua bagian kewajiban ini ialah kewajiban anak terhadap orang tua sebelum menikah dan kewajiban anak terhadap orang tua setelah menikah. Alasan mengapa kami membagi bahasan ini menjadi dua bagian yaitu karena anggapan atau pandangan yang kebanyakan melupakan kewajibannya jika sudah menikah karena sudah mempunyai keluarga sendiri.

Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua Ketika Belum Menikah

Taat Kepada Orang Tua

Dalam islam sudah sangat pantas anak untuk mentaati orang tua dari segala macam hal, dan itu sudah diperintahkan di dalam Al-Qur;an ataupun hadis Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam. Orang tua akan selalu memberikan saran dan motivasi agar anaknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah dimata Allah Swt. Namun, anak boleh membantah atau menolak jika kata atau perintah yang disampaikan kepadanya itu salah dan melanggar ketentuan syariat islam, seperti yang tertera dalam hadis dibawah ini:

“…Tidak ada ketaatan dalam mendurhakai Allah. Sesungguhnya ketaatan itu ada hanya didalam suatu kebaikan.” (HR. Bukhari)

Segera Datang Jika Orang Tua Memanggil

Ketika orang tua memanggil maka segera mungkin untuk menghampirinya walaupun kita dalam keadaan yang sangat sibuk. Terkadang anak lebih mementingkan urusan dirinya sendiri jika dalam keadaan orang tua memmbutuhkannya. Jadilah anak yang menyenagkan hati orang tua dengan beranjak menghadap orang tua dan tanyakan segala keperluan orang tua agar kita bisa membantunya. Hal ini merupakan cara menghormati orang tua secara benar.

Menafkahi Orang Tua Bila Mampu

Kewajiban anak terhadap orang tua lainnya adalah membahagiakan orang tua dengan cara menafkahi secara finansial atau ekonomi. Salah satu hadis penting yang menjelaskan akan pentingnya menafkahi orang tua yaitu:

“… Kamu dan hartamu adalah milik ayah-mu.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Namun perlu di ingat, walaupun orang tua tidak mengharapkan nafkah dari kita namun kita di anjurkan untuk memberikan sebagian harta kita kepada orang tua sebagai bentuk penghormatan.

Merawat Orang Tua

Merawat orang tua tidak harus dalam keadaan orang tua dalam keadaan sakit ataupun dalam usia lanjut sudah tua renta. Namun biasanya orang tua memerlukan perhatian lebih ketika umur sudah menginjak dalam masa tua dimana keadaan itu bahwa orang tua sudah kurang mampu merawat dirinya sendiri. Disinilah perlunya peran kewajiban seorang anak untuk menjalankan tugasnya, yaitu merawat orang tua agar tidak menjadi anak yang durhaka. Keutamaan merawat orang tua tertera dalam hadis berikut:

“… Sungguh merugi seorang anak yang mendapatkan kedua orang tuanya sudah renta atau salah satu dari kedunya namun tidak dapat membuatnya masuk surge.” (HR. Muslim)

Berbicara Secara Sopan dan Lemah Lembut

Berbicara dengan sopan dan lemah lembut merupakan adab yang harus diperhatikan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, terutama kedua orang tua kita. Hal ini memang sudah menjadi kewajiban anak terhadap orang tua dalam islam. Terlebih lagi jika kita sebagai anak berbicara dengan menyampaikan pujian dan mengucapkan segala hal yang menjurus kepada kebaikan, tentu itu akan membuat orang tua menjadi senang. Selain itu, kebiasaan berbicara dengan sopan dan lemah lembut ini akan  melatih sikap kita ketika berbicara masyarakat atau orang lain.

Menjauhkan Segala Hal Tidak Disukai Orang Tua

Secara sadar kita pasti sudah tahu apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh orang tua kita. Sifat naluri orang tua adalah menyampaikan segala hal kebaikan kepada anaknya walaupun hal yang disampaikan itu tidak dilakukan oleh orang tua tersebut. Contoh, seorang ayah yang pekerjaannya sebagi copet pasti tidak ingin anaknya kelak meniru perbuatannya yaitu mencopet.

Mendoakan Orang Tua

Berdoalah Untuk Orang Tua Agar Ridha Allah Menyertai Kita

Kewajiban anak terhadap orang tua yang tidak kalah penting lainnya yaitu mendoakan orang tua dimana saja dan dalam keaadaan apa saja. Biasakan setiap hari setelah menunaikan sholat bacakan dan mohonkan ampun segala dosa orang tua kita dihadapan Allah Ta’ala, Ingatlah bahwa anak yang sholeh/sholehah merupakan asset masuknya orang tua kita ke surga kelak.

Meminta izin dan Restu Orang Tua

Biasakan ketika hendak melakukan sesuatu maka minta izin dan restulah kepada kedua orang tua kita. Hal ini agar Allah memberikan jalan keridhaan kepada kita karena ridha orang tua merupakan ridha Allah Ta’ala.  Ada hadis yang menjelaskan juga bahwa berjihad dijalan Allah Ta’ala  tidak harus dilalui dengan berperang melawan kaum kafir, melainkan berbakti kepada kedua orang tua kita juga merupakan jihad dijalan Allah Ta’ala.

Menjaga Amanat dari orang Tua

Menjaga amanat orang tua merupakan merupakan suatu hal penting untuk dilakukan seorang anak agar kehidupannya dihiasi oleh kebaikan dan penuh dengan keberkahan. Anak yang diberikan amanat berarti sedang diberikan kepercayaan dari orang tuanya untuk mengemban tugas menjaga amanat secara baik. Itulah kewajiban anak terhadap orang tua dalam islam yang harus dilaksanakan.

Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua Ketika Sudah Menikah

Pada pembahasan awal saya sudah menyampaikan bahwa kewajiban ini saling terikat dengan kewajiban lainnya. Artinya ketika kita sudah menikah maka kewajiban yang lainnya tidaklah gugur, melainkan masih tetap harus dilakukan oleh anak. Kewajiban anak terhadap yang akan kita bahas dibawah ini merupakan kewajiban yang harus kita lakukan ketika sudah mempunyai istri dan anak. Mari kita simak dibawah ini:

Menjaga Istri dan Anak Untuk Selalu Menjaga ibunya

Semakin bertambahnya umur orang tua kita maka keadaanya semakin lemah dan mungkin rentan terhadap serangan penyakit. Disini kita diharuskan untuk menginggat lagi bahwa dulu kita ketika kita masih kecil kita selalu ditimang dan diberikan kasih sayang yang sangat besar dan tak terlukiskan. Disini mereka juga membutuhkan perhatian yang sama, terlebih lagi jika kita mengajak istri kita untuk ikut menjaganya, pasti orang tua akan merasa sangat bahagia. Perlu diketahui bahwa orang tua yang tulus tidak akan mengharapkan harta yang berlimpah, melainkan mereka hanya membutuhkan wujud kasih sayang anaknya seperti halnya mereka menyayangi anaknya walaupun sang anak sudah menikah. Anak laki-laki yang sudah menikah wajib mengajak istrinya untuk ikut menjaga orang tuanya, karena pada dasarnya orang tua suami adalah orang tua istri juga. Ketika keputusan menikah sudah diambil berarti harus siap dengan segala kondisi yang dimiliki calon suami maupun calon istri.

Pada masyarakat umumnya sering terjadi permasalahan antara istri dengan mertuanya sendiri. Istri menggap bahwa suaminya masih bergantung pada ibunya dan ibunya merasa bahwa anaknya direbut oleh sang menantu. Pada kasus ini suami harus menjadi penengah terhadap kedua belah pihak agar saling memahami dan mengerti supaya terbentuk keluarga yang harmonis.

Berlaku Adil Terhadap Semua Pihak Keluarga yang Terikat

Keluarga Yang Harmonis Adalah Tujuan Utama dari Pernikahan

Adil merupakan kewajiban anak terhadap orang tua yang harus dilakukan agar semua pihak keluarga tidak ada yang dirugikan. Namun, berlaku adil ini merupakan suatu hal yang tidak mudah untuk dilakukan, terelbih lagi masalah ini berhubungan anatar ibu dan istri. Terkadang setelah menikah sifat sang anak mulai berubah karena pengaruh istrinya. Namun, jika seorang laki-laki memilih seorang istri yang akidah dan agamanya bagus maka hal ini tidak akan terjadi, karena istri sudah mengetahui akan hukum anak laki-laki yang harus berbakti terhadap orang tuanya walaupun sudah menikah.

Diriwayatkan bahwa Aisyah R.A bertanya kepada Rasulullah Shallalahu’alaihi wassalam, “ Ya Rasulullah, Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasulullah menjawab: “Suaminya”. Aisyah R.A bertanya lagi, (apabila sudah menikah), “Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab: “Ibunya”. (H.R. Muslim)

Sudah kewajiban seorang anak laki-laki agar menjaga kerukunan rumah tangga antara orang tua dan istrinya agar tercipta suasana yang harmonis dengan ridha Allah Ta’ala yang didapatkan dari ridha orang tua.

Demikianlah ulasan pembahasan mengenai kewajiban anak terhadap orang tua yang perlu kita ketahui. Apakah kita sudah melakukannya ? Jika belum mari kita sama-sama untuk melakukannya agar kita dan orang tua kita selalu diberikan kemudahan dan keselamatan oleh Allah Ta’ala. AMINNN

Incoming search terms:

  • hadis membantah melawan orang tua
Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply