Jual Beli yang Dilarang Dalam Islam

0 0

Jual Beli yang Dilarang dalam Islam

Salah satu urusan dari sekian banyak urusan manusia yang diatur oleh islam dengan sebaik-baik pengaturan, karena memang islam datang untuk kemaslahatan bagi umat manusia (dunia dan akhirat mereka). Salah satu yang diatur oleh islam dalam urusan dunia manusia adalah masalah muamalah (hubungan antara manusia). Hubungan antara manusia ini begitu banyak dan semuanya lengkap diatur oleh islam seperti yang akan kita bahas pada kali ini yaitu jual beli yang dilarang dalam islam. Karena memang islam agama yang sempurna, yang Allah Ta'ala turunkan kepada Nabi dan Rasul-Nya yang mulia yang telah ditegaskan pada kitabnya Al-Qur'an Al-Maidah ayat 3 yang bunyinya,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا-

Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

Jual Beli yang Dilarang Dalam Islam

ilustrasi jual beli antara pembeli dan penjual

Jual Beli yang Dilarang dalam Islam

Kembali kedalam pokok permasalahan mengenai jual beli yang dialarang dalam islam. Islam memiliki sistim perekonomian yang baik sekali. Sistim ini diatur oleh Allah Ta'ala adalah maslahat (semunya adalah kebaikan baik itu kebaikan dunia ataupun kebaikan akhirat). Semua aspek terkait jual beli yang dilarang dalam islam sudah diatur pada Al-Qur'an dan Sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu'alaihiwassalam diantaranya adalah,

Ar-Riba
Riba termasuk dalam sistim perekonomian yang sangat dzalim sekali. Riba sendiri jika diartikan mempunyai makna az-ziyadah (tambahan) yang tidak wajar dan Allah sendiri juga mengancam pelaku riba di dalam Al-Qur'an bahwa pelaku riba akan mendapatkan siksa yang sangat pedih baik di dunia maupun diakhirat. Kenapa demikian, karena riba memiliki sifat merugikan pihak lain dimana pihak yang merasa rugi akan merasa tercekik. Oleh karena itu riba merupakan jual beli yang dialarang dalam islam.

Islam Melarang Bentuk Jual Beli Secara Perjudian
Jual beli yang dilarang dalam islam lainnya adalah menjual sesuatu (barang) yang didapatkan dari perjudian. Mengapa demikian?, Judi saja diharamkan dalam Al-Qur'an dan termasuk dalam kategori dosa yang besar sehingga islam melarangnya. Judi mempunyai sifat yang akan mendatangkan rasa ketagihan pada pelakunya, sehingga akan mendatangkan suatu bencana moral agama. Allah sendiri memerintahkan hambanya untuk mencari rizki yang halal, sesuai dengan firman Allah Ta'ala yang bunyinya,

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di atas muka bumi; dan carilah karunia Allah (rizki yang halal) dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Islam Melarang Tipe Jual Beli Tipuan (Menipu)
Hal ini berarti menunjukan pada kita semua bahwa sebagai kaum muslimin yang hendak melakukan jual beli harus jujur, jujur disini berarti ketika hendak menjual sesuatu berarti barang harus sesuai dengan apa yang dikatakan. Sudah banyak sekali kasus yang terjadi pada akad jual beli ini, dimana pembeli merasa tertipu karena barang yang dijual tidak seperti yang telah dijanjikan pada saat akad. Oleh sebab itu, guna mengatur kemaslahatan umat maka hal ini termasuk kategori jual beli yang dilarang dalam islam.

Islam Melarang Menjual Sesuatu yang Haram
Ada banyak sekali barang-barang yang dicap haram hukumnya untuk dijual, terlebih lagi untu dikonsumsi secara cuma-cuma. Diantara bayaknya barang haram ini meliputi obat-obatan (narkoba), minuman keras (khamr), daging babi dan sejenisnya, serta segala sesuatu yang didapatkannya secara tidak halal seperti hasil sogokan ataupun korupsi.

Jika Jual Beli Menjerumuskan Untuk Melalaikan Ibadah
Contoh kasus yang bisa kita ambil yaitu ketika seorang pedagang masih asik berdagang pada saat waktu sholat yang sudah tiba sehingga ia tidak melangkahkan kakinya menuju Allah Ta'ala (masjid). Hal ini sudah tercantum pada firman Allah yang bunyinya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Atinya: Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 

Islam Melarang Jual Beli Ketika Sedang Terjadi Akad Didalamnya
Sesuai dengan sabda Nabi,

لَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ
Artinya: Janganlah sebagian di antara kalian berjualan di atas jualan sebagian.

Misalnya, seseorang ketika seseorang sedang mencari barang, dan dia membelinya dari seorang pedagang. Lalu pedagang ini memberikan hak pilih (jadi atau tidak) kepada si pembeli dalam tempo selama satu atau tiga hari atau lebih. Pada waktu tersebut, tidak boleh ada pedagang lain yang masuk untuk mengatakan kepada si pembeli tadi “tinggalkan barang ini, dan saya akan memberikan barang sejenis dengan kualitas yang lebih baik dengan harga yang lebih murah”. hal ini termasuk dalam kategori jual beli yang diharamkan dalam islam, karena berjualan di atas akad jual beli saudaranya.

Itulah Ilmu yang bisa kita dapat pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat bagi kalian semua.

 

Incoming search terms:

  • jual beli yang dilarang
Category: Hukum IslamTags:
author
No Response

Leave a reply "Jual Beli yang Dilarang Dalam Islam"