Hukuman Zina Menurut Islam

Hukuman Zina Menurut Islam

Islam menyeru dan menggemarkan perkawinan. Sebab dialah yang paling selamat untuk menyalurkan dorongan seks dan merupakan jalan paling mulya untuk berketurunan yang nantinya ditangani dan dipikul oleh suami istri, jalan menanamkan perasaan cinta dan kemesraan, kasih saying dan kerinduan, kebersihan, kehormatan, kemegahan, harga diri dan agar keturunannya sanggup bangkit mengikuti jejaknya, membantu aktivitasnya dalam meningkatkan nilai kehidupan.

Karena telah diadakan jalan paling mulya untuk menyalurkan keinginan seksual, maka dilaranglah segala cara yang tidak sah dan dilarang menggerakkan nafsu birahi dengan cara apa saja, agar nantinya tidak menyimpang dari jalan yang sah. Karena itu, dilaranglah pergaulan antara laki-laki dan perempuan, dansa, gambar-gambar porno, nyanyian cabul, melihat perempuan secara nafsu dan segala cara yang merangsang birahi atau bisa menuju kepada perbuatan zina, sehingga dapat dicegah segala faktor yang melemahkan kehidupan keluarga dan kerusakan rumah tangga.

Zina dipandang kejahatan secara hukum yang dapat dijatuhi hukuman paling keras, karena akibatnya yang sangat berbahaya, dan menyebabkan lahirnya banyak kejahatan dan kriminalitas lainnya. Hubungan seks yang tidak sah merupakan perbuatan yang menghancurkan masyarakat, lebih-lebih zina merupakan adab yan paling keji.

Allah Berfirman :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya : Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

Berikut alasan kenapa zina dilarang didalam agama islam :
1.Karena menyebabkan sumber penularan penyakit ganas yang merusak badan dan mewariskan penyakit kepada anak keturunannya sampai cucu-cucunya, seperti penyakit jamur kulit, sipilis dan kencing nanah.
2. Menyebabkan terjadinya pembunuhan. Sebab rasa cemburu telah jadi tabiat manusia. Adalah jarang sekali laki-laki terhormat atau perempuan baik yang suka penyelewengan seks. Bahkan bagi laki-laki tidak ada jalan untuk menebus aib dimukanya yang dicorengkan orang lain kepadanya, selain membunuh pelaku penyelewengan seks tersebut.
3. Zina menghancurkan system rumah tangga, menggoncangkan wujud keluarga, memutuskan hubungan suami-istri dan menghantarkan anak-anak kepada suasana pendidikan yang buruk, sehingga bisa menyebabkan anak-anak lari dari rumah, menyeleweng dan berbuat maksiat.
4. Zina menistakan keturunan dan melimpahkan harta milik kepada orang yang bukan haknya ketika terjadi pembagian warisan.
5. Zina merupakan penipuan terhadap suami. Sebab zina adakalanya membuat perempuan hamil dari hubungan zina ini, sehingga seorang suami menanggung pendidikan anak yang bukan anak sahnya sendiri.
6. Zina merupakan hubungan sementara yang tidak ada tanggung jawabnya dibelakang itu. Jadi ia merupakan hubungan hewan, yang oleh orang baik tentu itu dijauhi.

Ringkasnya, secara ilmiah terbukti kebenaran yang tidak dapat diragukan lagi bahwa zina itu besar sekali bahayanya. Ia merupakan jalan terhebat dalam menimbulkan kerusakan dan keruntuhan moral, mengakibatkan timbulnya penyakit paling cepat daya bunuhnya, membuka pintu luas pembujangan, lahirnya perempuan piaraan dan pelacuran. Karena itu, ia merupakan dorongan terbesar timbulnya sikap boros, kemewahan, pelacuran dan perbuatan durhaka. Maka islam menetapkan hukuman zina sangat keras.
Islam menimbang dengan adil antara bahaya yang dikenakan kepada pelaku dosa dan akibat kejahatan itu kepada masyarakat, dan memutuskan mana kerugian yang paling ringan diantara dua bahaya yang timbul itu. Inilah yang namanya keputusan yang adil. Tidak diragukan lagi bahwa kerugian yang ditampakkan kepada pelaku zina tidak sebanding dengan bahaya zina kepada masyarakat yang berupa kekejian zina, meluasnya kemungkaran, tersebarnya perbuatan kotor dan durhaka.

Hukuman zina, sekalipun membahayakan diri pelaku diri pelaku zina, akan tetapi pelaksanaan hukuman ini akan menjamin keselamatan jiwa, harga diri, keselamatan keluarga yang merupakan batu pertama pembinaan masyarakat dan dengan baiknya keluarga akan baik masyarakatnya, sebaliknya rusaknya keluarga akan rusak masyarakatnya. Semua bangsa keselamatan keselamatannya tergantung kepada akhlak leluhurnya, adabnya, kebersihan dari segala kotoran dan penyakit serta jauhnya dari perbuatan rendah dan hina.

Dalam islam disamping membolehkan menikah juga membolehkan poligami, sehingga jalan ini dapat menutup jalan haram dan agar tidak ada alasan bagi orang yang hendak melakukan zina. Dan dalam melaksanakan hukuman ini untuk menakut-nakuti dan menjadikan pelaku zina jauh dari kejahatan ini diadakan ketentuan penjagaan.

1. Tidak boleh dijatuhkan hukuman selama ada keraguan. Jadi hukumannya hanya boleh dijatuhkan kalua benar-benar kejahatan zinanya terjadi secara meyakinkan.
2. Untuk memastikan terjadinya zina diperlukan empat orang saksi laki-laki yang adil. Tidak boleh diterima kesaksian orang-orang perempuan dan orang-orang yang biasa berbuat dosa.
3. Para saksi ini menyaksikan bersama-sama perbuatan zina itu sendiri, yaitu laksana masuknya kayu celah celah pada botolnya atau timba kedalam sumur. Dan inilah perkara yang sulit pembuktiannya.
4. Diandaikan tiga dari empat orang saksi kesaksiannya berbeda dengan orang yang keempat, atau salah seorang diantara mereka menarik kembali keterangannya, maka ketiga orang saksi lainnya dikenai hukuman qadzaf yaitu menuduh orang berbuat zina tanpa bisa membuktikan kebenarannya.
Penjagaan yang ditetapkan oleh islam mengenai pembuktian kejahatan zina adalah nyata-nyata merupakan perlakuan hukuman secara sembrono.

Tags:

Rate this article!

author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply