Hati-Hatilah Kalian Dari Kefakiran

0 30

Keterlenaanmu dengan apa yang diberikan oleh Allah membuatmu menjauh dan menghilang dari sisi-Nya. Sadarlah dari keterlenaanmu itu sebelum engkau dipukul, dihinakan dan dimangsa oleh ular dan kalajengking. Engkau tidak pernah merasakan pedihnya cobaan, maka pantaslah engkau terlena. Jangan merasa gembira dengan semua apa yang engkau miliki sekarang, şebab sebentar lagi ia akan hilang. Allah 'Azza wa lalla berfirman :

حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً

Artinya : "Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telalı diberikan kepada mereka, Kami sikstı mereka secara tibatiba.... " (al-An'aam: 44)

Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah 'Azza wa Jalla itu diperoleh dengan kesabaran. Oleh karena itu, Allah menekankan perintah sabar ini. Kefakiran dan kesabaran itu tidak berkumpul kecuali pada diri seorang mukmin. Orang-orang yang mencintai Allah itu akan diuji, lalu mereka bersabar terhadap ujian-ujian tersebut. Karena itulah kemudian mereka diilhamkan untuk berbuat kebaikan karena cobaan-cobaan yang mereka alami, dan bersabar atas cobaan yang datang silih berganti.

Kalau bukan karena kesabaran, tentu kalian tidak akan melihatku berada di tengah-tengah kalian. Aku telah membuat jala untuk menjaring burung-burung. Dari malam ke malam, mataku terbuka dan kakiku dilepas. Di siang hari mataku ditutup dan kakiku terikat pada jala itu. Sesungguhnya perlakuan seperti ini dilakukan-Nya demi kepentingan kalian, namun kalian tidak mengetahuinya. Itu semua karena taufik dari Allah ‘Azza wa Jalla. Kalau tidak, maka adakah orang berakal yang mau tinggal di negeri ini dan membaur dengan penduduknya yang penuh dengan riya', kemunafikan, kezaliman, banyaknya sesuatu yang syubhat dan haram? Kekufuran terhadap segala nikmat Allah 'Azza wa Jalla telah banyak melanda. Demikian pula dengan kefasikan dan kekejian.

Wahai anak muda, engkau tidak diciptakan untuk kekal di dunia dan bersenang-senang padanya. Maka ubahlah kebencian kepada Allah 'Azza wa Jalla yang ada pada dirimu sekarang. Engkau telah merasa puas menaati Allah dengan hanya mengucapkan La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah (Tidak ada tuhan yang haq selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah). Syahadatmu itu tidak berguna sampai engkau menyempurnakannya, yaitu dengan meninggalkan kemaksiatan dan dosa, apalagi itu dilakukan terus-menerus.

Ketika engkau mengucapkan La ilaha illallah, berarti engkau telah membuat pengakuan. Maka kepadamu akan dikatakan, "Hai orang yang mengucapkan syahadat, apa engkau punya bukti dari syahadatmu itu? Yakni melaksanakan perintah dan mejauhi larangan Allah, serta bersabar terhadap berbagai cobaan, pasrah kepada takdir. Itulahlah bukti dari syahadat. Engkau boleh mengaku telah bersyahadat bila engkau telah melakukan perbuatan-perbuatan tadi dengan ikhlas setulus hati. Karena setiap perbuatan itu tidak akan diterima kecuali dengan dilakukan secara ikhlas untuk Allah 'Azza wa Jalla. Perkataan itu tidak akan diterima apabila tidak disertai amal. Amal tidak akan diterima kecuali dengan ikhlas dan sejalan dengan Sunnah.

Hiburlah orang-orang fakir itu dengan sedikit hartamu. Jangan kalian menolak orang yang meminta sedang engkau sanggup memberinya sesuatu, baik sedikit maupun banyak. Ikuti perintah Allah 'Azza wa Jalla yang senantiasa memberi. Bersyukurlah kepadanya yang telah menjadikanmu sanggup memberi. Coba cermati! Jika orang yang meminta itu merupakan hadiah dari Allah, sedangkan engkau sanggup untuk memberinya, maka mengapa engkau mengembalikan hadiah itu kepada Pemberinya? Engkau mendengar dan menangis di sisi-Nya, namun apabila orang yang fakir datang sedang hatimu keras tidak tergugah, maka itu membuktikan bahwa tangisan dan pendengaranmu tidak tulus karena Allah.

Menurutku, mendengarkan nasihat itu pertama-tama dengan batin, kemudian dengan hati, lalu dengan anggota badan dalam wujud berbuat kebaikan. Jika engkau datang kepadaku, maka datanglah dengan menanggalkan ilmu, amal, lisan, keturunan, dan kedudukanmu. Di samping itu, tinggalkan pula harta dan keluargamu. Berdirilah di hadapanku dengan hati telanjang dari selain Allah agar Dia menyelimutinya dengan kedekatan-Nya dan anugerah serta karunia-Nya. Apabila engkau melakukan ini ketika datang kepadaku, maka engkau akan menjadi seperi burung yang berangkat di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang di sore hari dalam keadaan perut kenyang. Cahaya hati itu datang dari cahaya Allah 'Azza wa Jalla. Oleh karena itu, Rasulullah saw. bersabda,

عن ابن عمر رضي الله عنه قال :قال صلى الله عليه و سلم : اتقوا فراسة المؤمن فاءنه ينظر بنور الله

Artinya : "Takutlah dengan firasat orang yang beriman. Sebab ia melihat dengan nur (cahaya) Allah 'Azza wa Jalla." (HR• at-Tirmidzi)

Wahai orang yang berlumuran dosa! Takutlah kepada orang beriman. Dan jangan datang kepadanya dalam keadaan kotor akibat najis kemaksiatanmu. Sebab, ia dapat melihat apa yang ada padamu dengan cahaya Allah. la dapat melihat kesyirikan dan kemunafikanmu. Ia dapat melihat uang yang engkau sembunyikan di balik pakaianmu. la dapat melihat kebusukan dan kerusakanmu.

Wahai anak muda, Allah Ta'ala tidak melihat pakaian dan makananmu yang sederhana, tapi kezuhudan hatimu. Pakaian yang pertama dipakai oleh orang yang benar niatnya adalah pakaian bagi batinnya, kemudian baru pakaian bagi lahirnya. Jika semua itu telah sempurna, maka datanglah rahmat dan karunia yang mengubahnya dari pakaian hitam menjadi pakaian kebahagiaan. Sengsara berganti menjadi nikmat, marah berganti gembira, ketakutan berganti rasa aman, jauh menjadi dekat, dan keadaan miskin menjadi kaya.

Wahai anak muda, ambillah bagian-bagian itu dengan tangan zuhud, bukan dengan tangan rakus. Tidaklah orang yang makan dan menangis itu sama dengan orang yang makan lalu tertawa. Makanlah bagian-bagianmu itu dalam keadaan hatimu bersama Allah 'Azza wa Jalla, maka engkau akan selamat dari keburukannya. Apabila engkau makan dari tangan Sang Dokter, itu tentu lebih baik daripada engkau makan sendirian dengan sesuatu yang tidak engkau ketahui asalnya.

Betapa keras hati kalian. Sifat amanat telah hilang dari kalian. Kasih sayang telah lenyap di antara sesama kalian. Bahkan hukum-hukum syara' ikut sirna dari diri kalian. Kalian telah meninggalkan dan berkhianat pada-Nya. Sadarlah! Apabila kalian tidak konsisten dengan amanat, maka sebentar lagi air mata kalian akan tumpah, tangan dan kaki kalian akan diikat, dan pintu Allah akan tertutup bagi kalian. Allah akan melemparkan ke dalam hati makhluk-Nya sikap kasar terhadap kalian dan Allah 'Azza wa Jalla. Berhati-hatilah terhadap-Nya sebab siksa-Nya amat pedih dan keras. Dia dapat saja menyiksa ketika kalian merasa aman, ketika sehat, atau ketika kalian dalam kedaaan jahat dan sombong. Oleh karena itu, takutlah kepada-Nya, karena hanya Dia Tuhan langit dan bumi.

Jagalah nikmat-nikmat-Nya dengan bersyukur. Hadapi perintah dan larangan-Nya dengan mendengarkan dan menaatinya. Hadapi kesulitan dengan kesabaran. Lalui kemudahan dengan syukur. Demikianlah sikap orang-orang yang terdahulu, para nabi, rasul, dan orang-orang saleh. Mereka mensyukuri nikmat dan sabar terhadap derita. Tinggalkan ajang kemaksiatan kepada-Nya, dan makanlah dari meja ketaatan kepada-Nya. Jagalah hukum-hukumnya. Bila datang kemudahan kepadamu, syukurilah. Dan bila datang kesulitan, bersabarlah. Lalu bertobatlah dari dosa-dosa kalian, dan periksa dirimu. Sesugguhnya Allah Ta'ala itu tidak akan menzalimi hamba-Nya.

Jagalah nikmat-nikmat-Nya dengan bersyukur. Hadapi perintah dan larangan-Nya dengan mendengarkan dan menaatinya. Hadapi kesulitan dengan kesabaran. Lalui kemudahan dengan syukur. Demikianlah sikap orang-orang yang terdahulu, para nabi, rasul, dan orang-orang saleh. Mereka mensyukuri nikmat dan sabar terhadap derita. Tinggalkan ajang kemaksiatan kepada-Nya, dan makanlah dari meja ketaatan kepada-Nya. Jagalah hukum-hukumnya. Bila datang kemudahan kepadamu, syukurilah. Dan bila datang kesulitan, bersabarlah. Lalu bertobatlah dari dosa-dosa kalian, dan periksa dirimu. Sesugguhnya Allah Ta'ala itu tidak akan menzalimi hamba-Nya.

Wahai para pemuda, janganlah engkau bergaul dengan manusia dalam keadaan buta, bodoh, lalai dan tidur! Pergaulilah mereka dengan kecerdasan yang tercerahkan oleh ilmu dan kesadaran. Jika engkau melihat sesuatu yang terpuji pada mereka, maka ikutilah. Tetapi jika engkau melihat sesuatu yang buruk bagimu, maka jauhilah dan cegah mereka dari padanya. Sungguh, kalian ini dalam kelalaian total dari Allah Ta'ala. Hendaknya kalian sadar kepada-Nya, membiasakan diri di masjid dan memperbanyak shalawat kepada Nabi saw. Sebab, Rasulullah saw. telah bersabda, "Sekiranya api turun dari langit, maka tidak akan selamat darinya kecuali orang-orang yang senantiasa pergi ke masjid."

Dan apabila kalian melaksanakan shalat dengan khusyu, maka shalat kalian akan terpusat kepada Allah 'Azza wa Jalla. Oleh karenanya, Rasulullah saw. pun bersabda,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya : “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Keadaan paling dekat seorang hamba dari rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (di dalamnya).” (HR. Muslim)

Hati kalian telah mati, tetapi nafsu dan hawa kalian senantiasa hidup. Kalian semua hanya mencari dunia. Padahal hidupnya hati itu dengan membebaskan diri dari makhluk dan berdiri bersama Allah 'Azza wa Jalla dengan sesungguhnya. Hati akan hidup bila pemiliknya menjunjung tinggi perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, sabar bersama-Nya atas segala cobaan, qadha dan qadar-Nya.

Wahai anak muda, ridhalah kepada-Nya apa pun yang ditakdirkan-Nya. Setelah itu, berdirilah bersama-Nya. Karena segala sesuatu itu membutuhkan fondasi yang mampu menyangga bangunan. Senantiasalah dalam keadaan demikian pada setiap waktu, siang dan malam.

Coba pikirkan keadaanmu! Befirkir itu termasuk urusan hati. Apabila engkau melihat ada kebaikan bagimu, maka bersyukurlah kepada Allah Ta'ala. Dan jika engkau melihat ada keburukan bagimu, maka bertobatlah kepada-Nya. Setelah engkau berpikir, hatimu akan hidup dan setanmu akan mati. Oleh karena itu dikatakan, "Tafakur sesaat adalah lebih baik daripada shalat malam.”

Wahai umat Nabi Muhammad saw.! Bersyukurlah kepada Allah 'Azza wa Jalla. Şebab Dia berkenan menerima amal kalian yang sedikit bila dibandingkan dengan amal yang diterima dari umat sebelum kalian. Kalian adalah umat yang paling pertama dan paling terakhir di Hari Kiamat. Siapa pun di antara kalian yang benar, maka tak ada yang menandingi kebenarannya. Kalian adalah para pemimpin, sedang umat lain adalah pengikut kalian. Itu selama kalian menjadi tuan di dalam rumah nafsu, hawa, dan tabiat kalian.

Ya Allah, jadikan kami senantiasa bersertamu. "Ya Tuhan kamil berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka."

Category: Edukasi IslamiTags:
author
No Response

Leave a reply "Hati-Hatilah Kalian Dari Kefakiran"