Ucapan Idul Fitri “Ja alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin”

Lebaran segera tiba, umat muslim menyambutnya dengan perasaan suka cita setelah sebulan berpuasa berjuang melawan hawa nafsu. Berbagai acara sudah disiapkan dihari lebaran yang fitri. Yang paling utama biasanya acara berkumpul dengan keluarga, sungkem kepada orang tua, saling bermaafan dan saling bersilaturrahmi ke rumah kerabat dan sanak keluarga dengan berbagai ucapan.

Di hari lebaran kita sering mendengar ucapan “Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan bathin”. Sebuah ucapan salah kaprah yang sudah membudaya turun-temurun berpuluh bahkan beratus tahun yang lalu. Seolah Minal faidzin wal waizin sebagai terjemahan dari kata Maaf lahir dan bathin. Padahal ucapan itu kurang tepat dan tidak pernah dicontohkan Rasulullah sebelumnya.

Jika ditilik dari awalnya maka kalimat lengkapnya yaitu “Ja alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin’ yang artinya “semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung”  Jadi makna “Minal aidzin wal faidzin” artinya orang-orang yang kembali dan yang beruntung atau mendapat kemenangan. Tidak salah juga mengucapkan itu hanya kurang tepat dan tidak ada tuntunannya.

Rasulullah sendiri bila tiba saat bulan Ramadhan mengucapkan “Taqabbalallahu minna waminkum”, yang artinya “Semoga Allah menerima aku dan kalian”. Maksudnya menerima segala amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan. Kemudian menurut riwayat ucapan ini diberikan tambahkan oleh para sahabat dengan kata-kata “Shiyamana wa shiyamakum” yang artinya “Puasaku dan puasa kalian”. Ibnu ‘Aqil menyebutkan beberapa hadits tentang ucapan selamat pada hari raya, diantaranya adalah bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : Saya pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dahulu apabila mereka kembali dari berhari raya, mereka saling mengucapkan taqabbalallahu minna waminka. “Ahmad rahimahullah berkata : “Tidak mengapa seseorang mengucapkan taqabbalallahu minna waminkum terhadap saudaranya pada hari raya”. Harb berkata : Ahmad pernah ditanya tentang ucapan manusia taqabbalallahu minna waminkum pada dua hari raya. Dia menjawab : “Tidak mengapa” salah seorang penduduk Syam meriwayatkan dari Abu Umamah Al Bahili”.

Semoga postingan singkat ini bisa menjadi pengingat kita semuanya. Memang tidak salah mengucapkan Minal faidzin wal waizin, akan tetapi jika ada ucapan yang lebih tepat mengapa kita tidak menggunakan yang lebih tepat.

Atas nama pribadi dan admin Hadis Riwayat mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H”. Jika dalam penyajian tulisan dan komentar kurang berkenan dengan segala ketulusan dan kerendahan hati mohon untuk dimaafkan.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply