Esensi Taqwa akan Memudahkan dari Segala Persoalan Kehidupan

Al-Qur'an diturunkan bukan hanya untuk sekedar dibaca saja, melainkan untuk dipahami isinya dan diterapkan pada kehidupan kita. Didalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa siapa saja yang ingin meningkatkan takwanya kepada Allah Ta'ala, Maka setiap kesulitan yang engkau alami dalam hidup akan Allah mudahkan dan berikan solusinya. Firman Allah Ta'ala,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

Ayat diatas menjelaskan bahwa semua manusia yang hidup akan lekat pada persoalan dan masalah, jadi tidak ada manusia hidup yang tidak mempunyai masalah. Allah Ta'ala menciptakan masalah untuk membuat hidup kita lebih berkualitas bukan jadi bermasalah.Allah akan menguji kalian yang hidup dengan persoalan kehidupan. Termasuk orang yang dalam kesehariannya terlihat tenang-tenang saja, tersenyum dan gembira pasti akan Allah uji dengan persoalan kehidupan.

Al Qur'an mengatakan bahwa orang yang takwa sebenarnya mudah menuntaskan masalah (tidak ada biaya yang mahal ataupun tenaga yang sulit), yaitu cukup tingkatkan takwa maka solusi akan datang.

Takwa Akan Memudahkanmu dalam Urusan Rezeki

Tidak hanya dalam urusan masalah saja, bahkan urusan rizki pun Allah juga akan mudahkan persoalannya. Firman Allah,

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ

Artinya: Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya.

Pada umumnya jika seseorang menginginkan rezeki maka ia akan mencari, namun dalam ayat diatas menjelaskan bahwa sesuatu yang tidak dicaripun akan datang menghampirinya. Teori rezeki sebenarnya terbagi menjadi dua di dalam Al-Qur'an, yaitu rezeki yang kita cari (keadilan Allah) dan rezeki yang mencari-cari kita (keutamaan Allah). Untuk lebih jelasnya kan Kami muat dibawah ini,

  1. Rezeki yang kita cari (عدالة الله)/keadilan Allah, maksudnya semua manusia diberikan kesempatan yang sama untuk mencari rezeki. Manusia diberikan kesempatan mencari rezeki dengan peluang yang terbuka.
  2. Rezeki yang mencari-cari kita ((فضيلة الله)/keutamaan Allah, yaitu dikatakan dalam Al-Qur'an ketika orang yang meningkatkan takwa maka rezeki akan datang menghampiri, bukan mereka yang mencarinya.

Hubungan Takwa dengan Rezeki

Takwa

Takwa Akan Menghantarkan pada kunci persoalan hidup

Jangan beranggapan bahwa rezeki itu selalu dalam bentuk materi (uang, barang maupun jabatan). Dalam Al-Qur'an diterangkan bahwa hal-hal yang bisa disebutkan dengan rezeki juga bisa seperti keturunan, ketenangan, ketentraman, kesehatan dan sebagainya. Kenapa bisa begitu?, karena dalam persoalan tertentu ketenangan, kesehatan dan ketentraman jauh lebih penting daripada dengan rezeki yang kita pegang. Misalnya belum tentu orang yang mempunyai harta benda (materi) yang melimpah juga akan mempunya rasa ketenangan dalam jiwa dan hatinya, berkebalikan seperti halnya dengan orang mempunyai ketenangan dalam jiwanya tetapi mereka tidak mempunyai harta yang melimpah. Dari persoalan diatas maka persoalan ketenangan akan lebih berharga dari harta yang dipegang.

Bagaimana Cara Meningkatkan Takwa Agar Hidup Mudah

Sebelum kita menuju pada pembahasn ini maka perhatikan dengan jeli permasalahan berikut ini,
Jika ada seseorang dalam hidupnya mengalami persoalan dan tidak pernah tuntas, padahal dari sisi yang lain barangkali kedudukan tinggi, harta benda melimpah tapi ketika mendapatkan masalah tidak pernah selesia persolannya. Ketika dikantor mungkin bisa jadi juara, namun ketika dirumah selalu saja tidak bisa apa-apa atau sebaliknya." Jadi silahkan Anda cek lagi takwanya, lalu bagaiman cara meningkatnya?, pokok pembahasannya ada dala Al-Qur'an Al-Baqarah ayat 2-3;

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Pada ayat kedua tidak dikatakan sholat saja, melainkan (يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ) yang menyempurnakan shalatnya. Jadi dikatakan dalam Qur'an pertama sederhana, jika ingin meningkatkan takwa maka tunaikan sholat. Secara logika maka ketika orang yang menunaikan sholat maka segala persoalan dan masalah akan terselesaikan. Namun persolannya, kenapa didapati orang yang setiap hari sholat bahkan 5 kali dalam sehari yang fardhu dan ditambah dengan yang sunnah banyak sekali masalah masih saja tidak selesai-selesai?. Jawabannya ada pada kata (يُقِيمُونَ), yaitu ketika seseorang menunaikan sholat tidak sempurna dalam menunaikannya. Ada kisah tentang orang yang salah sholatnya, kemudian diangkat didalam hadis yang diriwiyat Abu Hurairah,

عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ وَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَرَجَعَ يُصَلِّي كَمَا صَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلَاثًا فَقَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِي فَقَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا وَافْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا

Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke masjid, kemudian ada seorang laki-laki masuk Masjid lalu shalat. Kemudian mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menjawab dan berkata kepadanya, “Kembalilah dan ulangi shalatmu karena kamu belum shalat!” Maka orang itu mengulangi shalatnya seperti yang dilakukannya pertama tadi. Lalu datang menghadap kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberi salam. Namun Beliau kembali berkata: “Kembalilah dan ulangi shalatmu karena kamu belum shalat!” Beliau memerintahkan orang ini sampai tiga kali hingga akhirnya laki-laki tersebut berkata, “Demi Dzat yang mengutus anda dengan hak, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari itu. Maka ajarkkanlah aku!” Beliau lantas berkata: “Jika kamu berdiri untuk shalat maka mulailah dengan takbir, lalu bacalah apa yang mudah buatmu dari Al Qur’an kemudian rukuklah sampai benar-benar rukuk dengan thuma’ninah (tenang), lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak, lalu sujudlah sampai hingga benar-benar thuma’ninah, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga benar-benar duduk dengan thuma’ninah. Maka lakukanlah dengan cara seperti itu dalam seluruh shalat (rakaat) mu”. [HR. Bukhari (793), Muslim (397)]

 

Category: Edukasi IslamiTags:
author
No Response

Leave a reply "Esensi Taqwa akan Memudahkan dari Segala Persoalan Kehidupan"