Dakwah Rasulullah Periode Madinah

0 21

Awalnya ada beberapa sebab dakwah Rasulullah dilakukan di Madinah, yaitu :

  1. Rencana rencana jahat kaum Quraisy terhadap diri Nabi Muhammad saw dan kaum muslimin
  2. Fitnah terhadap Nabi Muhammad saw dituduh memecah belah masyarakat.
  3. Abu Jahal yang sangat memusuhi Nabi Muhammad saw sehingga ia ingin membunuhnya
  4. Kaum muslimin yang dikucilkan oleh masyarakat Mekah selama tiga tahun

Rencana hijrah Rasulullah diawali dengan adanya perjanjian antara Nabi Muhammad dan orang-orang Yatsrib, yaitu suku Aus dan Khazraj saat di Mekah. Rencana ini terdengar oleh kaum Quraisy hingga kaum Quraisy pun merencanakan pembunuhan kepada Nabi Muhammad saw.

Pembunuhan itu direncanakan dengan melibatkan semua suku, dimana setiap suku diwakili oleh seorang pemudanya yang terkuat. Rencana pembunuhan itu terdengar oleh Nabi Muhammad saw. Melihat kenyataan seperti itu, akhirnya Nabi saw memandang bahwa kota Mekah tidak dapat dijadikan lagi sebagai pusat dakwah. Sebelumnya Nabi saw pernah mengunjungi beberapa negeri seperti Thaif untuk dijadikan tempat pusat dakwah. Namun, penduduk Thaif juga ikut memusuhi Nabi saw. Oleh karena itu Nabi saw memilih kota Madinah (Yatsrib) sebagai tempat hijrah kaum muslimin. Madinah dipilih sebagai tempat hijrah dikarenakan beberapa faktor, antara lain :

  1. Madinah adalah tempat yang paling dekat dengan Mekah.
  2. Sebelum diangkat menjadi Nabi, Muhammad telah mempunyai hubungan yang baik dengan penduduk Madinah, karena kakek Nabi, Abdul Muttalib mempunyai istri orang Madinah.
  3. Penduduk Madinah sudah dikenal Rasulullah memiliki sifat yang lemah lembut.
  4. Nabi Muhammad saw mempunyai kerabat di Madinah yaitu Bani Nadjar.
  5. Bagi diri Rasulullah sendiri, hijrah ke Madinah adalah perintah Allah Swt.

Pada tahun ke-13 sesudah Nabi Muhammad saw diutus, 73 orang penduduk Madinah berkunjung ke Mekah untuk mengunjungi Nabi dan meminta beliau agar pindah ke Madinah. Beberapa faktor yang menyebabkan penduduk Madinah mudah menerima ajaran islam, yaitu :

  1. Bangsa arab Yatsrib lebih memahami agama-agama ketuhan karena mereka sering mendengar tentang Allah, wahyu, kubur, hisab, surge dan neraka.
  2. Penduduk Yatsrib memerlukan seorang pemimpin yang mampu mempersatukan suku-suku yang saling bermusuhan.

Dalam perjalanannya ke Madinah, rasulullah mengalami banyak gangguan, antara lain diganggu oleh Suraqah, yang mengejar Nabi saw sekaligus hendak membunuh beliau. Rasulullah sempat singgah ke Kuba dan mendirikan masjid yang dikenal dengan masjid Kuba, dalam Al-Qur’an disebut dengan Masjid Takwa.Masjid inilah yang pertama kali dibangun oleh Nabi Muhammad saw.

Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggupun tiba, pada hari Jum’at tahun pertama Rasulullah dan romboongan Muhajirin hijrah, bertepatan dengan tanggal 2 Juli 622 M, Nabi beserta rombongan Muhajirin lainnya disambut meriah oleh penduduk Madinah. Dengan perasaan bahagia, mereka mengelu-ngelu kedatangan Rasulullah saw. Mereka berbaris disepanjang jalan dan menyanyikan lagu penyambutan atas kedatangan Rasulullah di kota Madinah.

Setiap orang ingin agar Rasulullah singgah dan menginap di rumahnya. Tetapi Rasulullah berkata, “Aku akan menginap dimana untaku dimana untaku berhenti. Biarkanlah dia berjalan sekehendak hatinya.” Ternyata unta itu berhenti ditanah milik dua anak yatim, yaitu Sahal dan Suhail, di depan rumah milik Abu Ayyub, sementara kaum muslimin bergotong royong membangun rumah untuknya.

Sejak saat itu, nama kota Yatsrib diubah menjadi Madinah an-Nabi (kota nabi). Orang sering pula menyebutnya Madinah Al-Munawarah (kota yang bercahaya), karena dari sanalah sinar islam memancar ke seluruh dunia. Setelah Nabi menetap di Madinah, barulah Nabi Muhammad saw mulai mengatur semua untuk kebaikan dan kepentingan penduduk Madinah, serta kepentingan umat islam. Peristiwa hijrah Nabi ke Madinah akhirnya dijadikan sebagai awal perhitungan tahun hijriah.

Orang-orang yang pindah atau hijrah mendapat sebutan kaum Muhajirin, yang artinya pendatang. Adapun penduduk asli, disebut Anshar yang artinya pembela. Penduduk Madinah itu sendiri terdiri dari dua golongan yang berbeda, yaitu :

  1. Golongan Arab yang berasal dari selatan yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj.
  2. Golongan Yahudi, yaitu orang-orang Israel yang berasal dari utara (Palestina). Kebiasaan orang-orang Yahudi ini selalu membangga-banggakan diri pada penduduk asli dan sering mengadu domba antara suku Aus dan Khazraj, sekedar mengambil keuntungan dari hasil penjualan senjatanya.

Masyarakat yang dibentuk oleh Nabi Muhammad saw di Madinah setelah hijrah itu sudah dapat dikatakan sebagai sebuah negara, dengan Nabi Muhammad saw sebagai kepala negaranya. Dengan terbentuknya negara Madinah, Islam semakin bertambah kuat. Perkembangan islam yang sangat pesat itu membuat orang-orang Mekah manjadi resah. Mereka takut kalua-kalau umat islam memukul mereka dan membalas kekejaman yang pernah mereka lakukan. Mereka juga khawatir kafilah dagang mereka ke Suriah akan diganggu atau dikuasai oleh kaum muslimin.

Untuk memperkokoh dan mempertahankan keberadaan negara yang baru didirikan itu, Nabi Muhammad saw mengadakan beberapa ekspedisi ke luar kota, baik langsung dibawah pimpinannya maupun tidak. Hamzah bin Abdul Muttalib membawa 30 orang berpatroli kepesisir laut merah, Ubaidah bin Haris membawa 60 orang menuju Wadi Rabiah, Sa’ad bin Abi Waqash ke Hijaz dengan 8 orang Muhajirin. Nabi Muhammad saw sendiri membawa membawa pasukan ke Abawa, dan disana beliau berhasil mengikat perjanjian dengan Bani Damra. Ekspedisi-ekspedisi tersebut sengaja digerakan Nabi Muhammad saw sebagai aksi-aksi siaga dan melatih kemampuan calon pasukan.

Incoming search terms:

  • dalil tentang dakwah nabi dimadinah
  • dalil tentang dakwah rasulullah dimadimmah
Category: Sejarah IslamTags:
author
No Response

Leave a reply "Dakwah Rasulullah Periode Madinah"