Bolehkah Bersuci Dengan Air Yang Bercampur Sabun Atau Lainnya?

Air yang telah bercampur sabun hukumnya tetap suci selama masih layak disebut air. Tetapi jika campurannya terlalu banyak sehingga mengubah sifat air itu menjadi sesuatu yang lain, maka hukumnya pun berubah. Air seperti ini hukumnya tetap suci tetapi tidak menyucikan. Tetap suci, sebab tidak bercampur dengan najis. Tidak menyucikan artinya tidak dapat digunakan untuk berwudhu atau mandi.

Rasulullah saw. pernah memerintahkan untuk mencampurkan kapur ke dalam air yang digunakan untuk memandikan putrinya yang telah meninggal dunia, yaitu Zainab. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kisah ini menunjukkan bahwa air yang bercampur dengan sesuatu yang suci tidak mengubah sifat air tersebut selama masih layak disebut air. Lain halnya jika air panas dicampur dengan kopi atau teh lalu ditambah dengan gula, kita akan mengatakan bahwa air ini telah menjadi minuman kopi atau teh manis. Sifat airnya telah berubah sehingga hukumnya berubah. Air teh tidak dapat digunakan untuk berwudhu meskipun tidak najis, sebab teh atau kopi bukan najis. Jika teh .atau kopi hukumnya najis, tentu kita tidak boleh meminumnya.

Sementara itu air akan berubah menjadi najis jika bercampur dengan najis kemudian mengubah salah satu sifatnya, yaitu warna, bau, dan rasanya. Jika terjadi perubahan seperti itu, maka air tersebut tidak boleh digunakan untuk bersuci. Tetapi, jika najis yang mengenai air itu tidak sampai mengubah salah satu dari tiga sifat air di atas maka hukumnya tetap suci dan menyucikan.

Incoming search terms:

  • hukum air yang tercampur sabun
Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply