Bagaimana Menjalankan Perintah Dan Menjauhi Larangan Allah SWT

Laksanakan perintah dan tinggalkanlah larangan, bersabarlah terhadap berbagai cobaan dan mendekatlah dengan amalan-amalan sunnah (nawafil). Bila engkau lakukan itu, maka engkau pantas disebut orang yang sadar dan beramal. Berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk mencari taufik dari Allah 'Azza wa Jalla dan tidak merasa berat untuk hadir pada pintu amal. Itulah yang dapat engkau gunakan. Mintalah kepada-Nya dan bersikap merendahlah di hadapan-Nya agar Dia mempersiapkan bagimu sebabsebab ketaatan. Sebab, apabila Dia menghendakimu untuk suatu perkara, maka Dia akan mempersiapkanmu untuknya. Dia telah memerintahkanmu untuk bersegera memulai dari dirimu dan Dia akan mengarahkan taufik dari sisi-Nya. Perintah itu bersifat lahir, sedang taufik itu bersifat batin. Larangan dari berbuat maksiat itu bersifat lahir, dan penjagaan darinya adalah bersifat batin. Dengan taufik-Nya engkau berpegang, dan dengan pencegahan dan pelindungan-Nya engkau dapat meninggalkan, sedangkan dengan kekuatan-Nya, engkau mampu bersabar.

Hadirlah di sisiku dengan akal, keteguhan, niat dan tekad, serta menyingkirkan tuduhan kepadaku, dengan berbaik sangka padaku, niscaya engkau akan memetik manfaat dari apa yang aku ucapkan dan memahami maksud-maksudnya. Wahai orang yang mengarahkan tuduhan kepadaku, kelak akan terbukti bagimu semua keadaanku. Jangan ganggu aku pada apa-apa yang aku alami. Hatimu akan takluk dan engkau akan kalah. Beban-beban dunia itu ada di atas kepalaku dan beban-beban akhirat itu ada di hatiku, sedang beban-beban dari Allah 'Azza wa Jalla ada di batinku. Adakah orang yang mau menolong? Siapa pun yang pantas, silakan datang kepadaku. Sesungguhnya aku tidak membutuhkan bantuan siapa pun selain Allah 'Azza wa Jalla. Jadilah orang-orang yang cerdas, dan bersikaplah santun kepada orang-orang shaleh, sebab mereka itulah yang membuat negeri dan manusia menjadi bernilai. Karena merekalah bumi ini dijaga. Kalau tidak, apa yang dapat dijaga dengan riya', kemunafikan dan kesyirikan kalian, wahai orang-orang munafik, musuh-musuh Allah dan rasul-rasul-Nya, wahai kayu bakar neraka?

Ya Allah, jadikan aku dan mereka orang yang bertobat. Ya Allah, bangunkan aku dan mereka. Kasihanilah aku dan mereka. Pusatkan hati dan anggota badan kami untuk-Mu. Bahkan kalau bisa, seluruh anggota badan ini untuk keluarga, dunia, nafsu dan akhirat. Sedangkan hati dan batin hanya untuk-Mu. Amin.

Wahai anak muda! Tidak akan datang sesuatu dengan serta-merta, namun engkaulah yang harus datang mengambilnya. Teguhlah di hadapan pintu amal agar Dia mempekerjakanmu untuk membangun. Perumpamaan engkau dengan taufik itu seperti ini: engkau seorang pekerja, taufik itu yang menugaskan, sedangkan pemilik pekerjaan itu adalah Allah 'Azza wa Jalla. Ia telah memerintahkanmu untuk segera menaati-Nya dan dari-Nya taufik itu berasal.

Nafsu telah mengikatmu dengan ketakutan kepada makhkuk dan berharap kepada mereka. Hilangkan ikatan-ikatan ini dari kedua kakinya, niscaya ia akan bangkit untuk berkhidmat kepada Tuhannya, dan ia akan menjadi tenang di hadapan-Nya. la pun akan mcnjadi zuhud terhadap dunia dan segala isinya, termasuk wanita dan kenikmatan lainnya. Jika ada bagianmu di dunia yang telah ditetapkan sejak dahulu oleh-Nya, maka itu akan datang kepadamu tanpa engkau cari, dan engkau akan disebut di Sisi Allah sebagai seorang yang zuhud. Dia akan melihatmu dengan pandangan yang memuliakan, sementara bagian itu tidak akan hilang. Selama engkau bersandar kepada usaha dan kekuatanmu serta pada apa-apa yang engkau miliki, maka tidak akan datang sesuatu pun dari yang gaib. Salah seorang ulama berkata, "Selama di kantong itu ada sesuatu, maka tidak akan datang sesuatu dari yang gaib."

Ya Allah, kami mohon perlindungan kepada-Mu dari bersandar kepada sebab-sebab dan berdiri bersama kebingungan, hawa nafsu dan kebiasaan-kebiasaan. Kami berlindung kepada-Mu dari keburukan dalam segala keadaan.

Category: Edukasi IslamiTags:
author
No Response

Leave a reply "Bagaimana Menjalankan Perintah Dan Menjauhi Larangan Allah SWT"