Bagaimana Bersikap Yang Benar Terhadap Fenomena Akhir Zaman

Satu hal yang sudah łazim diketahui, bahwa sebenarnya setiap manusia apapun agama mereka memiliki keyakinan yang sama akan berakhirnya alam semesta. Masing-masing umat memiliki kitab suci yang juga mewartakan akan datangnya hari yang dijanjikan. Sebagian kitab menyebutkan secara detil dan sebagian lainnya hanya tersirat, sedangkan Al-Qur'an dan sunnah yang shahih telah mewartakan secara terperinci dengan akurasi kebenaran mutlak 100 %.

Untuk umat Islam, secara umum mereka memiliki keyakinan akan datangnya akhir zaman. Akan tetapi, mereka memiliki pandangan yang berbeda tentang masa kedatangannya. Bukan hanya masa kedatangannya, bahkan cara menyikapinya pun memiliki sudut pandang yang berbeda.

Bagi seorang muslim, memahami dengan baik nash-nash yang berita akhir zaman merupakan sebuah kewajiban. seseorang dałam memahami nash-nash tersebut akan berakibat pada sikap dan tindakan yang keliru dałam beramal juga menentukan prioritas amal. Banyak sekali contoh yang kita dapati dari kesalahan bertindak yang disebabkan salahnya mereka memahami nash-nash tersebut. Misalnya hadits tentang pastinya kejadian perang antara umat islam dengan orang-orang Yahudi di akhir zaman. Maka sangat keliru mereka Yang membolehkan damai dengan Yahudi. Bagaimana hal itu dibolehkan, sedangkan Rasulullah Saw menyatakan bahwa kiamat tidak akan berdiri hingga umat Islam memerangi mereka, bahkan jika orang-orang Yahudi itu berlindung di balik batu dan pepohonan, maka keduanya akan memberitahukan tempat persembunyian mereka. Dengan demikian, tabi'at umat Islam adalah memerangi orang-orang Yahudi, memusuhi mereka, dan tidak ada kata damai dengan mereka.

Nash Iain tentang berita akhir zaman adalah hadits tentang banyaknya orang-orang jahat yang akan diangkat sebagai pemimpin, ilmu dituntut dari orang-orang bodoh, dan merajalelanya kemaksiatan. Maka setiap mukmin yang menyadari betul akan hakikat ini, tentu ia akan berhati-hati dalam menuntut ilmu, berhatihati dalam memilih pemimpin hidup, dan berhati-hati dalam setiap tindakan dan perbuatan mereka. Sikap dan tindakan itu baru bisa dilakukan Oleh seorang muslim manakala ia memiliki ilmu yang benar tentangnya.

Rasulullah juga mengingatkan kepada umatnya tentang terjadinya sikap mengekor dan taklid buta kepada bangsa barat, sejengkal demi sejengkal, setahap demi setahap, hingga seandainya mereka masuk dalam lubang biawak, maka kaum musliminpun tetap akan mengikuti mereka. Seorang muslim yang telah membaca peringatan beliau tentu waspada, bahwa sifat mengekor kepada peradaban barat adalah celaan dan peringatan keras dari Nabi Saw. Lain halnya dengan mereka yang salah dalam memandang hadits tersebut, mereka menganggap bahwa sabda beliau merupakan sebuah kabar yang setiap muslim wajib merealisasikannya, sehingga mengekor kepada peradaban barat merupakan sebuah keniscayaan yang setiap orang tidak bisa menghindar darinya. Apalagi ada sebagian mereka yang menafsirkan hadits tersebut dengan ungkapan bahwa di akhir zaman nanti seluruh manusia akan berkiblat ke barat (Eropa dan Amerika), dan itu merupakan pujian terhadap kemajuanbudaya dan tingkat kehidupan bangsa barat. Padahal maksud dari sabda beliau adalah agar setiap umat Islam waspada untuk tidak terjebak pada pola mengekor dan taklid buta atas mereka.

Juga peringatan beliau tentang kewajiban untuk bergabung dengan jama'atul muslimin di saat berkecamuknya fitnah, di saat manusia terpecah dalam berbagai kelompok dan firaq.

Nash lain yang tidak kalah pentingnya adalah janji-janji Rasulullah tentang kembalinya kejayaan umat Islam dengan kedatangan Al-Mahdi. Di mana Al-Mahdi dengan kelompok yang bersamanya (Thaifah Manshurah) akan menaklukkan siapapun yang tidak tunduk kepada perintahnya.

Cara berfikir seperti ini tentunya akan sulit dimengerti oleh mereka yang tidak pernah memahami dengan baik hadits-hadits tentang fitnah akhir zaman. Dan hingga saat ini umat Islam masih saja dibelenggu dengan cara berfikir barat yang menjanjikan kebahagiaan dan kesejahteraan dunia mereka dengan demokrasi semu. Mereka menganggap bahwa cara itu merupakan pilihan terbaik untuk selamat dari fitnah dan kejahatan. Mereka membela mati-matian sistem kufur tersebut dengan mencampakkan syari'at Islam. Sementara perintah Nabi agar umat Islam melazimi jama'ah, mereka abaikan.

Di antara pesan beliau lainnya adalah, sikap istiqamah yang harus dimiliki oleh setiap muslim dalam menghadapi gelombang fitnah. Rasulullah menggambarkan bahwa akan datang suatu masa di mana orang-orang yang berpegang teguh dengan agamanya bagai menggenggam bara api yang panas. Jika ia buang maka bara itu akan padam, namun jika ia tetap genggam maka tangannya akan terbakar. Ini merupakan tabi'at dienul Islam. Tidak mungkin keislaman yang benar akan mendapatkan decak kagum orang-orang kafir dan fasik, tidak mungkin keislaman yang benar akan mendapatkan penghargaan dan pujian dari mereka, dan tidak mungkin keislaman yang benar pada diri seseorang akan membuat musuh merasa aman. Keislaman yang benar adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Waraqah bin Naufal saat beliau dikhabarkan tentang apa yang diperoleh oleh Muhammad Saw sepulang beliau dari goa hira, "Tidak seorangpun yang membawa sebagaimana yang engkau bawa, melainkan kaumnya pasti akan memusuhinya". Benar, tidak mungkin ada seorang muslim yang mengikuti petunjuk nabinya dengan benar, melainkan kaumnya akan memusuhinya. Dan inilah fenomena yang terjadi, dimana umat islam yang berupaya untuk menegakkan syari'at akan mendapatkan cobaan dan ujian yang sangat besar.

Kemudian, beralih kepada hadits-hadits lain tentang fitnah akhir zaman yang lebih detail (yaitu hadits-hadits tentang imam Mahdi, Dajjal, dan kondisi dunia İslam setelahnya) , maka kita akan dapatkan, betapa beliau Z, terus-menerus mengulangi peringatan tersebut kepada umatnya. Hadits-hadits tersebut mengisyaratkan bahwa masa depan kaum muslimin adalah berjihad fie-sabilillah dan keharusan kaum muslimin untuk bergabung bersama kelompok tersebut untuk menaklukkan dunia, hingga Islam benar-benar merata dan kaum muslimin hidup dalam kondisi aman melaksanakan agama mereka. Maka merupakan kedustaan mereka yang mengira bahwa dien ini akan tegak tanpa syari'at jihad. Sunnatullah berupa digantinya suatu kaum yang meninggalkan amalan jihad pasti akan berlaku, mereka yang akan dimunculkan oleh Allah adalah mereka yang memiliki manhaj iqamatudin melalui jalan Jihad Fie-Sabilillah.

Category: Edukasi IslamiTags:
author
No Response

Leave a reply "Bagaimana Bersikap Yang Benar Terhadap Fenomena Akhir Zaman"