Renungan Singkat Azab Alam Kubur Dalam Islam, Sudah Siapkah Kamu ?

AZAB ALAM KUBUR DALAM ISLAM, SUDAH SIAPKAH KAMU ?

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah Jalla-Jalaluhu atas nikmat dan karunianya kepada kita semua
Hari ini saya akan berbagi suatu renungan kepada antum-antuna semuanya. Semoga dengan tulisan ini mampu membawa kita semua untuk berfikir atas apa yang kita lakukan selama ini, dan dapat membuat kita semua kembali kepada perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Sampai kapan kamu akan berbuat seperti itu terus?
Apa kamu tidak yakin bahwa azab Allah begitu keras?
Allah Subhanahu wa Ta'ala  mampu meng-azab dirimu sekonyong-konyong.
Allah Subhanahu wa Ta'ala juga mampu membuat tiba-tiba dirimu tenggelam kedalam bumi.
Kamu tidak takt kepada Allah?

Demi Allah, jikalah kita sedang berbuat maksiat kemudian tiba-tiba kematian datang kepada kita, apa yang akan kamu lakukan?
Demi Allah, Jiwa kita ini lemah, badan kita pun tidak akan mampu untuk menahan azab Allah Subhanahu wa Ta'ala. Azab kubur begitu pedih wahai manusia.
Coba dengarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلَّا وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْه

Artinya : Tidak pernah aku melihat pemandangan yang amat mengerikan kecuali (siksa) kubur lebih mengerikan darinya. (HR. Ibnu Majah, no. 4267)

Sesungguhnya azab kubur dan kuburan itu merupakan penentu kehidupan kita.
Kamu kira setelah kamu mati, kamu dikuburan, kamu akan tenang hidup begitu ?
Kamu kira setelah kamu meninggal dunia itu merupakan tempat peristirahatan kamu yang terakhir ?
Kamu kira kamu tidak akan ditanya oleh malaikat Munkar-Nakir ?
Kamu kira kamutidak akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala ?
Demi Allah kamu salah besar.

Utsman bin Affan saja dahulu, ketika berziarah kubur beliau menangis.
Ketika ditanya oleh sahabat kepada Utsman, “ kenapa wahai utsman, ketika dibacakan kepada kamu surga dan neraka kamu tidak menangis, tapi ketika kamu berziarah kubur kamu menangis ?
Utsman berkata, “karena aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, sesungguhnya kuburan itu adalah persinggahan akhirat yang pertama kali. Siapa yang selamat di kuburnya maka yang setelahnya lebih mudah dari itu, tapi siapa yang tidak selamat dari kuburnya maka yang setelahnya lebih sulit dari itu”
Jangan kamu anggap remeh azab kubur, hidup di dunia hanya sebentar, kamu kira kamu akan hidup seribu tahun di dunia, kamu kira kamu akan hidup terus menerus, Tidak mungkin. Setiap makhluk yang berjiwa pasti akan mati. Allah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Artinya    : Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

Artinya    : Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)”. (Surat Az   Zumar: 30).

Sesungguhnya kamu itu akan mati dan mereka juga akan mati, kamu dan saya sama saja, kita semua akan meninggal dunia. Ini yang harusnya kita pikirkan bersama, jika kita terus menerus berbuat maksiat dan maksiat, bagaiaman jika ternyata malaikat maut datang menjemput kita disaat kita sedang berbuat maksiat pada Allah. Apakah kamu kira malaikat maut akan tersenyum kepada kamu, Tidak.
Dalam Hadis Al-Barra' bin Malik bahwasanya Rasululah shallallahu 'alaihi wasallam shallallahu 'alaihi wasallam menggambarkan bagaimana kematian orang yang fasik (kafir), kata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau berkata:

وَإِنَّ الْعَبْدَ الْكَافِرَ وفي رواية وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السُّوءُ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مِنَ السَّمَاءِ مَلاَئِكَةٌ سُودُ الْوُجُوهِ مَعَهُمُ الْمُسُوحُ فَيَجْلِسُونَ مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ اخْرُجِى إِلَى سَخَطٍ مِنَ اللَّهِ وَغَضَبٍ – قَالَ – فَتُفَرَّقُ فِى جَسَدِهِ فَيَنْتَزِعُهَا كَمَا يُنْتَزَعُ السَّفُّودُ مِنَ الصُّوفِ الْمَبْلُولِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَجْعَلُوهَا فِى تِلْكَ الْمُسُوحِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَنْتَنِ رِيحِ جِيفَةٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ بِهَا عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الْخَبِيثُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَقْبَحِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانَ يُسَمَّى بِهَا فِى الدُّنْيَا رواه أحمد وابن ماجة وصححه الألباني

Artinya    : Bila orang kafir, pada riwayat lain: Bila orang jahat hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Mereka berwajahkan hitam kelam, membawa kain yang kasar, dan selanjutnya mereka duduk darinya sejauh mata memandang. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang buruk, bergegas engkau keluarlah dari ragamu menuju kepada kebencian dan kemurkaan Allah”. Segera ruh orang jahat itu menyebar keseluruh raganya. Tanpa menunda-nunda malaikat maut segera mencabut ruhnya dengan keras, bagaikan mencabut kawat bergerigi dari bulu domba yang basah. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat Maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangannya. Para malaikat segera mengambil ruh orang jahat itu dan membukusnya dengan kain kasar yang mereka bawa. Dari kain itu tercium aroma busuk bagaikan bau bangkai paling menyengat yang pernah tercium di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruh itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu buruk.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terburuk yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).

Kamu siap ?
Siapa yang siap ?
Tentunya kita semua ingin meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, kehidupan dunia bukanlah tempat bersenda gurau. Tapi kita hidup di dunia untuk bercocok tanam, yang kelak buahnya akan kita tuai nanti, dalam kehidupan akhirat nanti. Apalah dunia ?
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan dalam Al-Qur’an:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya : Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. al-Hadîd [57]: 20).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga mengatakan bahwa dunia itu sangat hina. Ketika Rasulullah sedang berjalan dengan sahabatnya, ketika itu rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemukan bangakai seekor kambing yang telinganya putus. Kemudian Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkatnya dan berkata , “siapa yang mau membeli bangkai ini dengan harga satu dirham”
Kata para sahabat , “wahai Rasululullah, kalaupun itu hidup kamipun tidak mau membelinya”
Kenapa, tanya Rasulullah, “Karena ia cacat Rasululullah, bagaiman yang engkau tawarkan ini sudah menjadi bangkai”
Namun apa kata Rasululullah “Sesungguhnya dunia ini lebih hina dimata Allah daripada bangkai ini”

Kita hidup di dunia ini sebentar, apakah hanya karena kita ingin mendapatkan dunia dan dunia, memuaskan syahwat kita, nafsu kita, kita gadaikan waktu yang Allah berikan ini. Kalau misalnya kamu hidup di dunia 60 tahun, tahukah kamu satu hari disisi Allah seribu tahun, kalau satu hari 24 jam disisi Allah seribu tahun, berarti kita hidup di dunia hanya 1.5 jam. Apa kamu tidak sadar. Apakah hanya untuk 1.5 jam kamu gadaikan kehidupan yang tiada tara. Tidakkah kamu berpikir, Saudaraku, kita ini manusia yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Segera kita sadar, segera kita taubat pada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga Allah memberikan kepada kamu hidayah, dan juga kepada saya, untuk bersama-sama kita bergandengan tangan menuju surga Allah yang luas, yang luasnya seluas langit dan bumi. Tidakkah kamu menginginkan mendapatkan surga tersebut, atau kamu lebih senang untuk mendapatkan api neraka.

Semoga saya dan Antum diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala hidayah dan istiqamah.
wabillahi taufik wal hidayah,
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Category: Edukasi IslamiTags:
author
No Response

Leave a reply "Renungan Singkat Azab Alam Kubur Dalam Islam, Sudah Siapkah Kamu ?"